Month: August 2016

Kehidupan di Bumi dan hubungannya dengan reinkarnasi ( reinkarnasi 2 )

Erlangga Asvi

Apakah makna dari kehidupan di bumi dan hubungannya dengan reinkarnasi? Jika sebelumnya saya sudah mencoba untuk membahas mengenai reinkarnasi pada artikel saya sebelumnya ( baca : apakah yang dimaksud dengan reinkarnasi ? ) maka kali ini saya mencoba untuk membahas mengenai kehidupan di bumi, sebagai sebuah tahapan dalam proses reinkarnasi.

Kehidupan kita di bumi ini adalah sebuah tahapan dalam reinkarnasi, kehidupan ini adalah sebuah anugerah yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa kepada kita untuk bisa mendewasakan jiwa kita. Telah dibahas sebelumnya, bahwa yang bereinkarnasi adalah jiwa kita, bukan pikiran atau fisik kita. Jadi yang selalu mengalami perulangan kehidupan adalah jiwa kita. Jadi kita harus paham bahwa kehidupan di bumi dan hubungannya dengan reinkarnasi, adalah mengenai proses yang terjadi pada jiwa kita.

  •  Apakah yang dimaksud dengan jiwa manusia ?
  •  Baca: Pencerahan Spiritual : Sebuah perjalanan kedalam diri manusia 2 menuju Bagian Jiwa

 

Mengapa Manusia dilahirkan di Bumi ? Manusia diberi kesempatan Tuhan untuk memperbaiki diri agar status kualitas jiwanya menjadi lebih suci, sehingga bisa mengenal Tuhan yang patut disembah. Jadi Manusia dilahirkan di bumi ini bukan suatu kebetulan, tetapi ada maksud Tuhan di balik keberadaan kita di bumi ini.

Jika jiwa kita telah hidup di masa yang telah lalu, kemudian be- reinkarnasi lagi saat ini, ini artinya adalah bahwa jiwa kita perlu diperbaiki kualitasnya. Agar lebih baik dibandingkan saat yang telah lalu.

  • Apa yang seharusnya dikerjakan Manusia di Bumi ??

Tiap manusia berbeda diberi masa tenggang hidup di bumi (umur fisik semasa lahir hingga mati), jangan disia-siakan dalam berproses “mematangkan dan mensucikan jiwa”, inilah yang seharusnya dikerjakan Manusia secara maksimal semasa hidup di bumi.

 

 Bagaimana Seharusnya Manusia berproses/hidup di bumi

 untuk mematangkan dan mensucikan jiwa ??

 

Tujuan hidup Manusia di bumi adalah dalam rangka menuju tujuan hidup yang hakiki yaitu agar dapat kembali ke Asal atau Tuhan YME. Untuk mematangkan/ mendewasakan jiwa, Manusia harus berupaya meningkatkan kecerdasan kesadaran ke level jiwa bijaksana. ( Baca : Kesadaran Diri , Kesadaran Mulai Ada )  Seiring itu membersihkan kotoran jiwa atau energi negatif, sehingga posisi Anda berada di jiwa suci, yang secara otomatis akan terhubung dengan Nur/lapis subyek cahaya Tuhan terluar yaitu nurani yang berada di hati kita.

Bagaimana cara membersihkan diri dari energi negatif yang mengotori jiwa? Anda bisa mengikuti program saya ini : Program Penghapusan Energi Negatif Jarak Jauh

Jika kualitas jiwa sangat mempengaruhi proses Reinkarnasi, maka Bagaimana cara Manusia mendewasakan dan mensucikan jiwa ?

Persoalan yang termasuk hal paling pokok  adalah tahu dan tidak tahu cara/ilmunya/metodenya, kemudian persoalan utama yang kedua adalah untuk dapat berhasil efisien dan efektifitas  Apakah … perlu waktu 2 bulan ?, 1 tahun ..? 10 tahun…? 100 tahun …? hingga Keburu pindah alam atau mati !, hasilnya belum juga didapat …? dan Manusia masih tetap buta tidak mengenal Tuhan, padahal Tuhan ada di mana-mana dalam penampakan berbagai wujud sesuai frekuensi dimensiNya. Persoalan dasarnya adalah Manusia harus bisa memahami jiwanya sendiri.

Untuk bisa paham mengenai persoalan reinkarnasi ini ada banyak orang yang terjebak kepada teori dan filsafat saja, tidak banyak ( atau memang banyak yang terjebak ) orang yang memang berniat untuk mencari cara dan metode atau ilmu untuk bisa berpraktek secara langsung untuk bisa mendewasakan jiwanya. ( ingatlah bahwa persoalan pokoknya adalah soal jiwa, soal bagaimana medewasakan dan mensucikan jiwa, jadi hal inilah yang harus diketahui dan didapat metodenya )

 Pengetahuan Dasar: “Kenali Dirimu Sendiri”

Untuk bisa “Kenal Diri” secara utuh, diperlukan berbagai disiplin ilmu pendukung, setidaknya ilmu tentang RUH  (dzat yang menyebabkan jiwa hidup); ilmu tentang JIWA (psikologi) yang menyebabkan raga hidup; ilmu tentang RAGA: terdiri badan kasar/fisik dan badan halus/badan energi.

Dengan cara ini Manusia akan tahu tentang diri sejati (jiwa suci) dan jati diri (nurani atau titik pertemuan subyek cahaya Tuhan lapis luar dengan jiwa suci).

Baca : Pencerahan Spiritual : Sebuah perjalanan kedalam diri manusia 3 menuju Bagian Ruhani

Dalam kehidupan kita di bumi sudah seharusnyalah kita memahami diri kita sendiri, jika kita bisa memahami diri kita sendiri, maka kita tidak akan terjebak lagi dengan bagian bagian dari diri kita tersebut. Ada kalanya kita terjebak dengan pikiran kita sendiri, asumsi negatif yang muncul karena proses bekerjanya pikiran membuat kita terjebak dengan realita yang sebenarnya kita ciptakan sendiri.

Dalam kaitannya dengan reinkarnasi, Selain pikiran apalagi yang perlu dikenali ?

Baca : Pencerahan Spiritual : Sebuah perjalanan kedalam diri manusia 1

Banyak fragmen atau bagian dari hidup kita, yang kita kenal sebagai realita, muncul karena diri kita sendiri. Ini yang sebenarnya harus kita manfaatkan untuk meraih hidup yang lebih baik. Hidup yang bisa membuat kualitas jiwa kita menjadi lebih baik. Kehidupan di bumi dan hubungannya dengan reinkarnasi bisa kita sikapi dengan tepat. Agar di reinkarnasi berikutnya kita bisa memiliki kualitas jiwa yang lebih baik, atau bahkan kembali kepada Tuhan yang Maha Esa. Inilah tujuan hakiki kita sebagai manusia. Kembali kepada pencipta kita.

Bisakah kita mengenali diri kita dengan seutuhnya? Jika kita sudah masuk ke jalan spiritual energi, kita akan tau kemana harus melangkah, kemana tujuan kita yang hakiki. Mengenali diri dimulai dari terhubung dengan bagian bagian diri, dimulai dari bagian fisik, bagian pikiran, bagian jiwa hingga selanjutnya ke bagian Ruhani/Percikan cahaya Tuhan Di dalam diri manusia. ( jika ketertarikan anda adalah Mengenal Diri sebagai bagian dari perjalanan mengenali Tuhan, maka anda bisa mengikuti program saya ini, Program Pengembangan Diri Untuk Kesuksesan , program ini akan membuat anda mengenali diri dengan sarana energi diri anda sendiri, anda bisa masuk ke frekuensi yang tepat yang akna menghubungkan anda ke bagian bagian yang dimaksud, teori dan filsafat akan bisa anda nikmati setelah anda merasakan secara langsung pengalaman tersebut, dampaknya adalah hubungan yang nyata dengan sarana energi, untuk masuk ke frekuensi yang tepat, sehingga anda bisa terhubung dengan seluruh Alam Semesta. Inilah modal utama untuk menjadi pribadi yang bermakna dan bermanfaat ) Program tersbeut akan membuat anda bisa memahami Kehidupan di bumi dan hubungannya dengan reinkarnasi , dan meningkatkan kualitas jiwa anda, dengan visi utama : Kembali seutuhnya kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Apakah yang dimaksud dengan Reinkarnasi ? (Reinkarnasi 1)

Erlangga Asvi

Reinkarnasi ini adalah sebuah topik yang lumayan berat. Saya putuskan membagi topik dengan tema reinkarnasi ini menjadi beberapa artikel. Artikel pertama ini berjudul apakah yang dimaksud dengan reinkarnasi.

Ada yang percaya reinkanasi, ada juga yang tidak. Beberapa kitab suci ada yang mengulas mengenai hal ini secara gamblang, adalagi yang hanya dijelaskan melalui bahasa sastra, bahasa yang perlu dijabarkan lagi. Bahasa yang menyembunyikan maksud yang sebenarnya. Apakah yang dimaksud dengan reinkarnasi sebenarnya ada di kitab-kitab tersebut. Karena saya bukan ahli kitab suci maka saya tidak ingin memperpanjang masalah pembahasan mengenai pengertian reinkarnasi yang ada di kitab suci.

Menurut ilmu energi spiritual nusantara, reinkarnasi adalah sebuah proses bagi kita untuk lebih mendewasakan jiwa kita. Jiwa kita adalah hardisk atau bank data kehidupan kita. Otak kita hanyalah  prosesor saja. Input informasi dari panca indera akan diproses oleh pikiran, alam bawah sadar kita akan berfungsi layaknya RAM jika kita ambil persamaannya dengan gadget/ laptop/ smartphone/ pc. Nah tempat penyimpanan data yang sesungguhnya ada di jiwa kita yang jika pada gadget akan berfungsi sebagai Hardisk.  (apapun yang tersimpan di dalam jiwa kita, dengan prinsip prinsip atau hukum energi, maka informasi tersbeut akan terpancarkan ke alam semesta, alam semestapun akan merespon dengan mengirimkan energi yang akan termanifestasikan sebagai kejadian yang sama persis dengan informasi yang kita kirimkan sebelumnya: Masih ada harapan bagi semua yang ingin mengubah nasib)

Bagaimana bentuk dari data yang tersimpan di hardisk kita tersebut. Data tersebut berbentuk bongkahan energi yang didalamnya ada informasinya. Setiap aktifitas kita akan menghasilkan energi, positif dan negatif, jika pikiran kita menyatakan aktifitas yang kita lakukan adalah aktifitas positif, maka energi yang dihasilkan akan menjadi energi positif. Energi positif ini akan mempunyai informasi juga, informasi atas kejadian asalnya. Energi positif dan informasi ini akan tersimpan di bagian jiwa kita.

