Day: August 15, 2016

Erlangga Asvi: 12 Hukum Alam Semesta

Erlangga Asvi 

Menarik untuk membahas mengenai 12 hukum alam semesta ini, karena hal ini juga sangat berkaitan dengan konsep energi dari keilmuan yang saya pelajari dan terapkan dalam keseharian dan semua program-rogram dalam semua proyek yang saya kembangkan.

Alam Semesta ini adalah sebuah sistem untuk mengakomodir setiap kehidupan yang ada di dalamnya, termasuk manusia. 12 hukum alam semesta merupakan hukum dasar yang melandasi segenap peristiwa yang terjadi. Dasar dari segala peristiwa ini coba dijelaskan baik dari sudut pandang agama/religion/spiritual dan science/ilmu pengetahuan.

Keilmuan yang  saya pelajari yaitu, energi spiritual nusantara mengembangkan sebuah metode untuk berusaha menjadikan manusia lebih bermakna ( manusia yang paham akan dirinya sendiri, paham akan pikiran dan jiwanya – ini yang akan bisa membuat hidup manusia tidak lagi dikendalikan oleh Asumsi Negatif, Ego, Amarah dan Keinginan ) dan bermanfaat ( jika sudah bisa menjadi bermakna tentunya bisa bermanfaat bagi sekitarnya.

12 hukum Alam Semesta

  1. Hukum Keesaan Ilahi (Onenes)
  2. Hukum Getaran
  3. Hukum Tindakan
  4. Hukum Penyesuaian
  5. Hukum Sebab dan Akibat
  6. Hukum Kompensasi
  7. Hukum Tarik Menarik
  8. Hukum Transmutasi Energi Abadi
  9. Hukum Relativitas
  10. Hukum Polaritas
  11. Hukum Irama
  12. Hukum Gender

 

Hukum Universal Kehidupan Manusia

13 Agustus 2009, oleh Sri Astuti – Jakarta

Akhirnya, salah satu bagian paling penting dari ilmu sukses di situs ini terselesaikan, yaitu pembahasan (selengkap, namun juga sesingkat dan sesederhana mungkin) tentang Hukum Universal Kehidupan atau the Universal Laws atau Hukum Alam/ Semesta serta bagaimana memanfaatkannya untuk menikmati kehidupan sukses kita.

Pemahaman akan adanya hukum yang mengatur semesta ini sangat penting untuk kehidupan kita karena segala yang terjadi dalam hidup kita ini terpengaruh olehnya. Hukum-hukum Alam ini bersifat mengikat semua ciptaan Tuhan yang ada di jagad raya ini tanpa ada pengecualian.

Tidak memahami adanya hukum gravitasi tidak kemudian menyebabkan Anda bisa terjun dari atas pencakar langit tanpa jatuh ke tanah, kan?

Semua orang, sekolah atau tidak sekolah, kaya atau miskin, beriman atau kafir, semua terikat oleh hukum ini walaupun mungkin mereka sama sekali belum pernah mendengar tentang hukum gravitasi ini seumur hidupnya.

Sama dengan hukum gravitasi ini, Hukum Universal Kehidupan ini mengenai orang miskin sama seperti mengenai orang kaya. Ya, Hukum Semesta ini mengenai semua orang.

Jadi bila ada orang yang bisa memahami Hukum Semesta tersebut sedemikian rupa, menerapkannya dengan sedemikian baik sehingga bisa menikmati anugerah hidup mereka dengan sempurna, maka tidak ada alasan bagi siapapun untuk tidak bisa melakukan hal yang sama, bukan?

Alam semesta diciptakan Tuhan dengan pengaturan yang sebaik-baiknya dan sudah dilengkapi dengan sebuah sistem operasi yang sesempurna mungkin mengatur segala yang ada di dalamnya.

