Month: August 2016

7 Hukum Alam Semesta

1. Hukum Sebab Akibat

Hukum ini merupakan hukum kehidupan yang fundamental. Segala sesuatu yang terjadi pada diri kita memiliki sebab khusus. Pemikiran adalah sebab, dan kondisi adalah akibatnya. Maka apapun pemikiran yang Anda tebarkan akan berkulminasi pada suatu tindakan yang menimbulkan akibat. Inilah padanan mental dari hukum fisika Newton bahwa “setiap aksi akan menimbulkan reaksi yang sebanding dan berkebalikan”, dan hukum ini berlaku dengan prinsip yang sama.

Karena hukum alam tidak bisa dipastikan, maka penting bagi Anda untuk mengingat apa yang Anda inginkan dan bukan apa yang tidak Anda inginkan. Kualitas berbagai hubungan, misalnya, merupakan hasil dari apa yang telah Anda tebarkan dalam hubungan-hubungan tersebut.

2. Hukum Daya Tarik

Apa yang secara dominan Anda pikirkan akan menarik orang-orang dan lingkungan yang harmonis dengan pikiran-pikiran itu ke dalam kehidupan (seperti yang dikatakan dalam Law of Attraction). Secara metafisik, makin besar vibrasi yang Anda keluarkan, makin besar daya tariknya. Proses ini mirip dengan Hukum Resonansi.

Anda selalu menarik semua hal yang Anda pikirkan, baik itu positif maupun negatif. Akal sehat senantiasa mengatakan apa yang sebaiknya Anda kerjakan, meskipun seringkali terdapat kesepakatan yang mencegah Anda untuk melakukannya.

3. Hukum Kreativitas

Di luar dua energi interaktif, yin dan yang, jantan dan betina, muncul energi yang ketiga. Terdapat pasokan ide yang melimpah ruah, yang siap untuk Anda ubah, dan seluruhnya secara dramatis akan mengembangkan potensi, kebahagiaan, dan sukses Anda. Segala hal yang tercipta di dunia ini adalah hasil interaksi kedua energi yang saling bertentangan, tapi saling melengkapi.  Keduanya berada dalam diri kita, tapi hanya akan efektif jika dimanfaatkan dan diseimbangkan.

4. Hukum Substitusi

Anda tidak bisa sekadar berhenti melakukan sesuatu. Keinginan kuat atau ketetapan hati sebesar apapun tidak akan tahan dengan kekosongan atau kevakuman yang terjadi terus-menerus. Untuk menghentikan suatu kebiasaan atau sikap, Anda mesti mencari penggantinya. Gantikan pemikiran tentang apa yang tidak Anda inginkan dengan pemikiran tentang apa yang Anda inginkan. Tidak ada sesuatu yang bisa menghilang sama sekali: sesuatu tersebut harus digantikan atau disalurkan ulang dengan substitusi.

5. Hukum Pelayanan

Berhentilah melayani orang lain dengan cara yang sebenarnya tidak Anda inginkan, karena imbalan yang Anda peroleh akan selalu sama dengan pelayanan Anda. Memberi perlakuan kepada orang lain di balik meja dengan cara yang sama dengan di depan meja, pada akhirnya akan berlangsung dengan prinsip yang sama. Anda akan selalu diimbali dengan proporsi yang persis sama dengan nilai dari layanan Anda kepada orang lain.

6. Hukum Penggunaan

Kekuatan alami apapun, bakat atau talenta, akan mengalami kemandekan jika tidak digunakan. Sebaliknya, akan menjadi semakin kuat jika makin sering dimanfaatkan. Ilustrasi yang sangat baik digambarkan dalam kisah seorang tua yang memperlihatkan kepada Rossetti, si pelukis terkenal, beberapa lukisan yang baru saja dibuatnya pada masa pensiun. Rossetti dengan sopan menjawab bahwa lukisan-lukisan itu biasa-biasa saja. Si lelaki tua kemudian memperlihatkan beberapa lukisan lain yang dibuat oleh seseorang yang lebih muda. Rossetti langsung memuji dan mengatakan bahwa di pelukis ini tentu sangat berbakat. Melihat orang tua itu memperlihatkan gejolak emosi, Rossetti pun bertanya apakah yang melukis itu anaknya. “Bukan. Itu lukisan saya sendiri sewaktu muda. Tapi saya tergoda untuk melakukan hal yang lain dan melupakan bakat melukis saya”, jawab si lelaki tua. Bakat si lelaki tua telah melenyap. Manfaatkanlah, atau Anda akan kehilangan kekuatan alami itu.