Suatu saat jika umur fisik kita sudah habis, kita akan meninggal dunia, fisik kita akan terurai kembali menjadi unsur tanah. Tapi bagian jiwa kita tidak dapat terurai ke tanah. Jiwa ini merupakan sebuah bagian eterik, bentuknya seperti gas yang padat. Nah bagian jiwa inilah yang nantinya akan bereinkarnasi.

Jiwa kita ini akan pindah alam, pindah ke dimensi yang lain. Di dimensi itulah kita menunggu proses untuk turun ke dunia ini.  (Di artikel yang lain saya akan sharing mengenai apa saja yang dilakukan ketika proses menunggu turun ke dunia ini.) Kemudian jika saatnya tiba, jiwa kita ini akan turun kembali ke dunia. Apakah yang disebut sebagai reinkarnasi? Proses pindahnya jiwa kita dimensi lain yang lebih tinggi dan kembali lagi ke dunia ini untuk melakukan proses pendewasaan, penyucian atau pembersihan adalah yang disebut sebagai reinkarnasi. Tuhan yang Maha Esa melalui sistem yang dibuatnya (Alam Semesta) membuat proses ini sebagai sebuah proses untuk menjadikan jiwa kita lebih dewasa, lebih bersih dari energi engatif. Nanti ketika jiwa kita ini sudah bersih (baca artikel: sebab terjadinya masalah dalam kehidupan , bebas dari kemelekatan dunia, bersih dari energi negatif, bersih dari informasi negatif, maka jiwa kita akan kembali ke asalnya, kembali kepada Tuhan yang Maha Esa.

Jika proses pendewasaan jiwa di dunia berjalan dengan baik, tentunya jiwa kita mempunyai kualitas yang lebih baik dibanding sebelumnya. Kualitas jiwa kita menentukan bagus tidaknya tempat menunggu di alam kemudian, kedewasaan jiwa kita menentukan akan menjadi siapa kita kelak di kehidupan setelah ini. Kesucian jiwa kita menentukan seberapa banyak kita harus bereinkarnasi. Apakah yang dimaksud dengan reinkarnasi? Semoga setelah ini anda akan lebih memahami lagi mengenai reinkarnasi. Di artikel yang selanjutnya kita akan bahas lagi reinkarnasi ini dengan sub tema yang berbeda. Bagi anda yang ingin lebih paham mengenai ini dan ingin bisa terhubung langsung ke bagian jiwa, maka anda bisa mengikuti program saya berikut ini : Workshop pengembangan diri untuk kesuksesan melalui jalan spiritual energy.

  • Niat Baik, jika tidak diekspresikan dengan strategi yang tepat, akan menarik hasil yang negatif.
  • Kedewasaan dari Kesadaran akan menjadi kunci bagaimana mengekspresikan niat baik kita.
  • Kehidupan adalah hasil dari Kedewasaan Kesadaran
  • Kehidupan akan mengalir ke tujuan yang sudah kita tetapkan sebelumnya,
  • kita sudah menetapkan tujuan kita sendiri,  melalui cara yang kita sadari ataupun tidak sadari

Bersambung ke bagian 2 : Kehidupan di Bumi dan hubungannyadengan reinkarnasi ( reinkarnasi 2 )

Penyebab Terjadinya Masalah Dalam Kehidupan Part 2

Erlangga Asvi

Jika di artikel sebelumnya saya banyak membahas mengenai kerja pikrian dan hati, maka artikel ini adalah sambungan dari artikel penyebab terjadinyamasalah dalam kehidupan 1.

Di artikel ini saya akan lebih banyak membahas mengenai persoalan energi yang timbul dari proses bekerjanya pikiran dan hati. Jika kita bisa paham mengenai soal yang mendasar ini maka kita akan bisa mencari solusi atas berbagai masalah kehidupan. Bisa saya katakan setelah saya menjalankan program sejak tahun 2013, penyebab terjadinya masalah dalam kehidupan adalah energi negatif dan positif, yang tidak tertata dengan baik.

Sebelum membaca artikel ini saya sarankan anda membaca bagian pertamanya dahulu, silahkan dibaca terlebih dahulu : Penyebab terjadinya masalah dalam kehidupan .bagian ke 1

Supaya lebih jelas lagi, saya akan memberikan ilustrasi sebagai gambar :

Segala tindakan kita akan menghasilkan energi, tida hanya tindakan fisik, tetapi juga tindakan pada pikiran dan hati. Kita berpikir akan menghasilkan energi, kita merasakan sesuatupun akan menghasilkan energi.

Awal mulanya, semua energi adalah murni, yang membuatnya menjadi positif dan negatif adalah manusia atau diri kita sendiri. Aktifitas yang dinyatakan sebagai aktifitas positif oleh pikiran kita akan menghasilkan energi positif. Demikian juga sebaliknya.

Energi ini akan tersimpan di bagian jiwa/hati kita. Hati kita merupakan sebuah bank data informasi atau di gadget kita disebut sebagai hardisk.

Energi yang tersimpan ini akan menarik datangnya energi yang sejenis dari alam semesta. Jika kita menyimpan banyak energi positif maka kita akan menarik kejadian kejadian positif, tidak hanya itu saja…orang orang yang memiliki kandungan energi positif tinggi, akan berdatangan ke sekitar kita. Demikian juga sebaliknya. Hukum tarik menarik energi ini yang juga disebut sebagai hukum tarik menarik atau law of attraction ( mengenai ini, anda bisa membacanya pada artikel saya yang berjudul Hukum Tarik Menarik )

Nah bagaimana jika energi yang tersimpan di dalam diri kita lebih banyak yang negatif? Inilah yang menjadi penyebab terjadinya masalah dalam kehidupan. Kita akan menarik datangnya berbagai masalah yang merupakan manifestasi dari energi negatif. Orang orang yang negatif akan banyak berdatangan di sekitar kita.

Tentunya anda pernah mendengar, sebuah kata kata bijak dari kitab suci. “Berkumpullah kalian dengan orang orang baik”. Orang orang baik tersebut adalah orang orang yang memiliki kandungan energi positif tinggi. Kita berharap jika berdekatan dengan mereka, energi negatif kita bisa sedikit demi sedikit berganti menjadi positif. Anda bisa membaca mengenai ini di artikel saya : Hukum Transmutasi Energi  .

Seringkali, ketika sedang ada banyak pikiran, kita ingin membuat diri kita lebih plong, lebih nyaman, sedikit menghilangkan beban kita, dengan cara bercerita, curhat ke seseorang yang kita anggap mampu menerima curahan hati kita. Ketika sedang ada masalah ini sebenarnya kita juga menyimpan banyak kandungan energi negatif di dalam diri kita. Karena itulah, tanpa sadar kita ingin sekali mengembalikan level energi dalam tuuh kita menjadi positif kembali. Nah proses curhat tersebut juga begitu. Kita ingin membuang energi negatif. Energi negatif akan terbuang, yang bahaya adalah teman curhat kita, bisa bisa energi negatif akan berpindah kepadanya. Karena itulah, untuk menjaga hal ini, biasanya kita diharuskan bertindak tenang saat menerima curhatan orang lain. Jika tenang, informasi yang dibawa energi negatif bisa dihalangi untuk terkonfirmasi lewat pikiran kita. ( referensi : Pembentukan Karakter Dengan Kebiasaan Rileks dan Tenang ) Jika tidak bisa, maka biasanya kita akan tertular masalah yang sama dengan masalah yang dicurhatkan teman  kita kepada diri kita.

Saya pernah menghadapi kasus, sebuah group arisan ibu-ibu, pada mulanya satu orangs aja yang bercerai, kemudian setelah ibu ini curhat mengenai masalahnya ke banyak anggota group, maka banyak diantara mereka ( anggota group ) yang juga mengalami masalah perceraian ini.

Ini juga bisa menjadi penyebab terjadinya masalah dalam kehidupan. Saya sendiri sering mengalami ini. Ketika saya menerima curhatan orang lain, saya berusaha menenangkan diri saya, dan menggrounding, atau membuang energi negatif tersebut ketempat yang tepat. Jika tidak..maka bisa bisa saya tertular masalah yang sama dengan para klien yang mengikuti program saya.

Pada artikel lanjutan dari penyebab terjadinya masalah dalam kehidupan ini, saya akan bercerita, berbagi mengenai bagaimana program saya bekerja, Program penghapusan energi negatif. Dan kenapa bisa begitu banyak orang yang  mendapatkan keajaiban dari program tersebut. Silahkan ditunggu kelanjutannya :  Energi adalah solusi dari segala masalah kehidupan.

http://www.erlangga.my.id/2016/03/penyebab-terjadinya-masalah-dalam_3.html

Penyebab Terjadinya Masalah Dalam Kehidupan Part 1

Erlangga Asvi

Penyebab Terjadinya Masalah Dalam Kehidupan adalah tema yang membuat saya membuat program yang memberikan solusi terhadap masalah kehidupan itu sendiri. Tapi tentunya kita juga harus mencari sebab dari terjadinya masalah ini, karena jika kita bisa tahu kenapa masalah ini datang dalam kehidupan kita, maka kita bisa mencari solusinya.

Setelah ini anda harus membaca artikel saya yang terdahulu yaitu 12 hukum alam semesta . Penyebab terjadinya masalah dalam kehidupan ini sangat terkait dengan hukum energi yang ada di alam semesta.

Setiap tindakan, baik itu aktifitas fisik dan berpikir akan menghasilkan energi. Jika aktifitas kita dinyatakan oleh pikiran dan hati sebagai aktiftas positif maka akan menghasilkan energi positif, demikian juga sebaliknya. Energi positif ini akan tersimpan di dalam diri kita. Di sebuah bagian yang merupakan tubuh etherik, atau tubuh bioplasmik, atau tubuh halus, atau disebut juga sebagai tubuh energi. Inilah yang disebut sebagai Hati atau Jiwa atau Soul atau Rohani. Energi yang tersimpan di bagian jiwa ini membawa informasi kehidupan kita. Baik kehidupan di masa lalu, masa kini atau bahkan informasi yang akan membentuk masa depan kita. Pembahasan ini hampir sama dengan pembahasan saya di artikel Cara Buang Sial dengan Program Penghapusan Energi Negatif.

Inilah yang menurut saya awal mula dari hukum karma. Baik karma positif dan negatif. Jika suatu saat tubuh fisik kita sudah tidak ada, proses ini disebut sebagai “meninggal dunia”, meninggalkan dunia, maka tubuh etherik kita, yaitu jiwa tersebut akan tetap ada. Jiwa atau hati kita akan berpindah ke dimensi yang berbeda. Yang mengatur semua proses ini adalah Alam Semesta. Alam Semesta adalah Sistem yang maha canggih dan rumit yang dibuat oleh Tuhan Yang Maha Esa untuk mengakomodir segala kehidupan yang ada di dalamnya. Multi Dimensi dan berlaku untuk semua ciptaan Tuhan.