Seiring dengan maju dan berkembangnya ilmu pengetahuan serta kemampuan akal dan nalar manusia, sistem operasi jagad raya tersebut makin lama makin lebar terkuak, makin luas dipahami serta makin mudah dijelaskan dengan bahasa yang gamblang agar semua orang bisa memanfaatkannya sebagai alat pemudah kehidupan mereka.

Jadi ANDA SEMUA MEMILIKI KESEMPATAN YANG SAMA DENGAN SIAPA SAJA untuk juga bisa hidup sukses, kaya dan bahagia di dunia ini.

NOTE: Memahami hukum semesta ini sangat penting bila kita ingin hidup harmonis dengan semua ketetapan Sang Rabb. Dengan mengikuti sistem operasi yang ada, kita bisa menghindari segala kesulitan dan penderitaan yang tidak perlu, dan mengantisipasinya sebelum terjadi.

Baik mari kita mulai pelajaran-pelajaran yang sangat exciting tentang Hukum Universal Kehidupan ini.

Apa itu Universal Laws?

Untuk kepentingan pemahaman istilah ini di negara kita tercinta, Indonesia, saya akan menerjemahkan istilah Universal Laws atau the Laws of the Universe ini menjadi Hukum-hukum Universal Kehidupan atau Hukum Semesta. (Kaum Muslim menyebutnya sebagai Sunnatullah atau Hukum-hukum Alam yang ditetapkan Allah SWT untuk mengatur segala sesuatu di jagad raya ciptaan-Nya ini.)

Tapi apa sebenarnya makna dari Hukum-hukum Semesta atau Universal Laws itu?

Kamus mendefinisikan Universal Laws sebagai hukum-hukum yang mengatur semua hal di alam semesta ini, yang berlaku umum di segala kondisi.

Harap dicatat, penjelasan tentang hukum-hukum alam di sini tidak secara ketat mengikuti hukum fisika sebagaimana yang telah diketahui para ilmuwan, tetapi lebih menonjolkan aspek spiritual dari hukum tersebut, aspek spiritual yang bisa membantu manusia memanfaatkan dan menerapkan hukum tersebut secara praktis dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Bahasa yang kami pakai juga adalah bahasa yang sangat sederhana, jauh dari formula atau rumus, karena fokus kami memang, sekali lagi, untuk pemahaman praktis bagi pembaca agar mudah menerapkannya dalam kehidupan mereka.

Dan lebih penting lagi, karena pembahasan ini difokuskan pada manfaat Hukum-hukum Semesta ini untuk kehidupan sukses semua umat manusia, maka saya juga akan sering menyebut Hukum Semesta ini sebagai Hukum Universal Kehidupan.

Prinsip/ Asumsi Dasar

Hukum Alam, Hukum Semesta, Hukum Universal Kehidupan ini tidak cuma satu tetapi banyak unsurnya. Dan semua prinsip atau unsur-unsurnya saling berhubungan satu sama lain. Unsur (hukum) yang satu menunjang cara kerja unsur (hukum) yang lain. Saling terkait dan saling menunjang.

Semua unsur Hukum Alam tersebut didasarkan pada asumsi dasar bahwa semua yang ada di alam raya ini pada dasarnya terbentuk dari energi, termasuk kita manusia, dan bahwa semua energi tersebut bergerak mengikuti suatu pola tertentu.

Pada level quantum, atau level materi terkecil yang membentuk kita semua di jagad raya ini, kita semua adalah sekumpulan masa elektron dan atom yang berputar dengan sangat cepat. Semua hal yang ada di dunia ini tersusun/terbentuk dari energi (quanta adalah partikel terkecil pembentuk segala sesuatu dan ia berbentuk energi) dan karena itu kita semua di alam semesta ini pada intinya terhubung dengan lautan energi semesta tersebut dan tidak pernah terlepas darinya.