7. Hukum Tujuh

Urut-urutan kejadian berjalan mengikuti Hukum Tujuh atau Hukum Oktaf. Saat not atau nada dasar dimainkan, setiap not diulang bunyinya beberapa kali dan kemudian menghilang intensitasnya. Hukum Tujuh berarti bahwa tidak ada kekuatan yang terus-menerus bekerja dengan arah yang sama. blogbelajarpintar.blogspot.com. Setiap kekuatan bekerja dalam kurun waktu tertentu, kemudian menghilang intensitasnya, lalu berubah arah atau mengalami perubahan internal.

Tidak satu pun di alam ini yang berkembang mengikuti garis yang lurus. Dan demikian pula dengan kehidupan Anda. Tapi setelah Anda bisa menyesuaikan diri dengan prinsip-prinsip itu, Anda mengalir mengikuti arusnya, bukannya berlawanan.

Hukum Tujuh memperlihatkan bahwa tak ada satu pun kekuatan yang cuma berkembang ke satu arah, dan bahwa energi terus berkembang bahkan di tengah rintangan dan interval. Sebagaimana oktaf, segala sesuatu dalam kehidupan ini berjalan dengan vibrasi. Tanpa vibrasi takkan ada gerakan, dan dengan demikian tak ada aktivitas yang bisa berjalan dengan cara apa pun juga.

Source http://blogbelajarpintar.blogspot.com/2012/07/7-hukum-alam-semesta.html?m=1

Kekuatan pikiran manusia – Hukum Keesaan Ilahi ( Onenes )

Erlangga Asvi

Ini adalah salah satu hukum yang ada di antara 12 hukum Alam Semesta, tanpa kita sadari hukum ini juga berhubungan dengan kekuatan pikiran manusia. 12 hukum alam semesta ini sangat erat berkaitan dengan energi.

Hukum ini Membantu kita memahami bahwa kita hidup di dunia di mana semuanya terhubung dengan yang lainnya. Segala sesuatu yang kita lakukan, katakan, pikirkan dan yakini mempengaruhi orang lain dan alam semesta di sekitar kita. Kekuatan pikiran manusia sangat erat dan berkaitan satu dengan yang lainnya, antara manusia yang satu dan yang lainnya.

Keesaan Ilahi adalah sebuah hal yang sangat mutlak. Dan hanya dari Tuhan Yang Maha Esa inilah kita bisa mendapatkan energi murni, bukan energi yang Berasal dari Mahluk ciptaan. Energi murni ini ada di dalam diri kita, Bagian yang paling utama yang ada di dalam diri kita, yaitu RUHANI/SPIRIT merupakan sebuah bagian yang berasal dari Tuhan ( Percikan Cahaya Tuhan ). Jika kita bisa terkoneksi dengan bagian ini maka kita akan bisa mendapatkan energi yang murni yangd apat dipergunakan untuk menata diri agar kualitas diri kita bertambah baik. Efek sampingnya adalah kita dapat terhubung dengan Alam Semesta secara langsung.
Semua yang kita pikirkan, kita lakukan, kita rasakan, serta kita percaya, mempengaruhi pihak lain dan lingkungan di sekitar kita.

Kita semua pada esensinya adalah SATU kesatuan dengan sesama manusia lainnya. Kita semua (umat manusia) adalah SATU badan yang besar, punya banyak anggota tubuh berbeda, tetapi kita tetaplah SATU.

Ada banyak hal yang beberapa saat ini saya pelajari. Kekuatan pikiran manusia. Dalam bulan ini saja saya belajar banyak sekali, baik dari sesi terapi dengan klien ataupun perjalanan kehidupan saya sendiri. Saya membuktika sendiri jika kekuatan pikiran ini bisa sangat mempengaruhi kehidupan saya sendiri.

Mulai dari klien yang terjebak dengan realita pikiran nya sendiri. Mungkin karena tidak dibiasakan untuk paham ya…. Pikiran kita ini, otak kita bekerja berdasarkan asupan informasi dari panca indera, kemudian asupan informasi ini diolah di dalam pikiran dan menghasilkan kesimpulan. Yang sering terjadi adalah kesimpulannya adalah negatif. Kesimpulan negatif tersebut dipercayai sepenuhnya, maka akan menjadi realita kehidupan. Kita berpikiran mengenai teman kita, sahabat kita, dan semuanya. Tanpa sadar kita menciptakan hubungan yang nyata dengan mereka. Kita berpikir positif maka teman kita tadi juga jadi positif, demikian juga sebaliknya. Kita semua saling terhubung dengan perantara energi.