Penyebab Terjadinya masalah dalam kehidupan akan bermula pada diri kita sendiri dan ini akan sangat terkait dengan hukum energi alam semesta.

 

Suatu saat kita berpikir, kemudian jiwa kita akan merespond. Timbullah “rasa”.

 

Yang terjadi pada pikiran kita : pikiran akan merespond/memproses semua informasi yang masuk melalui panca indera. Bisa lewat telinga kita, mata kita, hidung dan lain sebagainya. Informasi yang masuk akan diproses. Alam bawah sadar adalah sebuah sistem yang mirip dengan RAM yang ada di gadget kita. Tempat penyimpanan data sementara, sedangkan hardisknya atau tempat penyimpanan data utama adalah di hati/jiwa. Pikiran kita akan membandingkan data yang sudah ada  ( yang merupakan hasil dari pemrosesan yang terdahulu ) dengan data yang diproses.

Jika suatu saat kita mengalami sebuah kejadian, misalnya kita pernah beruntung ketika bekerja sama dengan si A, nah otak kita akan menyimpan data informasi tersebut, dilengkapi dengan rasa yang muncul dari  hati kita. Data ini akan disimpan sementara pada RAM/Alam Bawah Sadar dan akan disimpan selamanya di Hardisk/Jiwa. Jika suatu saat ada peristiwa yang hampir mirip, otak kita akan mencari perbandingan, atau referensi dari data informasi yang ada di Jiwa. Akhirnya kita mempunyai standar, mengenai siapa yang bisa kita ajak kerja sama supaya beruntung kembali, seperti apa keuntungan yang akan kita dapatkan. Dan seterusnya…

Otak – Pikiran akan menyimpulkan setiap informasi yang masuk melalui panca indera. Kesimpulan ini sering kita sebut sebagai asumsi. Yang sering terjadi adalah kita sering berasumsi negatif.  Jika kita berasumsi negatif maka hati kita akan merespon dengan rasa tidak enak, tidak nyaman, tidak suka, dan lain sebagainya.

Dan yang sering terjadi adalah kita akan dikendalikan oleh rasa tidak enak ini, akhirnya rasa tidak enak ini akan mendominasi.

Salah satu bagian dalam tubuh kita yang termasuk di tubuh etherik adalah pusat energi, disebut juga sebagai chakra. Chakra Sahasrara ( referensi mengenai chakra sahasrara bisa anda baca di artikel saya : Chakra Sahasrara ) yang ada di bagian ubun-ubun kita adalah sebuah alat penghubung ( pemancar dan penerima energi yang membawa informasi/data, dari diri kita ke alam semesta, ataupun sebaliknya ). Jika kita mengirimkan asumsi negatif kita ke alam semesta, maka alam semesta akan merespond .Respondnya adalah energi yang membawa data dan termanifestasikan sebagai kejadian yang sama persis dengan asumsi kita. Untuk mendapatkan gambaran mengenai kejadian ini, anda bisa membaca artikel saya yang berjudul : Hukum Sebab Akibat   , Hukum Tindakan

Penyebab segala masalah dalam kehidupan adalah pikiran dan hati kita sendiri. Tanpa sadar kita menciptakan realita kehidupan berdasarkan asumsi pikiran dan rasa. Persepsi kita terhadap kehidupan kita sendiri diciptakan oleh asumsi kita terhadap sebuah peristiwa. Dan kebanyakan, atau yang sering terjadi adalah kita berasumsi negatif, sehingga peristiwa yang kita hadapi juga menjadi peristiwa negatif. Belum lagi kita menghadapi sebuah peristiwa, kita sudah membuat modal asumsi negatif, maka yang terjadi adalah munculnya kejadian negatif.

Yang lebih parah adalah kita tidak dibiasakan oleh sistem pendidikan baik di level keluarga ataupun sekolah ( baik di tingkat dasar sampai tingkat lanjut ) untuk mengenal sistem tubuh kita dengan baik. Bagaimana Pikiran bekerja, bagaimana hati bekerja, bagaimana energi bekerja, malah yang terjadi adalah kita menyuburkan penggunaan asumsi negatif sebagai modal konstruksi berpikir kita.

Yang kita bicarakan barulah pikiran, belum lagi sistem hati/jiwa. Ini adalah sebuah sistem dalam diri kita yang tidak bisa dihilangkan, sama seperti pikiran negatif, atau asumsi negatif, ini tidak bisa dihilangkan, yang bisa kita lakukan adalah Sadar – Kenal – Pilah – Pilih – Optimalkan – Manfaatkan.

Hati atau jiwa kita ini terdari bagian-bagian yang sering disebut juga sebagai nafsu. Nafsu baik dan buruk. Menurut keilmuan saya, yaitu keilmuan energi spiritual nusantara, Anatomi hati adalah : ( Dimulai dari bagian yang peaing luar- atau paling dekat dengan pikiran ) Jiwa Amarah – Jiwa Keinginan – Jiwa Ego – Jiwa Tenang – Jiwa Bijak – Jiwa Murni – Jiwa Suci . Tempat penyimpanan data kehidupan kita adalah di bagian ini. Sering sekali terjadi kita merespond asumsi baik positif atau negatif dari pikiran dengan menggunakan bagian jiwa yang tidak tertata dengan baik. Misalnya saja kita merespond segala kejadian dengan Jiwa Ego. Yang terjadi adalah dominasi Ego Pribadi atau Kelompok yang saat ini sering kita lihat terjadi pada keseharian, pada lingkup keluarga, ada ego suami dan ego istri, di level pekerjaan : ada ego perusahaan, ego karyawan. Di jalanan : ada ego pengguna motor, ego pengguna mobil dan banyak yang lain lagi.

Jika saja kita terbiasa dalam menata pikiran dan hati maka masalah akan bisa dihindari, kalaupun terjadi, maka kita akan kembali kepada diri kita, kita harus melakukan introspeksi diri dengan baik. Karena segala yang terjadi, baik positif atau negatif adalah karena diri kita sendiri, melalui proses berpikir dan bekerjanya hati (perasaan).

Penyebab terjadinya masalah dalam kehidupan adalah diri kita sendiri. Untuk itulah kita harus mulai memahami cara bekerjanya bagian bagian dari diri kita, baik itu bagian tubuh fisik / body ( organ –organ tubuh di bagian dalam dan luar ), Pikiran/mind, Hati/jiwa/rohani/soul dan Spirit/Ruhani. Pembahasan detail mengenai bagian Ruhani akan saya sampaikan kemudian, lebih detail di program level 6.

Bagi saya, mengenali diri saya sendiri adalah sebuah awal dari kehidupan. Sebuah jalan untuk mengenali Pencipta kita. Setiap kejadian yang terjadi, setiap masalah yang terjadi adalah sebuah cara bagi kita untuk lebih paham mengenai diri kita sendiri, lebih paham mengenai Alam Semesta, Lebih paham mengenai Sang Maha Kuasa. Penyebab terjadinya masalah  adalah diri kita sendiri, dan solusi atas masalah tersebut juga ada di dalam diri kita sendiri.  Bersambung ke artikel ke 2, Penyebab terjadinya masalah dalam kehidupan bagian ke -2

Pencerahan Spiritual : Sebuah perjalanan kedalam diri manusia 3

Erlangga Asvi

Setelah di 2 artikel sebelumnya pembahasan mengenai pencerahan spiritual membahas mengenai 2 stasiun, yaitu 1 stasiun pikiran (Pencerahan Spiritual : Sebuah perjalanan kedalam diri manusia 1 ) dan stasiun ke 2 stasiun jiwa (Pencerahan Spiritual : Sebuah perjalanan kedalam diri manusia 2 ) . Maka kali ini kita akan masuk ke stasiun yang lebih dalam lagi, sebuah stasiun yang menjadi esensi hidup kita. Esensi energi yang membuat semua sistem di tubuh kita menjadi hidup. Stasiun energi murni, energi suci dari sang maha pencipta.

Sekali lagi saya tegaskan, jika kita beruntung sudah melewati 2 stasiun sebelumnya, yang tentu saja perjalanan Pencerahan spiritual ke dalam diri kita sendiri ini maha dahsyat rumit dan tidak akan pernah berakhir, karena dan ada banyak pintu cahaya yang ditemui, berbagai frekuensi kita lalui, berbagai spektrum warna yang kita dapatkan dan harus kita pilih, berbagai macam informasi seluruh perjalanan kehidupan (baik di kehidupan masa lalu, ataupun masa kini) yang adakalanya menjebak kita dengan gambaran gambaran yang seolah nyata, bahkan terkadang kita menemukan wujud yang mirip sekali dengan wujud fisik kita, atau bahkan sebuah fragmen kehidupan dari masa  lalu kita.

Jika semu hal tersebut bisa dilewati kita akan masuk ke bagian Baterai Kehidupan, atau pemasok daya kehidupan kita. Bagian ini adalah bagian yang dalam ranah agama menjadi bagian yang sakral, karena tertulis pada kitab, bahwa informasi mengenai bagian ini hanyalah hak bagi sang pencipta, kita hanya diberi sedikit saja informasinya. Tapi sedikit informasi ini ( sedikit dari sudut pandang Sang Pencipta ) adalah sangat banyak bagi kita.

Bagian ini adalah bagian yang sering disebut sebagai bagian ruh, atau ruhani atau percikan cahaya tuhan di dalam diri manusia, atau juga dalam bahasa inggris sebagai divine spark, divine light. Dan masih banyak lagi sebutan yang lain dari berbagai tradisi budaya dan kepercayaan yang ada di bumi, ataupun penjuru alam semesta, dan multi dimensi.

Dalam istilah ilmu energi spiritual nusantara, bagian ini disebut sebagai bagian Ruhani, yang merupakan percikan cahaya tuhan yang ada di dalam diri manusia. Inilah yang merupakan sumber energi yang maha dahsyat yang ada di dalam diri kita. Bagian bagian fisik (sel, organ tubuh bagian dalam dan luar) , etherik (pikiran, jiwa, chakra – pusat energi) akan bekerja jika mendapat pasokan energi dari bagian ini.

Bagian ini membawa esensi dan sifat dan sang pencipta. Jika kita bisa terhubung dengan bagian ini maka kita akan juga bisa terhubung dengan alam semesta, atau bahkan dengan para mahluk di semua dimensi, atau bahkan kepada sang pencipta sendiri.