Kita semua merupakan bagian dari lautan energi ini, lautan elektron-elektron yang berputar. (Satu guru saya, Tom Pauley dari Richdreams, menyebut lautan masa energi yang menyelubungi semua yang ada di planet ini sebagai “a giant plasma” atau selimut plasma raksasa.)

Kalau Anda penasaran dengan konsep bahwa kita semua adalah merupakan bagian dari satu plasma raksasa, silahkan research lebih lanjut tentang ini.

Yang jelas, perasaan-perasaan kita, pikiran kita dan semua tindakan kita, semua tersusun/terbentuk dari energi ini yang memiliki frekuensi tertentu.

Dan inilah satu lagi asumsi dasar lainnya yang sekarang kita juga mulai pahami bahwa segala sesuatu di dunia ini, termasuk pikiran kita, “bergetar” atau bervibrasi dengan frekuensi tertentu.

Yang mana getaran ini kemudian “menarik” hal lain yang memiliki frekuensi sama untuk bergabung.

Dan karenanya, apa yang kita pikirkan, apa yang kita rasakan dan lakukan di setiap saatnya akan memancarkan suatu “frekuensi” tertentu, yang kemudian karena pergerakan melingkar segala sesuatu pada level quantum, semua hal tersebut menarik kepada kita pikiran dan tindakan berfrekuensi sama.

Sehingga bisa dikatakan, semua yang kita pikirkan, kita rasakan, kita lakukan, kita percaya tadi akhirnya kembali lagi ke kita dan membentuk realitas hidup kita sesuai yang kita pikirkan sendiri.

Ini adalah karena energi bergerak dengan mengikuti pola putaran (melingkar). Maka apapun yang kita lakukan akan kembali ke kita (membentuk satu lingkaran).

Dan karena hal inilah, pikiran, perasaan dan tindakan semua orang di seluruh planet ini bergabung menjadi satu membentuk sebuah “collective consciousness” alias kesadaran atau buah pikiran kolektif segenap manusia di alam raya, yang kemudian bersama-sama menarik hal-hal yang berfrekuensi sama ke dalam kehidupan keseluruhan manusia di planet ini.

Kolam Renang Jagad Raya

Untuk membantu Anda membayangkan dan akhirnya memahami apa yang dimaksud dengan “semua hal di dunia ini adalah energi dan bahwa kita semua terhubung satu sama lain dalam lautan energi ini” saya akan pakai analogi sebuah kolam renang. Bayangkan dunia dan seluruh jagad raya ini sebagai sebuah kolam renang mega raksasa.

Dan, kita semua berenang di dalam sebuah kolam renang ini, sehingga apapun yang kita lakukan di dalamnya akan mempengaruhi semua orang (dan semua makhluk lain) yang berada di dalamnya. Semua yang terendam dalam air kolam ini akan terkena, katakan, air kencing kita kalau seandainya kita kencing di situ. Semua orang akan terkena, termasuk tentu saja kita sendiri.

Dan karena arus air dalam kolam tersebut terus berputar-putar di situ saja, semua yang di lakukan masing-masing orang, akan mengenai semua orang-orang yang lain sebelum akhirnya kembali kepada diri mereka sendiri.

Jadi terbayang kan, bila sesuatu yang buruk terjadi pada air dalam kolam tersebut, siapa yang bakal menderita?

Bila masing-masing perenang punya kebiasaan buruk buang air kecil di dalamnya, misalnya, maka semua yang ada di situ ibaratnya juga bermandi air kencing rame-rame yang berlipat-lipat jumlahnya.

Bila seseorang melakukan sesuatu yang menyebabkan suhu air di satu ujung kolam tersebut meningkat atau menurun, maka semua yang ada di situ, termasuk yang berada di ujung terjauh dari tempat terjadinya perubahan suhu, pada akhirnya juga akan ikut merasakan imbasnya.

Seperti inilah alam semesta kita. Semua terhubung oleh suatu lautan energi yang memang tidak kasat mata tetapi ada.