Tidak hanya dengan klien, kehidupan sayapun sangat terpengaruh oleh kekuatan pikrian saya sendiri. Jika saya bisa berpikir positif, dan tau benar apa yang harus dilakukan maka sangat mungkin terjadi, dan ini memang sedang saya nikmati hasilnya. Tapi bila saya bingung, tidak menentukan apapun, hanya berdiri di tengah, tidak memilih, maka yng terjadi adalah saya tidak mendapatkan apapun. Nanggunglah istilahnya… Untuk tau benar maka saya berusaha membuat struktur rencana yang jelas. Visi kehidupan harus jelas, maka misi dan strategi akan didapat. Ini berlaku untuk segala macam hal. Terutama jalannya kehidupan. Saya berusaha menjadikan ini secara terstrukr dan saya jadikan bahan bagi program solusi super sukses. Klien saya dampingi selama 3 bulan, dalam mengaktifkan seluruh potensi energi dalam diri, membuat strutur rencana kehidupan, membuat strategi yang tepat untuk membuat Harapan/Rencana menjadi kenyataan.

Energi yang kita pancarkan akan membawa informasi yang berasal dari pikiran dan hati kita. Energi ini akan saling menghubungkan.

Ada beberapa klien yang mencoba kekuatan pikiran ini namun kurang mendapatkan hasil yang optimal, kenapa ini bisa terjadi? Boleh dicatat bahwa pikiran kita ini juga bekerja dan terkait dengan hati atau jiwa kita. Jika hati tidak terkondisi dengan tepat maka akan ketenangan dan kedamaian tidak akan bisa tercapai, kekuatan pikiran akan menjadi luar biasa jika hati bisa ditata sehingga tenang dan damai. Dalam hati kita ada bagian bagiannya, seperti ego amarah dan keinginan. Bagian bagian ini tidaklah bisa dihilangkan, hanya bisa ditata. Jika bisa ditata dengan baik maka energinya akan menjadi sangat luar biasa. Energi inilah yang akan bisa membackup kerja pikiran.

Kekuatan pikiran manusia akan bisa menjadi sangat optimal manakala energi yang membackupnya juga baik. Ini yang sering tidak disadari. Saya melihat ada banyak praktisi kemampuan pikiran yang hanya melatih dan mengoptimalkan pikiran saja. Tapi tidak dengan hatinya. Jadi energi yang dihasilkan dan dipancarkan menjadi kurang optimal juga.

Metode yang saya pelajari selama ini, adalah sebuah metode energi. Energi yang dihasilkan dari aktifnya bagian bagian terpenting dari tubuh. Yaitu pusat pusat energi, ataus ering disebut chakra.

Setelah chakra bisa diaktifkan dan dioptimalkan maka energi yang dihasilkan akan menjadi bisa dimanfaatkan untuk menata hati dan pikiran. Ini yang menyebabkan, kekuatan pikiran manusia menjadi bisa dioptimalkan dan membuat jalannya kehidupan semakin baik. Makin mudah untuk meraih keberhasilan. Hubungan yang baik akan bisa dirasakan antara kita dan sekitar kita. Jika kita baik, maka sekitar kitapun akan baik. Karena kita saling berhubungan satu dengan yang lain. Karena kita sebenarnya adalah satu kesatuan yang utuh dari sistem Alam Semesta.x

Alam Papua ialah Tumbuhan, Hewan, Benda Alam dan Makhluk Roh

Alam yang ada di Papua, dan alam di seluruh muka Bumi perlu kita pahami dan terima sebagai sebuah keutuhan interaksi dan saling ketergantungan antara (1) makhluk roh; (2) benda alam; (3) tumbuhan; dan (4) hewan di mana manusia adalah hewan pintar, hewan berakal dan hewan ber-roh, hewan bermoral dibandingkan dengan hewan lain.

Sahabat Alam Papua artinya sahabat dari semua aspek dan unsur kehidupan yang ada di semesta alam, terutama di Bumi Cenderawasih.

Sahabat Alam Papua bukan berarti mengunjungi, mendaki puncak, memanjat tebing-tebik, treking dan sejenis yang dilakukan wisatawan  yang menamakan diri pecinta alam. Sahabat Alam bukan pecinta alam. Sahabat Alam menjadi bagian dari alam, hidup sesuai dengan dan untuk menguntungkan kepentingan alam sekitar, bukan hanya dalam rangka manusia menghibur diri, mengembangkan hobi, mencari sensasi, dan sejenisnya.