Bagian Percikan Cahaya Tuhan ( The Divine Spark ) ini dibagi menjadi 3 bagian, Berikut ini adalah anatomi dari bagian ini :

(1) Bagian paling luar, yang juga berhubungan secara langsung dengan bagian jiwa (dalam hal ini jiwa bagian/lapisan jiwa suci), bagian ini disebut sebagai bagian Ruhani. Bagian ruhani ini adalah bagian atau kulit paling luar. Energi yang terkandung pada bagian ini bisa terhubung dan fit dengan multipel dimensi. Energinya mengandung informasi mengenai jalan atau pathway ke arah sang pencipta, yang bisa dicapai dari semua dimensi dan frekuensi. Energinya mengandung nama dari sang maha pencipta.

Energi Ruhnani adalah Energi dengan kualitas ilahiah/ Tuhan, paling luar atau membawa aura “nama Tuhan”, yang menyatu dengan pribadi tinggi kita (jiwa suci). Banyak manusia yang sebelum memulai aktifitas menyatakan : “Dengan nama Tuhan” atau “Atas nama Tuhan”, tetapi karena belum disertai Energi Ruhani, maka pernyataan tersebut bagaikan nyanyian kosong – hambar-hambur ditelan Alam, tidak mempunyai nilai atau efek kekuatan Aura Nama Tuhan, sangat disayangkan bukan??

Bagaimana cara untuk memanfaatkan energi di bagian ruhani ini, anda bisa baca referensi berikut ini : Pencerahan Ruhani , Praktisi Energi Ruhani

(2) Bagian yang selanjutnya adalah bagian Ruh Suci. Bagian ini adalah bagian yang mengandung karakteristik atau sifat-sifat dari sang pencipta. Ruh Suci adalah sumber dari semua RUH mahluk ciptaan, termasuk Ruh Pribadi umat manusia yaitu RUHANI. Di kedalaman Ruh Suci terdapat RUH TUHAN atau Zat Tuhan, sedangkan RUH Suci membawa sifat-sifat TUHAN dan RUH ANI membawa nama-nama TUHAN, semua mahluk ciptaan termasuk manusia membawa wujud TUHAN, dan semua perbuatan mahluk TUHAN yang mengikuti petunjukNya membawa perbuatan Tuhan.

Seseorang yang posisi kesadarannya telah sampai pada Diri Sejati ( jiwa suci ) maupun telah sampai pada jati diri ( Ruhani/ Nurani ) tidak akan bisa serta merta terhubung dengan RUH TUHAN. Kualitas energi jati diri tidak satu frekuensi dengan Energi Ruh Tuhan, jadi harus melalui proses pemurnian dalam satu keadaan dengan Ruh Suci terlebih dahulu, baru bisa koneksitas dengan Ruh Tuhan.

Ini adalah sebuah bagian dari tahapan pencerahan spiritual, Energi Ruh Suci adalah Energi kualitas Ilahiah/ Ketuhanan yang membawa aura “SIFAT TUHAN”, posisinya satu lapis di dalam Energi ruhani. Energi Ruh Suci mempunyai daya kekuatan melampaui Energi Ruhani maupun mahluk semua ciptaan, termasuk Alam Semesta bahkan Malaikat sekalipun.

Referensi : Pencerahan Ruh Suci, Praktisi Energi Ruh Suci

(3) Bagian selanjutnya adalah inti dari RUHANI, disebut sebagai Ruh Tuhan, ini adalah bagian akhir yang bisa kita temui dalam proses Pencerahan Spiritual perjalanan ke dalam diri manusia. Karena inilah inti dari manusia itu sendiri. Ruh Tuhan adalah Zat Tuhan atau inti RUH yang Maha Hidup, yang menghidupi segala sesuatu. Di kedalaman RUH TUHAN sementara ini belum tahu sehingga kami sebut sebagai misteri atau Rahasia Tuhan. Hanya orang-orang yang dikehendaki Tuhan-lah, maka Tuhan membuka/ menyingkap diri-Nya akan setetes dua tetes Rahasia-Nya.

Untuk mencapai suatu keberadaan dengan RUH TUHAN, kesadaran kita harus ditingkatkan sehingga dalam frekuensi yang sama, koneksitas atau keterhubungan terjadi, dalam keadaan seperti ini kita mengalami kondisi bersama Tuhan atau sering disebut “TUHAN  BERSAMA KITA”.

Puncak tujuan hakiki manusia adalah kembali ke Tuhan, kembali ke asal. Tetapi faktanya perjalanan hidup manusia di dunia ini justru banyak yang menyimpang arah dari tujuan. Banyak yang terjebak dalam kemelekatan duniawi, terombang ambing bagaikan buih dan ombak di lautan, kesenangan sesaat membawa kepedihan rasa jiwa yang tak berkesudahan. Mari mulai saat ini, kita adakan perubahan hidup, bertekad merevolusi jiwa-pikiran kearah tujuan kebenaran-kembali ke Tuhan, kita lahir baru di dunia ini. Menjadi manusia baru, yaitu “MANUSIA YANG BERMAKNA”.

Manusia Bermakna : bermakna bagi dirinya sendiri, bagi keluarganya, bagi masyarakat, bagi lingkungannya, bagi bangsa dan Negara, bagi dunia dan akhirat.

Energi Ruh Tuhan adalah energi dengan kualitas Ilahiah/ Ketuhanan yang merupakan Zat Tuhan, sumber akan kebenaran dan memancar sifat-sifat Tuhan, menyinari nama-nama Tuhan, menggerakkan Perbuatan Tuhan, mewujudkan Kehendak Tuhan, Misteri-Nya atau Rahasia Tuhan meliputi segala sesuatu.

Walaupun sesaat, para praktisi telah memiliki kemampuan atau pengalaman: Kesadaran dirinya menyatu – manunggal dengan kesadaran RUH TUHAN. Pada posisi ini kualitas energi kesadarannya bermuatan Energi RUH TUHAN atau bisa disebut sebagai “Energi KESADARAN TUHAN”

Peringatan penting dan jangan salah paham!. Bahwa pencerahan spiritual adalah sebuah kondisi dimna yang menyatu, manunggal adalah Energi Kesadaran nya. Otak-Pikiran-Logika tidaka menjangkau hal ini, karena bukan domainnya/ wilayahnya, mencoba-coba menilmiahkan hal ini, hasilnya akan menjadi salah kaprah. Logika dan Jiwa hanya mampu mendapatkan “PENGETAHUANNYA” yang sifatnya “menghantar” masuk ke wilayah “hati”. Energi RUH TUHAN wilayahnya adalah hati dikedalaman yang tak terhingga.

Referensi : Pencerahan Ruh Tuhan , Praktisi Energi Ruh Tuhan

Inilah titik tujuan paling akhir dari perjalanan ke dalam diri ini. Selanjutnya jika ini sudah dicapai, maka tugas kita adalah lebih memahami bagaimana energi ruh tuhan ini. Cara memahaminya adalah meningkatkan kualitas energi kita, sehingga kita selalu bisa masuk, dan kemudian memperpanjang durasi “tap in” di frekuensi ruh tuhan kini. Jika durasinya panjang, pastinya kita akan jadi lebih bisa memahaminya lagi. Pencerahan spiritual adalah bagaimana kita bisa tercerahkan dengan energi dan informasi yang didapat dari bagian Ruh Tuhan ini.  Energi dan informasi dari sumber lain hanyalah sebagai konfirmasi atas ketidak mengertian kita terhadapnya. Untuk memperpendek durasi belajar, maka carilah metode atau guru yang bisa membawa anda masuk langsung ke bagian Ruh Tuhan ini. Saran saya, cobalah untuk bisa mendapatkan sensasi dari hasil atau manfaat yang diperoleh dari energi dan informasi dari Ruh Tuhan Secara langsung. Hindarkan terjebak pada sensasi ketika berproses. Jika anda tertarik untuk bisa melakukan perjalanan cahaya ke dalam diri anda sendiri dan terhubung dengan bagian Percikan Cahaya Tuhan yang ada di dalam diri anda, maka anda bisa mengikuti programs aya yang berikut ini :

PROGRAM PENGEMBANGAN DIRI UNTUK KESUKSESAN dengan cara MENGENAL DIRI SENDIRI SEUTUHNYA

Atau anda bisa langsung menghubungi saya untuk informasi dan pendaftaran

Master Erlangga

Hp : 0813.3166.3166 / 0818.823.166 / 0812.9797.3166

W.A : 0896.3987.8115

BBM : ePOSITIF

Pencerahan Spiritual : Sebuah perjalanan kedalam diri manusia 2

Erlangga Asvi

Nah bagaimana selanjutnya setelah masuk ke jalan cahaya itu. Bagaimana selanjutnya pencerahan spiritual ini bisa membawa ke kondisi terhubung atau terkoneksi dengan cahaya  tuhan di dalam diri?

Sekali lagi saya ingatkan, jalan spiritual yang saya gunakan, bersumber dari ilmu energi spiritual nusantara, ilmu ini menitik beratkan kepada perjalanan spiritual ke dalam diri, bukanlah ke luar, bukan jalan spiritual bertemu dengan mahluk mahluk gaib, benda benda gaib, jangan terjebak antara spiritual dan supranatural. Pencerahan spiritual adalah sebuah kondisi dimana kita bisa terhubung dengan percikan cahaya tuhan yang ada di dalam diri kita. Hanya itu saja. Dan itu adalah hal yang absolut.

Anda harus membaca awal artikel ini dahulu, yaitu Pencerahan Spiritual: Sebuah perjalanan kedalam diri manusia 1, jika anda sudah membaca barulah artikel ini bisa anda pahami.

Ketika sudah masuk ke jalan cahaya, kita akan mendapati lorong-lorong cahaya, ada berbagai macam spektrum warna dari cahaya tersebut yang akan kita temui. Lorong-lorong cahaya tersebut akan melewati pikiran, alam bawah sadar, bagian bagian jiwa, barulah pada akhirnya “jika beruntung” bisa sampai ke percikan cahaya tuhan.

Ada banyak jalan yang harus kita lewati, itulah yang membuat perjalanan ini bisa begitu panjang.

Di dalam pikiran ada banyak informasi atau data yang berasal dari proses berpikir, dimana pikiran adalah sebuah prosesor data, yang mengolah data atau informasi yang masuk melalui panca indera. Bagian ini biasanya menyimpan data data baru, data data yang baru masuk dari panca indera. Bukan data lama, tapi baru. Kita bisa mendapati informasi atau data tersebut dalam banyak bentuk, ada yang melihatnya secara langsung, ada yang mendapatkan pemahaman, dan lain sebagainya.

Ketika kita sudah lulus di bagian tersebut maka kita akan masuk ke bagian alam bawah sadar, disini juga sama, bagian ini bisa dianalogikakan sebagai RAM pada gadget kita.  Bagian ini menyimpan sementara data data yang sudah diproses di pikiran. Bisa saja, kita akan menemui data lama, tapi ini sangat jarang terjadi.