 

Semua Manusia Bersaudara

Implikasi dari pemahaman akan terhubungnya kita semua oleh lautan energi ini kemudian menciptakan suatu kesimpulan bahwa pada dasarnya semua manusia bersaudara.

Saya tahu, banyak agama mengajarkan bahwa semua pemeluk umat beragama sama adalah bersaudara. Misalnya, Muslim bersaudara dengan Muslim. Pemeluk Kristiani adalah saudara bagi pemeluk Kristiani lain, dan sebagainya.

Tetapi, demi kepentingan kehidupan kita sendiri, pandangan seperti ini sudah sepatutnya diperluas, bahwa SEMUA MANUSIA itu bersaudara, dalam arti apa yang terjadi pada satu manusia, siapapun dia, beragama sama dengan kita atau tidak, pada esensinya akan mempengaruhi semua manusia lain.

Hai, bukankan kita semua tinggal bersama di bawah satu selimut atmosfer bumi? Serta berpijak di atas daratan yang sama bernama planet bumi?

Oke, kalau memang tidak mau disebut bersaudara dengan manusia lain yang berbeda dari kita, paling tidak kita harus ingat bahwa kita semua adalah room-mates di satu rumah bernama bumi ini.

Kita semua adalah sama-sama anak kos di rumah kontrakan yang sama dan satu ini. Kita semua punya kewajiban dan hak yang sama untuk menjaga keselamatan, kedamaian dan keindahan rumah kita tersebut.

Karena kalau rumah kontrakan kita ini terbakar, meledak, roboh atau kebanjiran dengan kita semua masih didalamnya, si api, si air atau si puing-puing toh tidak memilih akan mengenai siapa, bukan? Siapa saja bisa menjadi korban, tidak peduli ras, suku, agama, asal muasal, pendidikan dan sebagainya.

Hukum alam pun seperti ini. Tidak memilih. Sunatullah mengikat semua manusia, semua makhluk-Nya, malah.

Jadi bagaimana kalau mengeksplorasi lebih jauh lagi, konsep bahwa semua ciptaan Tuhan itu bersaudara, termasuk binatangnya, tumbuhannya, dan seluruh isi jagad raya ini?

Satu kerusakan yang terjadi pada mereka, efeknya akan bisa dirasakan oleh semua.

Banyak istilah yang menggambarkan kondisi ini, antara lain: the ripple effect dan the butterfly effect.

(Efek kedua ini pernah dibuat filmnya yang sangat “mengerikan” karena di situ kita ditunjukkan bagaimana satu keputusan yang kita ambil walau sepertinya kecil, ternyata memiliki konsekuensi besar yang tidak hanya bisa dirasakan oleh kita sendiri imbasnya tetapi juga mempengaruhi begitu banyak manusia lain di sekitar kita, baik yang kita kenal maupun tidak).

Jadi, kalau menurut Anda kondisi dunia kita saat ini tidaklah menyenangkan, penuh permusuhan, musibah, bencana, peperangan, kebencian dan segala macam kekacauan lainnya, maka ini sebenarnya adalah juga akibat dari perbuatan kita sendiri, kita semua yang ada di dalamnya.

Kondisi yang tidak menyenangkan ini berarti bahwa lebih banyak manusia yang berpikir negatif daripada yang berpikir positif. Lebih banyak manusia yang lebih mempercayai sesuatu yang menakutkan daripada yang indah.

Ini berarti “Our collective consciousness” atau buah pikiran kolektif kita sebagai penghuni planet ini telah menarik hal-hal yang lebih banyak negatifnya dari pada positif.

Karena, sekali lagi, semua pikiran, perasaan, dan tindakan kita pada dasarnya adalah energi yang mempengaruhi lautan energi di sekitar kita. Dan ini semua membentuk sebuah dunia seperti yang kita lihat di sekitar kita ini.

