Tag: Hukum Tindakan

Erlangga Asvi: 12 Hukum Alam Semesta

Erlangga Asvi 

Menarik untuk membahas mengenai 12 hukum alam semesta ini, karena hal ini juga sangat berkaitan dengan konsep energi dari keilmuan yang saya pelajari dan terapkan dalam keseharian dan semua program-rogram dalam semua proyek yang saya kembangkan.

Alam Semesta ini adalah sebuah sistem untuk mengakomodir setiap kehidupan yang ada di dalamnya, termasuk manusia. 12 hukum alam semesta merupakan hukum dasar yang melandasi segenap peristiwa yang terjadi. Dasar dari segala peristiwa ini coba dijelaskan baik dari sudut pandang agama/religion/spiritual dan science/ilmu pengetahuan.

Keilmuan yang  saya pelajari yaitu, energi spiritual nusantara mengembangkan sebuah metode untuk berusaha menjadikan manusia lebih bermakna ( manusia yang paham akan dirinya sendiri, paham akan pikiran dan jiwanya – ini yang akan bisa membuat hidup manusia tidak lagi dikendalikan oleh Asumsi Negatif, Ego, Amarah dan Keinginan ) dan bermanfaat ( jika sudah bisa menjadi bermakna tentunya bisa bermanfaat bagi sekitarnya.

12 hukum Alam Semesta

  1. Hukum Keesaan Ilahi (Onenes)
  2. Hukum Getaran
  3. Hukum Tindakan
  4. Hukum Penyesuaian
  5. Hukum Sebab dan Akibat
  6. Hukum Kompensasi
  7. Hukum Tarik Menarik
  8. Hukum Transmutasi Energi Abadi
  9. Hukum Relativitas
  10. Hukum Polaritas
  11. Hukum Irama
  12. Hukum Gender

 

Gereja Sahabat Alam Kreatif Pelihara Alam

Penulis: Prasasta Widiadi, 21:29 WIB | Jumat, 14 November 2014

GUNUNGSITOLI, SATUHARAPAN.COM – Hendra Harefa, Ketua Komisi Perempuan Gereja BNKP Jemaat Hilihao mengatakan saat ini dia kesulitan untuk melakukan proses pemasaran hasil produk industri kreatifnya. Gereja ini merupakan salah satu dari sekian banyak gereja di Kepulauan Nias yang melaksanakan program Gereja Sahabat Alam dari PGI.

“Kami ada kenalan tetapi hanya saja itu, memang kami sama sekali nggak ada tempat pemasaran khusus itu saja tidak ada satu toko,” kata Hendra Harefa kepada satuharapan.com, Jumat (14/11), di Gunungsitoli.

Gereja Sahabat Alam (GSA) merupakan salah satu program yang dirintis bagian Martiuria PGI yang bertujuan mengajak seluruh warga gereja dan masyarakat umumnya untuk tiba pada perubahan perilaku, tidak lagi sebatas wacana dan diskursus, dalam memperlakukan alam semesta ini secara bertanggung jawab.

Dalam mengimplementasi program ini, Bidang Marturia PGI bekerjasama dengan Kementrian Lingkungan Hidup (KLH), dan STT Jakarta menyusun sebuah buku panduan yang memaparkan lebih detail tentang apa itu GSA, refleksi teologis yang mendasarinya, serba serbi aktivitas yang bisa dilakukan, dan lainnya.

Beberapa waktu lalu, Sekretaris Eksekutif Bidang Marturia PGI, Favor Bancin mengatakan Gereja Sahabat Alam adalah proses membuat seluruh jemaat semakin menyadari pentingnya lingkungan sekitar.

“Gereja Sahabat Alam ini nantinya ada yang memakai khotbah tata ibadah, tata pengajaran untuk anak sekolah minggu misalnya kita di dalam buku ini kita akan mengangkat tata ibadah hari bumi yang berdasar dari teman-teman kita yang melawan sebuah perusahaan yang merusak lingkungan,” kata Favor, kala itu.

Hendra Harefa mengatakan pihaknya tidak berhasil mendapat sarana yang tepat untuk memasarkan produk-produknya. Seluruh produk kreatif tersebut antara lain Kerajinan tas dompet, kerajinan dari kertas kertas majalah bekas terus ada sampah dari aqua gelas dijadikan bunga. Hendra Harefa juga menunjukkan dalam poster tentang kegiatan-kegiatan Komisi Perempuan Gereja Banua Niha Keriso Protestan (BNKP) Jemaat Hilihao antara lain pembuatan pupuk kompos dari barang-barang bekas.

Kesulitan pemasaran juga dialami pelaku Gereja Sahabat Alam dari Gereja Angowuloa Fa’awosa kho Yesu (AFY) jemaat Desa Hilibadaluo, Aroziduhu Lombu.

“Pelatihan dari GSA ini penting dan kami berterima kasih untuk PGI, tetapi kami memang punya hasil produk kreatif seperti ini tetapi yang kami cari sekarang ini adalah kami cari pemasaran hasil dari warga jemaat,” kata Aroziduhu Lombu.

Akan tetapi salah satu yang beruntung adalah Milhati Harefa S.Th dari Sinode Gereja Angowuola Mahsehi Indonesia Nias (AMIN) yang mengatakan dia memiliki pengalaman memasarkan produk-produk seperti Kerajinan tas dompet, kerajinan dari kertas kertas majalah bekas terus ada sampah dari aqua gelas dijadikan bunga yang dia pasarkan saat penyelenggaraan Pertemuan Raya Perempuan Gereja (PrPrG) di Teluk Dalam mulai dari 5 – 8 November 2014 lalu.

“Generasi muda di jemaat kami memiliki kesadaran akan lingkungan apalagi mereka menyadari bahwa apa yang mereka lakukan itu memiliki nilai ekonomis pekerjaan ini mendapatkan uang,” kata Milhati Harefa.

Editor : Bayu Probo