Kemudian pencerahan spiritual yang kita alami tidak akan berhenti, bila kita lulus melewati bagian tersebut kita akan masuk ke bagian jiwa. Di bagian jiwa, bisa kita analogikakan sebagai hard disk, semua fungsi penyimpanan informasi kehidupan kita. Bisa saja kita menemui data lama yang berasal dari kehidupan kita sebelumnya ( referensi artikel : Reinkarnasi ). Kita juga harus paham bagian bagian atau anatomi bagian ini.

 

Percikan cahaya tuhan  adalah sumber energi yang membawa

potensi kehidupan

sedangkan otak adalah fisik yang bersifat material

dan jiwa adalah substansi kemanusiaan yang bersifat energial

 

Karena Jiwa adalah energi, maka ia akan menjadi daya dorong bagi munculnya “fungsi” sebagai karakter utama jiwa. Otak memiliki struktur yang khas, sehingga ia menyimpan energi yang khas pula. Energi listrik yang menjadi media bagi munculnya fungsi atau sifat sifat adalah gambaran tentang mekanisme kejiwaan itu.

Apa sajakah bagian dari jiwa ini : di workshop energi spiritual nusantara (workshop ini bisa anda ikuti pada : Program Pengembangan Diri Untuk Kesuksesan ) anda akan diajarkan bagaimana terhubung dan bisa memahami, sekaligus bisa membersihkan bagian-bagian jiwa dari energi negatif. Energi negatif ini muncul dari segala aktifitas yang negatif, yang dinyatakan negatif oleh keyakinan kita. Menurut sifatnya jiwa terbagi menjadi 7 bagian utama, sifat sifat jiwa ini bisa berpengaruh terhadap pola berpikir, pola pengambilan keputusan ataupun pola bertindak kita.

Apakah yang dimaksud dengan jiwa ?

di mana letaknya dan bagaimana wujudnya ? Jiwa itu adalah identitas diri sejati manusia, Raga hanyalah alat atau kendaraan jiwa. Jiwa bersemayam di hati – berlapis-lapis, Jiwa terdiri dari 7 lapis. Tiap-tiap lapis ada ratusan sub lapis dengan fungsi yang berbeda-beda, dan tiap sub lapis terdiri sub-sub lapis lagi yang  tak terhingga banyak fungsinya. Wujud dari Jiwa adalah Cahaya, Singkatnya jalan atau cara termudah agar semua tercakup untuk mencapai Tujuan Hakiki adalah dengan mengenali diri sendiri secara utuh.

Beberapa orang yang masuk ke jalan cahaya ini dengan mengikuti ilmu spiritual dari tradisi tradisi yang ada, seringkali bertemu dengan bagian jiwa kita ini dengan wujud yang berbagai macam tetapi walaupun macam macam tapi tetap menyerupai atau sama dengan wujud fisik kita, bila kita bertemu dengan jiwa bijaksana maka kita akan melihatnya sebagai perwujudan diri kita yang bijaksana, dan lain sebagainya.

Karena kita sudah mengalami banyak putaran kehidupan ( reinkarnasi ) maka ada banyak juga informasi yang ada di dalam jiwa kita. Beberapa orang yang bisa mengakses informasi tersebut bahkan bisa menggunakan informasi tersebut dan diolah menjadi skill yang bisa digunakan untuk kesuksesannya di kehidupan saat ini. Apakah itu termasuk pencerahan spiritual ? bisa saja, karena itulah salah satu tahapan yang harus dilalui, walaupun itu hanya tahapan, bukanlah hasil akhir yang kita harapkan.

Jika anda mencari pencerahan hidup, maka inilah sebuah jalan hakiki yang bisa anda tempuh, jalan yang membuat anda tercerahkan ( Mencari pencerahan hidup )

Tapi jangan sampai tercapainya sebuah tahapan itu menjebak kita, karena tujuan kita, pencerahan spiritual yang hakiki adalah mengenal diri kita yang sebenar benarnya, mengenal semua bagian dari diri kita, bukan hanya bagian fisik kita saja, melainkan bagian yang lebih penting, yaitu pikiran, jiwa dan percikan cahaya tuhan ( sering juga disebut sebagai ruhani, divine spark, cahaya suci, dll ). Karena banyak bagian yang ada di dalam tubuh etherik ( tubuh energi yang tida bisa dilihat mata ) maka perjalanan kita juga panjang. Jika tidak ada yang membimbing maka perjalanan itu bisa saja terhenti, terjebak di alam yang sesungguhnya bukan  alam yang kita tuju.

Perjalanan ke dalam diri kita ini, perjalanan cahaya yang dimulai dari terbukanya pintu cahaya dari pineal gland, masuk ke setiap neuron yang ada dalam otak, bertemu semua informasi baru yang sedang dan sudah diproses, kemudian terus masuk ke partikel yang lebih dalam lagi yang masih ada di bagian otak, bagian bagian yang lebih kecil dan halus lagi, yang “mulai” bisa diraba oleh fisika kuantum, yang berada di jaringan otak manusia. Jaringan halus dan kecil ini adalah bagian jiwa kita. Bagian bagian jiwa yang diisi informasi kehidupan kita, baik saat ini ataupun saat yang lalu, yang tentunya akan sangat banyak. Inilah jebakan yang menghambat bila kita tidak paham. Tidak berusaha terus maju. Apalagi yang masuk ke ranah pencerahan spiritual yang berlatar belakang teori dan filsafat. Pembahasan demi pembahasan tanpa mengalami sendiri perjalanan spiritual yang memunculkan pencerahan. Teori,  filsafat dan sastra yang akan membuat kita hanya masuk di ranah “seolah-olah” paham saja. Padahal belum mengalami sendiri. Saya bersyukur ilmu energi spiritual nusantara yang saya miliki bisa membawa saya masuk dan mengalami sendiri, mengenali sehingga bisa mulai memahami bagian bagian dari diri saya ini.

Bersambung ke bagian 3 : Pencerahan Spiritual, Perjalanan menuju Percikan Cahaya Tuhan di Dalam Diri

Pencerahan Spiritual : Sebuah perjalanan kedalam diri manusia 1

Erlangga Asvi

Tentunya anda sering mendengar mengenai ilmu spiritual bukan? Ilmu spiritual adalah ilmu yang mempelajari mengenai spirit, atau dikenal juga dengan nama, percikan cahaya tuhan di dalam diri. Jika kita bisa terkoneksi dengan percikan cahaya Tuhan di dalam diri ini, maka pencerahan spiritual akan bisa terjadi.

Saya tidak akan membahas ini dari sudut pandang agama, walaupun dari sudut pandang agama ada berbagai macam referensi mengenai hal ini. Pencerahan spiritual yang akan saya bahas adalah dari sudut pandang energi. Karena ilmu dasar yang saya punyai adalah dari ilmu energi spiritual nusantara.

What you are, indeed, is a grand embodiment of electromagnetic energy. That is, every facet of you, your physical body, your consciousness, your thoughts and beliefs and you emotional beingness are all entwined to create a body of energy which is likened unto a magnet. This energy has a resonance, a vibrational frequency which draws to itself that which matches its own frequency.

Pencerahan ini juga bisa didapat bertahap, dimulai dari pencerahan jiwa, baru kemudian pencerahan spiritual. Anda bisa membaca ini di artikel saya sebelumnya : Pencerahan Hidup .

Ada beberapa metode spiritual untuk bisa menuju kepada sebuah kondisi dimana kita bisa terkoneksi dengan percikan cahaya tuhan di dalam diri ini. Saya sudah mencoba beberapa macam metode yang ada , baik ilmu spiritual dari tradisi ataupun agama. Tapi sebenarnya semuanya hanya merujuk kepada sebuah kondisi, yaitu kondisi dimana kita bisa terhubungnya, atau kita bisa masuk ke dalam frekuensi dimana percikan cahaya tuhan yang ada di dalam diri kita  berada.

Ini dimulai dari sebuah kondisi an-aerob ( atau kondisi hampa udara ) sebuah kondisi dimana diri kita tidka mendapatkan asupan oksigen, sama seperti kondisi ketika kita mati. ( Mati di dalam hidup ). Semua jalan masuk udara, yang mana itu ada di kepala kita ditutup. Ketika dalam kondisi tanpa udara inilah kelenjar pineal aktif, letak kelenjar pineal ini dibelakang daerah kening, kelenjar pineal adalah salah satu bagian yang menghubungkan bagian etherik ( referensi artikel : chakra ajna ) dan bagian fisik ( bagian tubuh manusia, bagian kepala tepatnya ).

Nah jika ini terjadi, kita melihat cahaya yang terang tapi tidak menyilaukan, inilah salah satu tanda bahwa kita sudah memulai perjalanan spiritual energi kita. Itulah jalur energi yang menghubungkan setiap bagian etherik ( pikiran – jiwa – ruhani ). Cahaya terang ini kadang kadang bisa kita dapati ketika kita sedang menyelam, ketika oksigen tidak bisa lagi masuk ke dalam diri kita melalui lubang di dalam diri ( telinga, mata, hidung, mulut, anus ). Jika saat itu kita beruntung maka kita melihat cahaya, kita tidak menyadari, bahwa cahaya itulah yang kita tuju.  Perjalanan cahaya masuk ke dalam diri  ini begitu panjang, dan tidak bisa dilalui sendiri. Akan membutuhkan waktu yang begitu panjang dan sangat lama, jika kita hanya meraba raba dan mencoba coba sendiri.

Pada awalnya metode tadi bisa digunakan, untuk memperpendek durasi perjalan tersebut, agar kita bisa cepat sampai ke titik tujuan, maka kita perlu tau, frekuensi mana yang dituju. Ini layaknya kita menelepon, jika kita tidak tau nomer telepon orang yang ingin kita tuju, maka kita tidak bisa menelponnya, kita tidak bisa berbicara dengannya, Kita tidak bisa bertukar pikiran atau mencari informasi, dan lain sebagainya. Kadang kadang pencerahan spiritual juga bisa pemantiknya dari orang lain kan. Nah bagaimana jika kita tidak bisa terhubung ke orang tersebut.