 

Berita Baiknya

Di sisi lain, karena pikiran, perasaan dan tindakan kita membentuk realitas kita, maka ini berarti kita juga punya kekuatan untuk menciptakan dunia yang lebih baik, yang penuh dengan kedamaian dan keharmonisan, ketentraman serta kelimpahan.

Untuk bisa melakukan ini, penting bagi kita untuk bisa mengontrol pikiran, emosi dan tindakan kita, dan otomatis mengontrol jenis dan frekuensi dari energi kita agar hanya berjenis positif.

Pemahaman yang baik akan hukum-hukum semesta atau hukum-hukum universal kehidupan ini sangatlah penting untuk kita bisa menciptakan kehidupan yang kita inginkan. Karena, repotnya dengan hukum-hukum alam ini adalah, tidak penting manusia percaya akannya atau tidak, bahkan tidak penting seorang manusia tahu tentangnya atau tidak, mereka tetap terikat atau terpengaruh olehnya.

Seperti contoh dengan hukum gravitasi di atas. Ketidak-tahuan kita akannya, tidak membuatnya tidak berlaku pada kita.

Jadi jelas, dengan memahaminya, kita memiliki kesempatan proaktif untuk memanfaatkan hukum-hukum universal kehidupan tersebut agar bekerja mendukung kita, dan bukan reaktif dengan mengatasi masalah yang timbul akibat tidak mengikutinya.

Di halaman-halaman berikutnya kita akan belajar secara singkat penjabaran tentang masing-masing unsur beberapa jenis Hukum Universal Sukses yang mengatur kesuksesan hidup kita.

 

 

Salam Sukses Selalu,

7 Hukum Alam Semesta

1. Hukum Sebab Akibat

Hukum ini merupakan hukum kehidupan yang fundamental. Segala sesuatu yang terjadi pada diri kita memiliki sebab khusus. Pemikiran adalah sebab, dan kondisi adalah akibatnya. Maka apapun pemikiran yang Anda tebarkan akan berkulminasi pada suatu tindakan yang menimbulkan akibat. Inilah padanan mental dari hukum fisika Newton bahwa “setiap aksi akan menimbulkan reaksi yang sebanding dan berkebalikan”, dan hukum ini berlaku dengan prinsip yang sama.

Karena hukum alam tidak bisa dipastikan, maka penting bagi Anda untuk mengingat apa yang Anda inginkan dan bukan apa yang tidak Anda inginkan. Kualitas berbagai hubungan, misalnya, merupakan hasil dari apa yang telah Anda tebarkan dalam hubungan-hubungan tersebut.

2. Hukum Daya Tarik

Apa yang secara dominan Anda pikirkan akan menarik orang-orang dan lingkungan yang harmonis dengan pikiran-pikiran itu ke dalam kehidupan (seperti yang dikatakan dalam Law of Attraction). Secara metafisik, makin besar vibrasi yang Anda keluarkan, makin besar daya tariknya. Proses ini mirip dengan Hukum Resonansi.

Anda selalu menarik semua hal yang Anda pikirkan, baik itu positif maupun negatif. Akal sehat senantiasa mengatakan apa yang sebaiknya Anda kerjakan, meskipun seringkali terdapat kesepakatan yang mencegah Anda untuk melakukannya.

3. Hukum Kreativitas

Di luar dua energi interaktif, yin dan yang, jantan dan betina, muncul energi yang ketiga. Terdapat pasokan ide yang melimpah ruah, yang siap untuk Anda ubah, dan seluruhnya secara dramatis akan mengembangkan potensi, kebahagiaan, dan sukses Anda. Segala hal yang tercipta di dunia ini adalah hasil interaksi kedua energi yang saling bertentangan, tapi saling melengkapi.  Keduanya berada dalam diri kita, tapi hanya akan efektif jika dimanfaatkan dan diseimbangkan.