Sahabat Alam Papua hadir untuk menyapa mdengar makhluk selain manusia dan makhluk manusia Papua dengan budayanya sehingga pada waktu-waktu akan datang kita hidup saling menghargai, saling mengenal, saling menopang, dan saling berkomunikasi.

Hello world! This is SAPA, The Papua’s Friends of the Nature

Please do not be confused with the FoE based in England. SAPA is a local foundation based in West Papua (Papua and Papua Barat Provinces of Indonesia).

Our name is The Papua Friends of the Nature, and not Friends of the Natute of Papuhea. We are not just the friends of any nature but we are just the friends of the nature of Papua, the Isle of New Guinea.

Our main goal is to maintain the Isle of New Guinea as habitable as possible and to leave thnis island as a habitable inheritance to our future generations.

“Sapa” in Indonesia language means “greet”. For example, “Sapa teman saya” means “greet a friend of mine”. Sapa tamu, “meaning greet the guests”

We are starting to greet the nature, because so far the nature is seen as resources to explore and then to exploit. Wee have exploited the nature so badly, and today, the nature is enforcing its own laws. This is what we humans call natural disaster. No, it is not natural disaster. It is the enforcement of the law of the nature, in balancing back the imbalances we have created in search for wealth and prosperity.

We are showing respect, we recognise and the existence of the other communities of beings, by “greeting” it. That is why we call this foundation “Sapa”, a short for Sahabat Alam and Papua.

We know that the nature will “greet back” to us human beings. This is what we call interaction. This interaction will then create and constructive communication, and the outcome of the communications will be the actions by human beings according to the laws of the nature.

Dilema Peran Dewan Adat Papua

Oleh: John NR Gobai, SP

Pengantar

Aspirasi tuntutan Papua Merdeka, yang mengemuka di Papua sejak tahun 1999, telah ikut memberikan sebuah energi baru bagi masyarakat adat papua, untuk menata diri dan menyatakan diri, untuk membentuk sebuah organisasi masyarakat adat yaitu Dewan Adat Papua. Kehadiran wadah ini dimaksudkan, untuk menata masyarakat adat papua dan menjadikan Dewan Adat Papua sebagai satu-satunya wadah masyarakat adat papua dan meniadakan wadah masyarakat adat lainnya.

Oleh karena itu, kadang kala ada pandangan yang miring dari oknum pengurus Dewan Adat Papua diwaktu  lalu terhadap wadah lain di luar Dewan Adat Papua, walaupun dibentuk oleh masyarakat adat sendiri, tetapi dipandang sebagai bentukan pemerintah tanpa mengetahui asal-usul serta kiprah organisasi tersebut.

 

Peranan DAP

Kehadiran Dewan Adat Papua telah melahirkan tujuh wilayah adat, yang kemudian dirujuk oleh semua pihak di papua serta adanya manifesto hak-hak dasar masyarakat adat papua yang telah menjadi dasar semua pihak untuk menata pengelolaan SDA di Tanah Papua. Yang hasilnya adalah telah muncul berbagai regulasi di Papua dan berbagai kegiatan, aksinya telah ikut memberikan warna dan alat tawar antara Papua dengan pemerintah pusat, terlebih ketika DAP mengakomodir masyarakat adat papua, pada tanggal 5 agustus 2005 dan mengembalikan UU OTSUS dalam aksi di halaman kantor DPR Papua.

Perlu diketahui bahwa aksi ikut mendorong hadirnya Majelis Rakyat Papua dan juga UU OTSUS, dana osus ditambah bagi papua, walaupun dewan adat tidak pernah merasakan dana itu.

Selama ini, Dewan Adat dalam pelaksanaan kegiatannya juga mengalami dua pandangan yang saling bertolak belakang, baik dari pihak luar masyarakat adat papua maupun dari dalam masyarakat adat papua. Jika DAP memperjuangkan Hak Masyarakat Adat, dan jika itu tidak sejalan dengan pemerintah atau pihak lain, kadang muncul  pandangan bahwa  Dewan Adat Papua pendukung “Gerakan Aspirasi Merdeka“ atau Dewan Adat disebut separatis.