Kita perlu orang lain untuk mengenalkan, memberikan nomer telepon. Perlu orang yang tidak hanya menunjukkan tapi juga menyambungkan dan memberi aplikasi agar kita bisa selalu masuk ke frekuensi yang tepat. Frekuensi yang membawa kita ke titik tujuan akhir yang tepat, yang hakiki

Banyak orang yang menyenangi sastra, ulasan sastra ini banyak disenangi, digandrungi dan dibahas dimana mana. Ulasan sastra dari banyak tokoh yang menggambarkan seperti apa perjalanan spiritual ke dalam diri ini. Nah, saya sekarang sedang menikmati urusan tehnik dan aplikasinya. Tidak lagi sastranya. Perjalan spiritual yang menjadi sebuah cara untuk mendapatkan pencerahan spiritual ini berusaha saya buat menjadi lebih gamblang, tidak lagi hanya dari ulasan sastra, melainkan digambarkan dengan cara yang lebih bisa dimengerti. Harapan saya agar lebih banyak yang tau kemana kita harus menuju, kemana tujuan kahir yang hakiki, tidak terjebak lagi ke jalan yang tidak tepat. Sekaligus jika beruntung saya akan membagi aplikasinya langsung kepada anda.  Bersambung ke bagian berikutnya : perjalanan cahaya menuju bagian jiwa

Gudang Ilmu Hukum: Hukum Alam

A.  Pengertian

Pengertian hukum alam adalah ketentuan ALLAHQQ terhadap segala sesuatu yang ada di dalam semesta ini. Hukum alam ini sering disebut juga dengan SUNNATULLAH (Ketentuan ALLAH). Ðalam Hukum alam terjadi sebab akibat. Allah menciptakan alam dan isinya serta mengaturnya sedemikian rupa, sesuai ukurannya.

Semua Hal” yang terjadi di alam ini yang dapat disaksikan dengan panca indera, dpt di jelaskan serta dapat dinilai secara Ilmiah disebut FENOMENA ALAM. dari Fenomena alam yang terjadi dpt menimbulkan berbagai disiplin ilmu pengetahuan. Tetapi jika kita renungi lebih dalam maka fenomena alam yang terjadi akan dapat membuka kesadaran

Kemudian Hukum alam (Natural Law/ Lex Naturalis/ Law of Nature) juga dapat didefinisikan sebagai suatu sistem hukum yang konon ditentukan oleh alam, dan oleh karenanya bersifal universal.

 

B.  Aliran Hukum Alam

Aliran ini berpendapat bahwa hukum berlaku universal (umum). Menurut Friedman, aliran ini timbul karena kegagalan manusia dalam mencari keadilan yang absolut, sehingga hukum alam dipandang sebagai hukum yang berlaku secara universal dan abadi.

Gagasan mengenai hukum alam didasarkan pada asumsi bahwa melalui penalaran, hakikat mahkluk hidup akan dapat diketahui dan pengetahuan tersebut menjadi dasar bagi tertib sosial serta tertib hukum eksistensi manusia. Hukum alam dianggap lebih tinggi dari hukum yang sengaja dibentuk oleh manusia. Aliran hukum alam ini dibagi menjadi 2 (dua), yaitu:

 

1.  Irrasional

Aliran ini berpendapat bahwa hukum yang berlaku universal dan abadi bersumber dari Tuhan secara langsung. Pendukung aliran ini antara lain: Thomas Aquinas (Aquino), John Salisbury, Daante, Piere Dubois, Marsilius Padua, dan John Wyclife.

Thomas Aquinas membagi hukum ke dalam 4 golongan, yaitu:

  • Lex Aeterna, merupakan rasio Tuhan sendiri yang mengatur segala hal dan merupakan sumber dari segala hukum. Rasio ini tidak dapat ditangkap oleh pancaindera manusia.
  • Lex Divina, bagian dari rasio Tuhan yang dapat ditangkap oleh manusia berdasarkan waktu yang diterimanya.
  • Lex Naaturalis, inilah yang dikenal sebagai hukum alam dan merupakan penjelmaan dari rasio manusia.
  • Lex Posistivis, hukum yang berlaku merupakan pelaksanaan hukum alam oleh manusia berhubung dengan syarat khusus yang diperlukan oleh keadaan dunia. Hukum ini diwujudkan ke dalam kitab-kitab suci dan hukum positif buatan manusia.

Penulis lain, William Occam dari Inggris mengemukakn adanya hirarkis hukum, dengan penjelasan sebagai berikut:

  • Hukum Universal, yaitu hukum yang mengatur tingkah laku manusia yang bersumber dari rasio alam.
  • Apa yang disebut sebagai hukum yang mengikat masyarakat berasal dari alam.
  • Hukum yang juga bersumber dari prinsip-prinsip alam tetapi dapat diubah oleh penguasa.

Occam juga berpendapat bahwa hukum identik dengan kehendak mutlak Tuhan Sementara itu Fransisco Suarez dari Spanyol berpendapat demikian, manusia yang bersusila dalam pergaulan hidupnya diatur oleh suatu peraturan umum yang harus memuat unsusr-unsur kemauan dan akal. Tuhan adalah pencipta hukum alam yang berlaku di semua tempat dan waktu. Berdasarkan akalnya manusia dapat menerima hukum alam tersebut, sehingga manusia dapat membedakan antara yang adil dan tidak adil, buruk atau jahat dan baik atau jujur. Hukum alam yang dapat diterima oleh manusia adalah sebagian saja, sedang selebihnya adalah hasil dari akal (rasio) manusia.

2.    Rasional:

Sebaliknya, aliran ini mengatakan bahwa sumber dari hukum yang universal dan abadi adalah rasio manusia. Pandangan ini muncul setelah zaman Renaissance (pada saat rasio manusia dipandang terlepas dari tertib ketuhanan/ lepas dari rasio Tuhan) yang berpendapat bahwa hukum alam muncul dari pikiran (rasio) manusia tentang apa yang baik dan buruk penilaiannya diserahkan kepada kesusilaan (moral) alam. Tokoh-tokohnya, antara lain: Hugo de Groot (Grotius), Christian Thomasius, Immanuel Kant, dan Samuel Pufendorf.

Pendasar hukum alam yang rasional adalah Hugo de Groot (Grotius), ia menekankan adanya peranan rasio manusia dalam garis depan, sehingga rasio manusia sama sekali terlepas dari Tuhan. Oleh karena itu rasio manusialah sebagai satu-satunya sumber hukum.

Tokoh penting lainnya dalam aliran ini ialah Immanuel Kant. Filsafat dari Kant dikenal sebagai filsafat kritis, lawan dari filsafat dogmatis. Ajaran Kant dimuat dalam tiga buah karya besar, yaitu: Kritik Akal Budi Manusia (kritik der reinen Vernunft yang terkait dengan persepsi), Kritik Akal Budi Praktis (kritik der praktischen Vernunft yang terkait dengan moralitas), Kritik Daya Adirasa (kritik der Urteilskraft yang terkait dengan estetika dan harmoni). Ajaran Kant tersebut ada korelasinya dengan tiga macam aspek jiwa manusia, yaitu cipta, rasa, dan karsa (thinking, volition, and feeling).

Metode kritis tidak skeptis, tidak dogmatis (trancendental). Hakekat manusia (homo noumenon) tidak terletak pada akalnya, beserta corak berfikir yang bersifat teoritis keilmuan alamiah (natuurweten schappelijke denkwijze), tetapi pada kebebasan jiwa susila manusia yang mampu secara mandiri menciptakan hukum kesusilaan bagi dirinya sendiri dan juga orang lain. Yang penting bukan manusia ideal berilmu atau ilmuwan, tetapi justru pada manusia ideala berkepribadian humanistis.

Salah satu karya Kant yang berjudul Metaphysische Anfangsgruende der Rechtslehre (Dasar Permulaan Metafisika Ajaran Hukum merupakan bagian dari karyanya yang berjudul Metaphysik der Sitten) pokok pikirannya ialah bahwa manusia menurut darma kesusilaannya mempunyai hak untuk berjuang bagi kebebasan lahiriahnya untuk menghadirkan dan melaksanakan kesusilaan. Dan hukum berfungsi untuk menciptakan situasi kondisi guna mendukung perjuangan tersebut. Hakekat hukum bagi Kant adalah bahwa hukum itu merupakan keseluruhan kondisi-kondisi di mana kehendak sendiri dari seseorang dapat digabungkan dengan kehendak orang lain di bawah hukum kebebasan umum yang meliputi kesemuanya.

Katagori imperatif Kant mewajibkan semua anggota masyarakat tetap mentaati hukum positif negara sekalipun di dalam hukum terebut terdapat unsur-unsur yang bertentangan dengan dasar-dasar kemanusiaan. Jadi, di sini sudah terdapat larangan mutlak bagi perilaku yang tergolong melawan penguasa negara, sehingga dengan katagori imperatif ini ajaran dari Immanuel Kant juga dapat digolongkan ke dalam aliran positivisme. Pendapat Kant ini diikuti oleh Fichte yang mengatakan bahwa hukum alam itu bersumber dari rasio manusia.

Penulis lain yang tidak kalah pentingnya ialah Hegel dari Jerman. Yang dijadikan motto oleh Hegel ialah: Apa yang nyata menurut nalar adalah nyata, dan apa yang nyata adalah menurut nalar (Was vernunftig ist, das ist wirklich ist, das ist vernunftig. What is reasonable is real, and what is real is reasonable). Tidak ada antimoni antara nalar/akal dengan kenyataan atau realitas. Bagi Hegel, seluruh kenyataan kodrat alam dan kejiwaan merupakan proses perkembangan sejarah secara dialektis dari roh/cita/spirit mutlak yang senantiasa maju dan berkembang. Jiwa mutlak mengandung dan mencakup seluruh tahap-tahap perkembangan sebelumnya jadi merupakan permulaan dan kelahiran segala sesuatu. Pertumbuhan dan perkembangan dialektis melalui tesa, antitesa, san sintesa yang berlangsung secara berulang-ulang dan terus-menerus. Filsafat hukum dalam bentuk maupun isinya, penampilan dan esensinya juga dikuasai oleh hukum dialektika. Negara merupakan perwujudan jiwa mutlak, demikan juga dengan hukum.

 

C.  Teori Hukum Alam

  1. Teori Hukum Alam ( tokoh : aristoteles, Thomas aquino dan hugo de groot/ grotius)

Kenapa orang tunduk dan taat pada hokum ?

Menurut aristoteles :

– hokum berlaku karena penetapan Negara

– hokum tidak tergantung pada pandangan manusia tentang baik buruknya

– hokum alam sebagai hokum yang asli berlaku dimana saja tidak tergantung waktu dan tempat , orang-orang yang berfikiran sehat merasakan hokum alam selaras dengan kodrat manusia.

 

2. Menurut Thomas Aquino: segala kejadian dalam ini di perintah dan dikendalikan oleh suatu UU abadi ( lex eterna) yang menjadi dasar kekuasaan dari semua peraturan lainnya . lex aterna = kehendak pikiran tuhan yang menciptakan dunia ini.