4. Hukum Substitusi

Anda tidak bisa sekadar berhenti melakukan sesuatu. Keinginan kuat atau ketetapan hati sebesar apapun tidak akan tahan dengan kekosongan atau kevakuman yang terjadi terus-menerus. Untuk menghentikan suatu kebiasaan atau sikap, Anda mesti mencari penggantinya. Gantikan pemikiran tentang apa yang tidak Anda inginkan dengan pemikiran tentang apa yang Anda inginkan. Tidak ada sesuatu yang bisa menghilang sama sekali: sesuatu tersebut harus digantikan atau disalurkan ulang dengan substitusi.

5. Hukum Pelayanan

Berhentilah melayani orang lain dengan cara yang sebenarnya tidak Anda inginkan, karena imbalan yang Anda peroleh akan selalu sama dengan pelayanan Anda. Memberi perlakuan kepada orang lain di balik meja dengan cara yang sama dengan di depan meja, pada akhirnya akan berlangsung dengan prinsip yang sama. Anda akan selalu diimbali dengan proporsi yang persis sama dengan nilai dari layanan Anda kepada orang lain.

6. Hukum Penggunaan

Kekuatan alami apapun, bakat atau talenta, akan mengalami kemandekan jika tidak digunakan. Sebaliknya, akan menjadi semakin kuat jika makin sering dimanfaatkan. Ilustrasi yang sangat baik digambarkan dalam kisah seorang tua yang memperlihatkan kepada Rossetti, si pelukis terkenal, beberapa lukisan yang baru saja dibuatnya pada masa pensiun. Rossetti dengan sopan menjawab bahwa lukisan-lukisan itu biasa-biasa saja. Si lelaki tua kemudian memperlihatkan beberapa lukisan lain yang dibuat oleh seseorang yang lebih muda. Rossetti langsung memuji dan mengatakan bahwa di pelukis ini tentu sangat berbakat. Melihat orang tua itu memperlihatkan gejolak emosi, Rossetti pun bertanya apakah yang melukis itu anaknya. “Bukan. Itu lukisan saya sendiri sewaktu muda. Tapi saya tergoda untuk melakukan hal yang lain dan melupakan bakat melukis saya”, jawab si lelaki tua. Bakat si lelaki tua telah melenyap. Manfaatkanlah, atau Anda akan kehilangan kekuatan alami itu.

7. Hukum Tujuh

Urut-urutan kejadian berjalan mengikuti Hukum Tujuh atau Hukum Oktaf. Saat not atau nada dasar dimainkan, setiap not diulang bunyinya beberapa kali dan kemudian menghilang intensitasnya. Hukum Tujuh berarti bahwa tidak ada kekuatan yang terus-menerus bekerja dengan arah yang sama. blogbelajarpintar.blogspot.com. Setiap kekuatan bekerja dalam kurun waktu tertentu, kemudian menghilang intensitasnya, lalu berubah arah atau mengalami perubahan internal.

Tidak satu pun di alam ini yang berkembang mengikuti garis yang lurus. Dan demikian pula dengan kehidupan Anda. Tapi setelah Anda bisa menyesuaikan diri dengan prinsip-prinsip itu, Anda mengalir mengikuti arusnya, bukannya berlawanan.

Hukum Tujuh memperlihatkan bahwa tak ada satu pun kekuatan yang cuma berkembang ke satu arah, dan bahwa energi terus berkembang bahkan di tengah rintangan dan interval. Sebagaimana oktaf, segala sesuatu dalam kehidupan ini berjalan dengan vibrasi. Tanpa vibrasi takkan ada gerakan, dan dengan demikian tak ada aktivitas yang bisa berjalan dengan cara apa pun juga.

Source http://blogbelajarpintar.blogspot.com/2012/07/7-hukum-alam-semesta.html?m=1

Kekuatan pikiran manusia – Hukum Keesaan Ilahi ( Onenes )

Erlangga Asvi

Ini adalah salah satu hukum yang ada di antara 12 hukum Alam Semesta, tanpa kita sadari hukum ini juga berhubungan dengan kekuatan pikiran manusia. 12 hukum alam semesta ini sangat erat berkaitan dengan energi.

