Month: October 2016

Fanged frogs, blind snakes among New Guinea’s new creatures: WWF

By Karl Malakunas – NationalPost

A large green tree-dwelling frog, Litoria dux, that was discovered on the northern side of the Huon Peninsula
A large green tree-dwelling frog, Litoria dux, that was discovered on the northern side of the Huon Peninsula

MANILA — A frog with fangs, a blind snake and a round-headed dolphin are among more than 1,000 new species recently found on the incredible Melanesian island of New Guinea.

Scientists made the astounding discoveries, which also included a river shark and dozens of butterflies, on New Guinea at a rate of two a week from 1998 to 2008, WWF said in a new report on the island’s natural habitat.

“This report shows that New Guinea’s forests and rivers are among the richest and most biodiverse in the world,” said Neil Stronach, the group’s Western Melanesia program representative.

New Guinea, divided between Indonesia in the west and Papua New Guinea to the east, has one of the world’s least spoilt and most stunning ecosystems.

Its rainforests are the third biggest in the world after the Amazon and the Congo, and, while the island covers just 0.5% of the Earth’s landmass, it contains up to 8% of the world’s species, the WWF says.

What was previously known about New Guinea’s biodiversity was already breathtaking, such as the world’s biggest butterfly with a 30-centimetre wingspan — and giant rats that can grow up to a metre long.

Scientists believe that one square kilometre of the island’s lowland rainforest may contain as many as 150 bird species.

The 1,060 species confirmed by researchers as new discoveries in 1998-2008 are believed to have only scratched the surface of the island’s dazzling ecosystems.

“Such is the extent of New Guinea’s biodiversity that new discoveries are commonplace even today,” WWF said in its report, Final Frontier: Newly Discovered Species of New Guinea.

One of its most notable finds is a round-headed, snub-finned dolphin, which swims in protected, shallow coastal waters near rivers and creek mouths.

Discovered in 2005 in Papua New Guinea, it was the first new dolphin species recorded anywhere in the world in three decades, and is now known to also exist in Australia, WWF said.

Another of the 12 mammals was an anteater named in honour of British naturalist Sir David Attenborough, Sir David’s Long-beaked Echinda or, scientifically, Zaglossus attenboroughi.

One of the 134 frogs discovered was dubbed Litoria sauroni because its striking red and black spotted eyes reminded scientists of the evil character Sauron in the Lord of the Rings movies.

Another new frog was notable because of its tiny size — just one centimetre in length — while one had vampire-like fangs.

Nine snail species, some so colourful as to be almost unrecognizable from the backyard-garden-type variety, were among the 580 new invertebrates discovered.

One of the snails was bright yellow, while another was green and yellow.

Among the other new invertebrates was a apricot-coloured crayfish, part of the family of creatures called “yabbies” in Australia and some other parts of the world.

WWF said the most extraordinary freshwater discovery was a 2.5-metre-long river shark found in Papua New Guinea that has since also been located in northern Australia.

Of the 43 reptiles discovered, one could claim to be the most innocuous snake in the world — it was just 12-14 centimetres long, had scales over its eyes so it could not see, could not bite and had no venom.

Agence France-Presse

LATEST NEWS VIDEOS

5 Hewan Endemik Khas Papua

Endemik adalah suatu istilah untuk sebutan sebuah peristiwa yang menjadi unik pada satu lokasi geografi tertentu, seperti pulau, negara, atau zona ekologi tertentu. Untuk dapat dikatakan endemik suatu organisme harus ditemukan hanya di suatu tempat dan tidak ditemukan di tempat lain. Nah, kalau berbicara mengenai hewan endemik yang unik-unik di indonesia, Papua adalah surganya.

Berikut ini ada 5 Hewan Endemik Di Papua :

1. CENDRAWASIH MERAH

Cendrawasih merah atau dalam nama ilmiahnya Paradisaea rubra adalah sejenis burung pengicau berukuran sedang, dengan panjang sekitar 33-cm, dari marga Paradisaea. Burung ini berwarna kuning dan coklat, dan berparuh kuning.
Burung cendrawasih merah jantan dewasa berukuran sekitar 72cm yang termasuk bulu-bulu hiasan berwarna merah darah dengan ujung berwarna putih pada bagian sisi perutnya, bulu muka berwarna hijau zamrud gelap dan diekornya terdapat dua buah tali yang panjang berbentuk pilin ganda berwarna hitam. Burung betina berukuran lebih kecil dari burung jantan, dengan muka berwarna coklat tua dan tidak punya bulu-bulu hiasan.
Endemik Cendrawasih merah hanya bisa ditemukan di hutan dataran rendah pada pulau Waigeo dan Batanta di kabupaten Raja Ampat, provinsi Papua Barat.
Adanya Cendrawasih merah bermula dari poligami spesies. Burung jantan memikat pasangan dengan ritual tarian yang memamerkan bulu-bulu hiasannya. Setelah kopulasi, burung jantan meninggalkan betina dan mulai mencari pasangan yang lain. Burung betina menetaskan dan mengasuh anak burung sendiri. Pakan burung Cendrawasih Merah terdiri dari buah-buahan dan aneka serangga, dan seperti itulah ekosistem dari Cendrawasih merah.