 

Menurut Thomas Aquino pula hokum alam memuat dua azas yaitu:

  1. azas umum ( principia prima) : azas yang dengan sendirinya dimiliki manusia sejak lahir dan mutlak diterima ( contoh : berbuat baik) .
  2. azas diturunkan dari azas umum ( principia secundaria) : azas yang merupakan tapsiran dari principia prima yang dilakukan manusia
  3. Teori Sejarah ( fried cral vo savigny 1779-1861) hokum itu penjelmaan jiwa / rohani manusia , hokum bukan disusun / diciptakan manusia tetapi tumbuh sendiri ditengah rakyat dan akan mati bila suatu bangsa kehilangan kepribadiannya
  4. Teori Teokrasi : teori ini mendasarkan kekuatan hokum itu atas kepercayaan pada tuhan , manusia di perintahkan tuhan harus tunduk pada hokum . Tujuan dan legitimasi hokum dikaitkan dengan kepercayaan agama
  5. Teori Kedaulatan Rakyat : ( Rousseau) : akal dan rasio manusia , sebagaimana aliran rasionalisme , raja atau penguasa Negara memperoleh kekuasaan bukan dari tuhan tetapi dari rakyatnya melalui suatu perjanjian masyarakat ( kontrak social ) yang diadakan antara anggota masyarakat untuk mendirikan Negara
  6. Teori Kedaulatan Negara ( Hans kelsen) ; hukum ditaati karena Negara menghendakinya , hukum adalah kehendak Negara dan Negara punya kekuasaan tak terbatas
  7. Teori Kedaulatan Hukum ( prof. Mr. Crabe , Hugo De Groot, Imanuel Kant & Leon Duguit ) : sumber hukum itu rasa keadialan hukum hanyalah apa yang memenuhi rasa keadilan dari jumlah terbanyak orang, tidak dapat mengikat peraturan demikian bukanlah hukum , walaupun masih ditaati atau pun dipaksakan.
  8. Teori Keseimbangan ( prof. Mr. R. Kranenburg) : kesadaran hukum orang menjadi sumber hukum , hukum itu berfungsi menurut suatu dalil yang nyata

 

D.  Fungsi Hukum Alam

Menurut Soedjono Dirdjosisworo dalam Ishaq, fungsi hukum alam terhadap hukum positif adalah sebagai berikut:

1 Hukum alam sebagai sarana koreksi bagi hukum positif.

2 Hukum alam menjadi inti hukum positif seperti hukum internasional.

3 Hukum alam sebagai pembenaran hak asasi manusia.

 

Menurut Friedman dalam Satjipto Rahardjo, fungsi hukum alam adalah sebagai berikut:

1 Instrumen utama pada saat hukum perdata Romawi kuno ditransformasikan menjadi suatu sistem internasional yang luas.

2 Menjadi senjata yang dipakai oleh kedua pihak (pihak gereja dan pihak kerajaan) dalam pergaulan mereka.

3 Keabsahan hukum internasional ditegakkan atas nama hukum alam.

4 Menjadi tumpuan pada saat orang melancarkan perjuangan bagi kebebasan individu berhadapan dengan absolutisme.

5 Dijadikan senjata para hakim di Amerika, pada saat memberikan tafsiran terhadap konstitusi mereka, dengan menolak campur tangan negara melalui perundang-undangan yang ditujukan untuk melakukan pembatasan ekonomi.

 

E.  Kekuatan dan Kelemahan Hukum Alam

Prinsip utama hukum alam adalah hukum tersebut bersifat universal. Nilai-nilai yang diajarkan dalam hukum alam berlaku bagi semua pihak, tidak berubah karena kaitannya dengan alam. Unversalitas tersebut menjadi kekuatan hukum alam, karena ia menjadi ukuran validitas hukum positif.

Hukum alam dapat digunakan sebagai landasan dalam melakukan kritik terhadap keputusan-keputusan dan peraturan-peraturan, dan bahkan mengkritik hukum. Universalitas ini terlihat pada pemberlakuan nilai-nilai (values) dan moral, yakni dengan nilai-nilai yang diturunkan dari Tuhan, yang secara filosofis menjadi acuan bagi pembentukan hukum positif. Dengan kekuatan tersebut, hukum alam dapat memberikan jawaban atas persoalan-persoalan moral yang tidak dapat diselesaikan oleh hukum masa kini.

Namun demikian, universalitas tersebut juga menjadi kelemahan dari hukum alam sendiri. Karena sifatnya yang universal, maka perlu untuk dilakukan ‘positivisasi’ nilai-nilai dalam hukum alam tersebut, agar secara konkrit dapat diketahui bentuk hukumnya untuk dapat diterapkan dalam kehidupan sosial. Prinsip-prinsip dalam hukum alam bersifat abstrak, sehingga perlu di-‘breakdown’ atau diterjemahkan ke dalam peraturan yang lebih konkrit.

Mengacu pada Struktural-Fungsional (Talcott Parson), secara singkat dapat dikatakan bahwa kekuatan hukum alam adalah pada nilai-nilainya (the values) dan kelemahannya adalah pada kekuatan berlakunya (the energy).

Erlangga Asvi: 12 Hukum Alam Semesta

Erlangga Asvi 

Menarik untuk membahas mengenai 12 hukum alam semesta ini, karena hal ini juga sangat berkaitan dengan konsep energi dari keilmuan yang saya pelajari dan terapkan dalam keseharian dan semua program-rogram dalam semua proyek yang saya kembangkan.

Alam Semesta ini adalah sebuah sistem untuk mengakomodir setiap kehidupan yang ada di dalamnya, termasuk manusia. 12 hukum alam semesta merupakan hukum dasar yang melandasi segenap peristiwa yang terjadi. Dasar dari segala peristiwa ini coba dijelaskan baik dari sudut pandang agama/religion/spiritual dan science/ilmu pengetahuan.

Keilmuan yang  saya pelajari yaitu, energi spiritual nusantara mengembangkan sebuah metode untuk berusaha menjadikan manusia lebih bermakna ( manusia yang paham akan dirinya sendiri, paham akan pikiran dan jiwanya – ini yang akan bisa membuat hidup manusia tidak lagi dikendalikan oleh Asumsi Negatif, Ego, Amarah dan Keinginan ) dan bermanfaat ( jika sudah bisa menjadi bermakna tentunya bisa bermanfaat bagi sekitarnya.

12 hukum Alam Semesta

  1. Hukum Keesaan Ilahi (Onenes)
  2. Hukum Getaran
  3. Hukum Tindakan
  4. Hukum Penyesuaian
  5. Hukum Sebab dan Akibat
  6. Hukum Kompensasi
  7. Hukum Tarik Menarik
  8. Hukum Transmutasi Energi Abadi
  9. Hukum Relativitas
  10. Hukum Polaritas
  11. Hukum Irama
  12. Hukum Gender

 

Hukum Universal Kehidupan Manusia

13 Agustus 2009, oleh Sri Astuti – Jakarta

Akhirnya, salah satu bagian paling penting dari ilmu sukses di situs ini terselesaikan, yaitu pembahasan (selengkap, namun juga sesingkat dan sesederhana mungkin) tentang Hukum Universal Kehidupan atau the Universal Laws atau Hukum Alam/ Semesta serta bagaimana memanfaatkannya untuk menikmati kehidupan sukses kita.

Pemahaman akan adanya hukum yang mengatur semesta ini sangat penting untuk kehidupan kita karena segala yang terjadi dalam hidup kita ini terpengaruh olehnya. Hukum-hukum Alam ini bersifat mengikat semua ciptaan Tuhan yang ada di jagad raya ini tanpa ada pengecualian.

Tidak memahami adanya hukum gravitasi tidak kemudian menyebabkan Anda bisa terjun dari atas pencakar langit tanpa jatuh ke tanah, kan?

Semua orang, sekolah atau tidak sekolah, kaya atau miskin, beriman atau kafir, semua terikat oleh hukum ini walaupun mungkin mereka sama sekali belum pernah mendengar tentang hukum gravitasi ini seumur hidupnya.

Sama dengan hukum gravitasi ini, Hukum Universal Kehidupan ini mengenai orang miskin sama seperti mengenai orang kaya. Ya, Hukum Semesta ini mengenai semua orang.

Jadi bila ada orang yang bisa memahami Hukum Semesta tersebut sedemikian rupa, menerapkannya dengan sedemikian baik sehingga bisa menikmati anugerah hidup mereka dengan sempurna, maka tidak ada alasan bagi siapapun untuk tidak bisa melakukan hal yang sama, bukan?

Alam semesta diciptakan Tuhan dengan pengaturan yang sebaik-baiknya dan sudah dilengkapi dengan sebuah sistem operasi yang sesempurna mungkin mengatur segala yang ada di dalamnya.

Seiring dengan maju dan berkembangnya ilmu pengetahuan serta kemampuan akal dan nalar manusia, sistem operasi jagad raya tersebut makin lama makin lebar terkuak, makin luas dipahami serta makin mudah dijelaskan dengan bahasa yang gamblang agar semua orang bisa memanfaatkannya sebagai alat pemudah kehidupan mereka.

Jadi ANDA SEMUA MEMILIKI KESEMPATAN YANG SAMA DENGAN SIAPA SAJA untuk juga bisa hidup sukses, kaya dan bahagia di dunia ini.

NOTE: Memahami hukum semesta ini sangat penting bila kita ingin hidup harmonis dengan semua ketetapan Sang Rabb. Dengan mengikuti sistem operasi yang ada, kita bisa menghindari segala kesulitan dan penderitaan yang tidak perlu, dan mengantisipasinya sebelum terjadi.

Baik mari kita mulai pelajaran-pelajaran yang sangat exciting tentang Hukum Universal Kehidupan ini.

Apa itu Universal Laws?

Untuk kepentingan pemahaman istilah ini di negara kita tercinta, Indonesia, saya akan menerjemahkan istilah Universal Laws atau the Laws of the Universe ini menjadi Hukum-hukum Universal Kehidupan atau Hukum Semesta. (Kaum Muslim menyebutnya sebagai Sunnatullah atau Hukum-hukum Alam yang ditetapkan Allah SWT untuk mengatur segala sesuatu di jagad raya ciptaan-Nya ini.)

Tapi apa sebenarnya makna dari Hukum-hukum Semesta atau Universal Laws itu?

Kamus mendefinisikan Universal Laws sebagai hukum-hukum yang mengatur semua hal di alam semesta ini, yang berlaku umum di segala kondisi.

Harap dicatat, penjelasan tentang hukum-hukum alam di sini tidak secara ketat mengikuti hukum fisika sebagaimana yang telah diketahui para ilmuwan, tetapi lebih menonjolkan aspek spiritual dari hukum tersebut, aspek spiritual yang bisa membantu manusia memanfaatkan dan menerapkan hukum tersebut secara praktis dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Bahasa yang kami pakai juga adalah bahasa yang sangat sederhana, jauh dari formula atau rumus, karena fokus kami memang, sekali lagi, untuk pemahaman praktis bagi pembaca agar mudah menerapkannya dalam kehidupan mereka.