Hukum ini Membantu kita memahami bahwa kita hidup di dunia di mana semuanya terhubung dengan yang lainnya. Segala sesuatu yang kita lakukan, katakan, pikirkan dan yakini mempengaruhi orang lain dan alam semesta di sekitar kita. Kekuatan pikiran manusia sangat erat dan berkaitan satu dengan yang lainnya, antara manusia yang satu dan yang lainnya.

Keesaan Ilahi adalah sebuah hal yang sangat mutlak. Dan hanya dari Tuhan Yang Maha Esa inilah kita bisa mendapatkan energi murni, bukan energi yang Berasal dari Mahluk ciptaan. Energi murni ini ada di dalam diri kita, Bagian yang paling utama yang ada di dalam diri kita, yaitu RUHANI/SPIRIT merupakan sebuah bagian yang berasal dari Tuhan ( Percikan Cahaya Tuhan ). Jika kita bisa terkoneksi dengan bagian ini maka kita akan bisa mendapatkan energi yang murni yangd apat dipergunakan untuk menata diri agar kualitas diri kita bertambah baik. Efek sampingnya adalah kita dapat terhubung dengan Alam Semesta secara langsung.
Semua yang kita pikirkan, kita lakukan, kita rasakan, serta kita percaya, mempengaruhi pihak lain dan lingkungan di sekitar kita.

Kita semua pada esensinya adalah SATU kesatuan dengan sesama manusia lainnya. Kita semua (umat manusia) adalah SATU badan yang besar, punya banyak anggota tubuh berbeda, tetapi kita tetaplah SATU.

Ada banyak hal yang beberapa saat ini saya pelajari. Kekuatan pikiran manusia. Dalam bulan ini saja saya belajar banyak sekali, baik dari sesi terapi dengan klien ataupun perjalanan kehidupan saya sendiri. Saya membuktika sendiri jika kekuatan pikiran ini bisa sangat mempengaruhi kehidupan saya sendiri.

Mulai dari klien yang terjebak dengan realita pikiran nya sendiri. Mungkin karena tidak dibiasakan untuk paham ya…. Pikiran kita ini, otak kita bekerja berdasarkan asupan informasi dari panca indera, kemudian asupan informasi ini diolah di dalam pikiran dan menghasilkan kesimpulan. Yang sering terjadi adalah kesimpulannya adalah negatif. Kesimpulan negatif tersebut dipercayai sepenuhnya, maka akan menjadi realita kehidupan. Kita berpikiran mengenai teman kita, sahabat kita, dan semuanya. Tanpa sadar kita menciptakan hubungan yang nyata dengan mereka. Kita berpikir positif maka teman kita tadi juga jadi positif, demikian juga sebaliknya. Kita semua saling terhubung dengan perantara energi.

Tidak hanya dengan klien, kehidupan sayapun sangat terpengaruh oleh kekuatan pikrian saya sendiri. Jika saya bisa berpikir positif, dan tau benar apa yang harus dilakukan maka sangat mungkin terjadi, dan ini memang sedang saya nikmati hasilnya. Tapi bila saya bingung, tidak menentukan apapun, hanya berdiri di tengah, tidak memilih, maka yng terjadi adalah saya tidak mendapatkan apapun. Nanggunglah istilahnya… Untuk tau benar maka saya berusaha membuat struktur rencana yang jelas. Visi kehidupan harus jelas, maka misi dan strategi akan didapat. Ini berlaku untuk segala macam hal. Terutama jalannya kehidupan. Saya berusaha menjadikan ini secara terstrukr dan saya jadikan bahan bagi program solusi super sukses. Klien saya dampingi selama 3 bulan, dalam mengaktifkan seluruh potensi energi dalam diri, membuat strutur rencana kehidupan, membuat strategi yang tepat untuk membuat Harapan/Rencana menjadi kenyataan.