2. HIU KARPET BERBINTIK

Kekayaan bawah laut Raja Ampat bersembunyi suatu spesies yang disebut “penguasa bayangan” perairan Raja Ampat, ya itu adalah Hiu Karpet (Hemiscyllium freycineti). Hiu ini memiliki habitat di laut dangkal dengan terumbu karang, pasir dan rumput laut yang lebat dan kondisi itu biasanya digunakan oleh Hiu Karpet Berbintik sebagai tempat yang sangat tepat untuk berkamuflase atau melindungi diri, atau mungkin pada saat berburu juga.
Spesies Hiu ini termasuk kategori hiu bambu atau famili Hemiscyllidae dan memiliki bentuk yang bisa dibilang unik yang dikarenakan oleh bintik-bintik kecil yang sedikit memanjang dan cenderung berwarna gelap pada rentang interval antara 8-9 baris di ekor dan kepalanya.
Meskipun hiu ini kelihatan kecil dan tidak berbahaya, namun para penyelam jangan pernah meremehkan makhluk ini, karena seringkali tampak mereka memakan ikan lain yang lebih besar, layaknya binatang predator lainnya.

3. KANGURU POHON MANTEL EMAS

Kanguru-pohon Mantel-emas atau dalam nama ilmiahnya disebut Dendrolagus pulcherrimus ialah sejenis kanguru-pohon yang hanya bisa didapat pada hutan pegunungan pulau Irian. Jenis binatang ini memiliki rambut-rambut halus pendek berwarna coklat muda. Leher, pipi dan kakinya berwarna kekuningan.
Sisi bawah perut berwarna lebih pucat dengan dua garis keemasan dipunggungnya. Ekor panjang dan tidak prehensil dengan lingkaran-lingkaran terang. Penampilan Kanguru-pohon Mantel-emas serupa dengan Kanguru-pohon Hias.
Perbedaannya adalah Kanguru-pohon Mantel-emas memiliki warna muka lebih terang atau merah-muda, pundak keemasan, telinga putih dan berukuran lebih kecil dari Kanguru-pohon Hias.

4. KASUARI GELAMBIR SATU

Burung kasuari ini memiliki satu gelambir. Hewan ini berbulu lebat, dan memiliki tinggi badan sekitar 160 cm dengan berat badan 55-85 kg. Burung kasuari bergelambir satu memiliki panjang kaki 45 cm. Kulit leher dan kepalanya tidak berbulu, panjang gelambirnya adalah sekitar 3 cm , yang berwarna kuning menggantung ke bawah. Burung ini tidak bersayap, hidup soliter. Hewan ini termasuk ke dalam golongan fruktifora atau hewan pemakan buah-buahan. Burung ini memiliki paruh dan sepasang telinga. Berkembang biak dengan cara ovipar atau bertelur.
Kasuari gelambir satu (Casuarius unappendiculatus) hidup di Indonesia dan Papua New Guinea. Daerah sebarannya di Pulau Papua adalah di bagian Utara pulau ini dan dari sinilah nama Inggrisnya berasal, Northern Cassowary.

5. NURI SAYAP HITAM

Nuri sayap hitam atau Nuri merah-biak, dalam nama ilmiah disebut Eos cyanogenia adalah sejenis nuri berukuran sedang, dengan panjang sekitar 30cm, dari suku Psittacidae. Burung nuri ini mempunyai bulu berwarna merah cerah, bercak ungu di sekitar telinga, paruh merah kekuningan, punggung hitam dan mempunyai iris mata berwarna merah. Burung jantan dan betina serupa.
Nuri Sayap-hitam hanya ditemukan di habitat hutan di pesisir pulau Biak dan pulau-pulau di Teluk Cenderawasih. Spesies ini sering ditemukan dan bersarang di perkebunan kelapa.
Nah itulah Sob, tentang lima endemik yang hanya ada di Papua dengan keinstimewaannya. Semoga yang ada di Papua bisa menjaganya agar tetap lestari ya, ya supaya keindahan alam kita tetap utuh dengan adanya binatang endemik Papua di atas.