Dan lebih penting lagi, karena pembahasan ini difokuskan pada manfaat Hukum-hukum Semesta ini untuk kehidupan sukses semua umat manusia, maka saya juga akan sering menyebut Hukum Semesta ini sebagai Hukum Universal Kehidupan.

Prinsip/ Asumsi Dasar

Hukum Alam, Hukum Semesta, Hukum Universal Kehidupan ini tidak cuma satu tetapi banyak unsurnya. Dan semua prinsip atau unsur-unsurnya saling berhubungan satu sama lain. Unsur (hukum) yang satu menunjang cara kerja unsur (hukum) yang lain. Saling terkait dan saling menunjang.

Semua unsur Hukum Alam tersebut didasarkan pada asumsi dasar bahwa semua yang ada di alam raya ini pada dasarnya terbentuk dari energi, termasuk kita manusia, dan bahwa semua energi tersebut bergerak mengikuti suatu pola tertentu.

Pada level quantum, atau level materi terkecil yang membentuk kita semua di jagad raya ini, kita semua adalah sekumpulan masa elektron dan atom yang berputar dengan sangat cepat. Semua hal yang ada di dunia ini tersusun/terbentuk dari energi (quanta adalah partikel terkecil pembentuk segala sesuatu dan ia berbentuk energi) dan karena itu kita semua di alam semesta ini pada intinya terhubung dengan lautan energi semesta tersebut dan tidak pernah terlepas darinya.

Kita semua merupakan bagian dari lautan energi ini, lautan elektron-elektron yang berputar. (Satu guru saya, Tom Pauley dari Richdreams, menyebut lautan masa energi yang menyelubungi semua yang ada di planet ini sebagai “a giant plasma” atau selimut plasma raksasa.)

Kalau Anda penasaran dengan konsep bahwa kita semua adalah merupakan bagian dari satu plasma raksasa, silahkan research lebih lanjut tentang ini.

Yang jelas, perasaan-perasaan kita, pikiran kita dan semua tindakan kita, semua tersusun/terbentuk dari energi ini yang memiliki frekuensi tertentu.

Dan inilah satu lagi asumsi dasar lainnya yang sekarang kita juga mulai pahami bahwa segala sesuatu di dunia ini, termasuk pikiran kita, “bergetar” atau bervibrasi dengan frekuensi tertentu.

Yang mana getaran ini kemudian “menarik” hal lain yang memiliki frekuensi sama untuk bergabung.

Dan karenanya, apa yang kita pikirkan, apa yang kita rasakan dan lakukan di setiap saatnya akan memancarkan suatu “frekuensi” tertentu, yang kemudian karena pergerakan melingkar segala sesuatu pada level quantum, semua hal tersebut menarik kepada kita pikiran dan tindakan berfrekuensi sama.

Sehingga bisa dikatakan, semua yang kita pikirkan, kita rasakan, kita lakukan, kita percaya tadi akhirnya kembali lagi ke kita dan membentuk realitas hidup kita sesuai yang kita pikirkan sendiri.

Ini adalah karena energi bergerak dengan mengikuti pola putaran (melingkar). Maka apapun yang kita lakukan akan kembali ke kita (membentuk satu lingkaran).

Dan karena hal inilah, pikiran, perasaan dan tindakan semua orang di seluruh planet ini bergabung menjadi satu membentuk sebuah “collective consciousness” alias kesadaran atau buah pikiran kolektif segenap manusia di alam raya, yang kemudian bersama-sama menarik hal-hal yang berfrekuensi sama ke dalam kehidupan keseluruhan manusia di planet ini.

Kolam Renang Jagad Raya

Untuk membantu Anda membayangkan dan akhirnya memahami apa yang dimaksud dengan “semua hal di dunia ini adalah energi dan bahwa kita semua terhubung satu sama lain dalam lautan energi ini” saya akan pakai analogi sebuah kolam renang. Bayangkan dunia dan seluruh jagad raya ini sebagai sebuah kolam renang mega raksasa.

Dan, kita semua berenang di dalam sebuah kolam renang ini, sehingga apapun yang kita lakukan di dalamnya akan mempengaruhi semua orang (dan semua makhluk lain) yang berada di dalamnya. Semua yang terendam dalam air kolam ini akan terkena, katakan, air kencing kita kalau seandainya kita kencing di situ. Semua orang akan terkena, termasuk tentu saja kita sendiri.

Dan karena arus air dalam kolam tersebut terus berputar-putar di situ saja, semua yang di lakukan masing-masing orang, akan mengenai semua orang-orang yang lain sebelum akhirnya kembali kepada diri mereka sendiri.

Jadi terbayang kan, bila sesuatu yang buruk terjadi pada air dalam kolam tersebut, siapa yang bakal menderita?

Bila masing-masing perenang punya kebiasaan buruk buang air kecil di dalamnya, misalnya, maka semua yang ada di situ ibaratnya juga bermandi air kencing rame-rame yang berlipat-lipat jumlahnya.

Bila seseorang melakukan sesuatu yang menyebabkan suhu air di satu ujung kolam tersebut meningkat atau menurun, maka semua yang ada di situ, termasuk yang berada di ujung terjauh dari tempat terjadinya perubahan suhu, pada akhirnya juga akan ikut merasakan imbasnya.

Seperti inilah alam semesta kita. Semua terhubung oleh suatu lautan energi yang memang tidak kasat mata tetapi ada.

 

Semua Manusia Bersaudara

Implikasi dari pemahaman akan terhubungnya kita semua oleh lautan energi ini kemudian menciptakan suatu kesimpulan bahwa pada dasarnya semua manusia bersaudara.

Saya tahu, banyak agama mengajarkan bahwa semua pemeluk umat beragama sama adalah bersaudara. Misalnya, Muslim bersaudara dengan Muslim. Pemeluk Kristiani adalah saudara bagi pemeluk Kristiani lain, dan sebagainya.

Tetapi, demi kepentingan kehidupan kita sendiri, pandangan seperti ini sudah sepatutnya diperluas, bahwa SEMUA MANUSIA itu bersaudara, dalam arti apa yang terjadi pada satu manusia, siapapun dia, beragama sama dengan kita atau tidak, pada esensinya akan mempengaruhi semua manusia lain.

Hai, bukankan kita semua tinggal bersama di bawah satu selimut atmosfer bumi? Serta berpijak di atas daratan yang sama bernama planet bumi?

Oke, kalau memang tidak mau disebut bersaudara dengan manusia lain yang berbeda dari kita, paling tidak kita harus ingat bahwa kita semua adalah room-mates di satu rumah bernama bumi ini.

Kita semua adalah sama-sama anak kos di rumah kontrakan yang sama dan satu ini. Kita semua punya kewajiban dan hak yang sama untuk menjaga keselamatan, kedamaian dan keindahan rumah kita tersebut.

Karena kalau rumah kontrakan kita ini terbakar, meledak, roboh atau kebanjiran dengan kita semua masih didalamnya, si api, si air atau si puing-puing toh tidak memilih akan mengenai siapa, bukan? Siapa saja bisa menjadi korban, tidak peduli ras, suku, agama, asal muasal, pendidikan dan sebagainya.

Hukum alam pun seperti ini. Tidak memilih. Sunatullah mengikat semua manusia, semua makhluk-Nya, malah.

Jadi bagaimana kalau mengeksplorasi lebih jauh lagi, konsep bahwa semua ciptaan Tuhan itu bersaudara, termasuk binatangnya, tumbuhannya, dan seluruh isi jagad raya ini?

Satu kerusakan yang terjadi pada mereka, efeknya akan bisa dirasakan oleh semua.

Banyak istilah yang menggambarkan kondisi ini, antara lain: the ripple effect dan the butterfly effect.

(Efek kedua ini pernah dibuat filmnya yang sangat “mengerikan” karena di situ kita ditunjukkan bagaimana satu keputusan yang kita ambil walau sepertinya kecil, ternyata memiliki konsekuensi besar yang tidak hanya bisa dirasakan oleh kita sendiri imbasnya tetapi juga mempengaruhi begitu banyak manusia lain di sekitar kita, baik yang kita kenal maupun tidak).

Jadi, kalau menurut Anda kondisi dunia kita saat ini tidaklah menyenangkan, penuh permusuhan, musibah, bencana, peperangan, kebencian dan segala macam kekacauan lainnya, maka ini sebenarnya adalah juga akibat dari perbuatan kita sendiri, kita semua yang ada di dalamnya.

Kondisi yang tidak menyenangkan ini berarti bahwa lebih banyak manusia yang berpikir negatif daripada yang berpikir positif. Lebih banyak manusia yang lebih mempercayai sesuatu yang menakutkan daripada yang indah.

Ini berarti “Our collective consciousness” atau buah pikiran kolektif kita sebagai penghuni planet ini telah menarik hal-hal yang lebih banyak negatifnya dari pada positif.

Karena, sekali lagi, semua pikiran, perasaan, dan tindakan kita pada dasarnya adalah energi yang mempengaruhi lautan energi di sekitar kita. Dan ini semua membentuk sebuah dunia seperti yang kita lihat di sekitar kita ini.

 

Berita Baiknya

Di sisi lain, karena pikiran, perasaan dan tindakan kita membentuk realitas kita, maka ini berarti kita juga punya kekuatan untuk menciptakan dunia yang lebih baik, yang penuh dengan kedamaian dan keharmonisan, ketentraman serta kelimpahan.

Untuk bisa melakukan ini, penting bagi kita untuk bisa mengontrol pikiran, emosi dan tindakan kita, dan otomatis mengontrol jenis dan frekuensi dari energi kita agar hanya berjenis positif.

Pemahaman yang baik akan hukum-hukum semesta atau hukum-hukum universal kehidupan ini sangatlah penting untuk kita bisa menciptakan kehidupan yang kita inginkan. Karena, repotnya dengan hukum-hukum alam ini adalah, tidak penting manusia percaya akannya atau tidak, bahkan tidak penting seorang manusia tahu tentangnya atau tidak, mereka tetap terikat atau terpengaruh olehnya.

Seperti contoh dengan hukum gravitasi di atas. Ketidak-tahuan kita akannya, tidak membuatnya tidak berlaku pada kita.

Jadi jelas, dengan memahaminya, kita memiliki kesempatan proaktif untuk memanfaatkan hukum-hukum universal kehidupan tersebut agar bekerja mendukung kita, dan bukan reaktif dengan mengatasi masalah yang timbul akibat tidak mengikutinya.

Di halaman-halaman berikutnya kita akan belajar secara singkat penjabaran tentang masing-masing unsur beberapa jenis Hukum Universal Sukses yang mengatur kesuksesan hidup kita.

 

 

Salam Sukses Selalu,