Energi yang kita pancarkan akan membawa informasi yang berasal dari pikiran dan hati kita. Energi ini akan saling menghubungkan.

Ada beberapa klien yang mencoba kekuatan pikiran ini namun kurang mendapatkan hasil yang optimal, kenapa ini bisa terjadi? Boleh dicatat bahwa pikiran kita ini juga bekerja dan terkait dengan hati atau jiwa kita. Jika hati tidak terkondisi dengan tepat maka akan ketenangan dan kedamaian tidak akan bisa tercapai, kekuatan pikiran akan menjadi luar biasa jika hati bisa ditata sehingga tenang dan damai. Dalam hati kita ada bagian bagiannya, seperti ego amarah dan keinginan. Bagian bagian ini tidaklah bisa dihilangkan, hanya bisa ditata. Jika bisa ditata dengan baik maka energinya akan menjadi sangat luar biasa. Energi inilah yang akan bisa membackup kerja pikiran.

Kekuatan pikiran manusia akan bisa menjadi sangat optimal manakala energi yang membackupnya juga baik. Ini yang sering tidak disadari. Saya melihat ada banyak praktisi kemampuan pikiran yang hanya melatih dan mengoptimalkan pikiran saja. Tapi tidak dengan hatinya. Jadi energi yang dihasilkan dan dipancarkan menjadi kurang optimal juga.

Metode yang saya pelajari selama ini, adalah sebuah metode energi. Energi yang dihasilkan dari aktifnya bagian bagian terpenting dari tubuh. Yaitu pusat pusat energi, ataus ering disebut chakra.

Setelah chakra bisa diaktifkan dan dioptimalkan maka energi yang dihasilkan akan menjadi bisa dimanfaatkan untuk menata hati dan pikiran. Ini yang menyebabkan, kekuatan pikiran manusia menjadi bisa dioptimalkan dan membuat jalannya kehidupan semakin baik. Makin mudah untuk meraih keberhasilan. Hubungan yang baik akan bisa dirasakan antara kita dan sekitar kita. Jika kita baik, maka sekitar kitapun akan baik. Karena kita saling berhubungan satu dengan yang lain. Karena kita sebenarnya adalah satu kesatuan yang utuh dari sistem Alam Semesta.x

Alam Papua ialah Tumbuhan, Hewan, Benda Alam dan Makhluk Roh

Alam yang ada di Papua, dan alam di seluruh muka Bumi perlu kita pahami dan terima sebagai sebuah keutuhan interaksi dan saling ketergantungan antara (1) makhluk roh; (2) benda alam; (3) tumbuhan; dan (4) hewan di mana manusia adalah hewan pintar, hewan berakal dan hewan ber-roh, hewan bermoral dibandingkan dengan hewan lain.

Sahabat Alam Papua artinya sahabat dari semua aspek dan unsur kehidupan yang ada di semesta alam, terutama di Bumi Cenderawasih.

Sahabat Alam Papua bukan berarti mengunjungi, mendaki puncak, memanjat tebing-tebik, treking dan sejenis yang dilakukan wisatawan  yang menamakan diri pecinta alam. Sahabat Alam bukan pecinta alam. Sahabat Alam menjadi bagian dari alam, hidup sesuai dengan dan untuk menguntungkan kepentingan alam sekitar, bukan hanya dalam rangka manusia menghibur diri, mengembangkan hobi, mencari sensasi, dan sejenisnya.

Sahabat Alam Papua hadir untuk menyapa mdengar makhluk selain manusia dan makhluk manusia Papua dengan budayanya sehingga pada waktu-waktu akan datang kita hidup saling menghargai, saling mengenal, saling menopang, dan saling berkomunikasi.