Hal ini terjadi akibat stigmatisasi yang keliru ini dan kesalahan memahami bahwa DAP sebagai lembaga politik, adalah sesuatu yang keliru jika merujuk kepada Statuta Dewan Adat Papua, hal itu sama sekali tidak diatur, yang ada adalah DAP adalah pejuang Hak Masyarakat atas budaya, SDA, tanah dan hak hidup, bukan yang lain-lain

Disatu sisi, pengurus Dewan Adat, jika pemahamannya sejalan dengan pemerintah, kadang kala juga dimanfaatkan untuk tujuan tertentu oleh oknum pejabat pemerintah, karena itu kadang disebut alatnya pemerintah, kadang juga masyarakat adat juga menyebutkan bahwa Dewan Adat adalah anteknya pemerintah, pesuruhnya pemerintah. Ini yang saya maksudkan ada dua sudut pandang terhadap Dewan Adat.

Kedua pandangan ini jelas keliru yang benar selama ini tidak pernah ada koordinasi, komunikasi antara pemerintah dan Dewan Adat untuk membatasi peranan-peran kedua lembaga. Kewenangan adat dan kewenangan pemerintah tidak perlu campur aduk. Apa yang menjadi hak dan kewenangan pemerintah kembalikan kepada Pemerintah lalu apa yang menjadi hak dan kewenangan adat itulah yang diurus oleh Adat.

Dewan Adat sebagai mitra kerja pemerintah untuk membangun masyarakat oleh karena DAP muncul dalam situasi politik papua saat itu, dimana aspirasi merdeka sedang memanas, karena itu Dewan Adat mendapat stigma sarana untuk memperjuangkan kemerdekaan ‘M’, padahal Dewan Adat adalah PAGAR dan RUMAH tempat dimana membicarakan dan memperjuangkan, bergumul aneka hal dengan masyarakat adat. Karena itu mestinya Dewan Adat dipahami sebagai rumah dan pagar bagi masyarakat adat, pengurus DAP/LMA bukanya hidup dalam sebuah suasana egois, angkuh dan lain-lain, Adat tidak mengajarkan saling curiga, egois, angkuh dan sombong yang ada adalah rendah hati, terbuka, hargai, nilai kebenaran, sehingga perlu dipahami bahwa Dewan Adat berfungsi sebagai Rumah dan pagar bagi siapa saja mengolah berbagai persoalan dalam  masyarakat Adat dan juga pagar yang menjaga SDA alam dengan keputusan-keputusan dewan adatnya.

 

Kesimpulan

Wilayah adat ini kaya akan SDA karena itu masyarakat adat memerlukan pemimpin adat yang mau berfikir tentang suku dan daerahnya yang dalam kepalanya ada kepentingan sukunya, daerahnya bukan kepentingan akan dirinya, masyarakatnya juga harus menghargai pemimpin adat sukunya atau daerahnya.

JANGAN MAU MENDENGAR PROVOKOKATOR. INGAT ORANG LAIN DATANG HANYA INGIN MERAMPOK DAN MENCURI.

Semua pihak baik pemerintah dan swasta haruslah menghargai adanya kepemilikan tanah adat, peradilan adat, kepemimpinan adat di Papua, dengan memberikan stigma yang negative tetapi merangkul untuk kepentingan masyarakat pribumi.

 

Penulis adalah ketua DAD Paniai. 

Permohonan agar Jokowi Segera Menyelamatkan Eksplorasi Liar di Hutan Papua

Merauke, Tabloid-WANI — Salah seorang imam di Papua telah mengimbau kepada Presiden Joko Widodo untuk menghentikan perusakan hutan murni oleh pengembang kelapa sawit di distrik Muting, Merauke, Papua.

Layanan berita Katolik UCA melaporkan bahwa, Bapa Anselmus Amo mengatakan hutan di daerah Muting Papua, sekitar 200 kilometer dari Merauke, yang adalah tempat bergantungnya kelangsungan hidup orang-orang setempat sedang di operasi oleh perusahaan kelapa sawit.

Kepala suku setempat mengatakan, mereka sedang diintimidasi oleh militer agar dapat menyerahkan tanah mereka kepada perusahaan kelapa – PT Agroprima Cipta Persada.

Imam yang memimpin Keuskupan Komisi Keadilan dan Perdamaian mengatakan, ia telah mengajukan petisi kepada Presiden karena ia adalah salah satu harapan bagi orang-orang setempak.

Dia mengatakan petisi dikirim ke pemerintah, militer, dan polisi setempat namun telah diabaikan begitu saja.

Amo mengatakan kepada media bahwa masalah ini telah menyebabkan kecemasan yang meluas dan ketegangan antara orang-orang, perusahaan, pemerintah daerah dan penegak hukum.

Ia mengatakan ia juga telah mendekati Komisi Nasional Hak Asasi Manusia.

Sumber: http://www.tabloid-wani.com/