Month: January 2018

Legislator Papua sebut cukup Suku Yerisiam kehilangan hutan sagu

Ilustrasi proses mengolah sagu secara tradisonal – Jubi. Dok
Ilustrasi proses mengolah sagu secara tradisonal – Jubi. Dok

Jayapura, Jubi – Anggota Fraksi Gerindra DPR Papua, John Nasion Robby Gobai mengatakan, cukup suku Yerisiam Gua di Kampung Sima, Distrik Yaur, Kabupaten Nabire, yang kehilangan hutan sagu dan itu merupakan persediaan pangan lokal jangka panjang.

Menurutnya, pemerintah provinsi dan kabupaten perlu mengantisipasi suku di wilayah lain, supaya tidak bernasib sama seperti suku Yerisiam Gua yang kehilangan hutan sagunya akibat perusahaan sawit.

“Wilayah suku Kamoro di Mimika juga mulai terancam. Sawit sudah mulai masuk ke sana. Masyarakat tidak makan sawit, tapi sagu. Sagu ini tumbuh dari alam dan harus dijaga,” kata Gobai kepada Jubi, Senin (29/01/2018).

Katanya, wilayah pesisir adalah daerah yang berpotensi masuk perusahaan sawit, sehingga ini harus diantisipasi. Pemerintah perlu memikirkan adanya lumbung pangan ke depan.

“Para bupati harus menginisiasi itu. Kita harus belajar dari Provinisi Riau, yang pengembangan sagunya luar biasa,” ujarnya.

Ia mengatakan, ketika bertemu Asisten II Setda Provinsi Papua, Elia Loupatty, yang merupakan ketua tim ketahanan pangan dan gizi, Senin (29/01/2018), pihaknya menyampaikan beberapa langkah yang perlu
diambil, untuk menjaga ketahanan pangan dan gizi di Papua, pada masa mendatang.

“Segera bentuk satuan tugas pangan dan gizi, yang terdiri dari beberapa dinas dan pihak terkait di antaranya Dinas Pertanian, Dinas Perkebunan, Dinas Kehutanan, Dinas perikanan, Bulog, Bappeda, DPR Papua, Univesitas Cenderawasih,” katanya.

Tim ini lanjut Gobai, akan bertugas membuat peta kerawanan pangan, petunjuk teknis penanganan masalah pangan dan gizi, juga menyusun program pembangunan lumbung pangan di kabupaten/kota.

Anggota Komisi II DPR Papua yang membidangi perkebunan, pertanian, dan kehutanan, Mustakim mengatakan, pemerintah perlu melestarikan pohon sagu yang kini semakin menipis.

“Upaya mengganti pohon sagu yang hilang itu sangat minim. Pemerintah perlu menempatkan pohon sagu sebagai kearifan lokal di Papua,” kata Mustakim.

Menurutnya, sagu merupakan makanan pokok orang Papua sejak zaman dulu, sebelum mereka mengenal beras. Dikhawatirkan, kalau tak dilestarikan, ke depan tak ada lagi hutan sagu di Papua. (*)

Bridging the gap through science

PNG Governor-General and French Ambassador to PNG at Parliament House, Port Moresby
PNG Governor-General and French Ambassador to PNG at Parliament House, Port Moresby

SCIENTISTS around the world, especially in France, are astonished by PNG’s large rainforest and its biodiversity, says France’s Ambassador Philippe Janvier-Kamiyama.

Janvier-Kamiyama was speaking at Government House in Port Moresby after presenting his credentials to acting Governor-General and Speaker Job Pomat.

“Your country has the third largest primary rainforest in the world, whose biodiversity is remarkable and of the highest interest to scientists, especially French,” Janvier-Kamiyama said.

“It is a precious asset for your country and for all humanity.

“Combining economic development with respect for the environment is a challenge that deserves to be addressed and we are also ready to work with you effectively and lastingly in this area.”

Janvier-Kamiyama also praised PNG for its “valuable support” during the Paris Summit in December 2015 to fight global warming.

“Your country is well aware of the challenges ahead as result of climate change, as it is already being impacted,” he said.

“Be sure that we will be on your side to come up together with the best paths for sustainable development and implementation of renewable energies.”
Janvier-Kamiyama said PNG would have the opportunity to showcase its potential to the international community in the Asia-Pacific Economic Cooperation (Apec) summit in November.

“Apec is an opportunity to show all the members how much your country has evolved and how it is full of potential to continue its development and play an even greater role in the concert of nations,” he said.

Source: https://www.thenational.com.pg/