Blog

Pencerahan Spiritual : Sebuah perjalanan kedalam diri manusia 2

Erlangga Asvi

Nah bagaimana selanjutnya setelah masuk ke jalan cahaya itu. Bagaimana selanjutnya pencerahan spiritual ini bisa membawa ke kondisi terhubung atau terkoneksi dengan cahaya  tuhan di dalam diri?

Sekali lagi saya ingatkan, jalan spiritual yang saya gunakan, bersumber dari ilmu energi spiritual nusantara, ilmu ini menitik beratkan kepada perjalanan spiritual ke dalam diri, bukanlah ke luar, bukan jalan spiritual bertemu dengan mahluk mahluk gaib, benda benda gaib, jangan terjebak antara spiritual dan supranatural. Pencerahan spiritual adalah sebuah kondisi dimana kita bisa terhubung dengan percikan cahaya tuhan yang ada di dalam diri kita. Hanya itu saja. Dan itu adalah hal yang absolut.

Anda harus membaca awal artikel ini dahulu, yaitu Pencerahan Spiritual: Sebuah perjalanan kedalam diri manusia 1, jika anda sudah membaca barulah artikel ini bisa anda pahami.

Ketika sudah masuk ke jalan cahaya, kita akan mendapati lorong-lorong cahaya, ada berbagai macam spektrum warna dari cahaya tersebut yang akan kita temui. Lorong-lorong cahaya tersebut akan melewati pikiran, alam bawah sadar, bagian bagian jiwa, barulah pada akhirnya “jika beruntung” bisa sampai ke percikan cahaya tuhan.

Ada banyak jalan yang harus kita lewati, itulah yang membuat perjalanan ini bisa begitu panjang.

Di dalam pikiran ada banyak informasi atau data yang berasal dari proses berpikir, dimana pikiran adalah sebuah prosesor data, yang mengolah data atau informasi yang masuk melalui panca indera. Bagian ini biasanya menyimpan data data baru, data data yang baru masuk dari panca indera. Bukan data lama, tapi baru. Kita bisa mendapati informasi atau data tersebut dalam banyak bentuk, ada yang melihatnya secara langsung, ada yang mendapatkan pemahaman, dan lain sebagainya.

Ketika kita sudah lulus di bagian tersebut maka kita akan masuk ke bagian alam bawah sadar, disini juga sama, bagian ini bisa dianalogikakan sebagai RAM pada gadget kita.  Bagian ini menyimpan sementara data data yang sudah diproses di pikiran. Bisa saja, kita akan menemui data lama, tapi ini sangat jarang terjadi.

Kemudian pencerahan spiritual yang kita alami tidak akan berhenti, bila kita lulus melewati bagian tersebut kita akan masuk ke bagian jiwa. Di bagian jiwa, bisa kita analogikakan sebagai hard disk, semua fungsi penyimpanan informasi kehidupan kita. Bisa saja kita menemui data lama yang berasal dari kehidupan kita sebelumnya ( referensi artikel : Reinkarnasi ). Kita juga harus paham bagian bagian atau anatomi bagian ini.

 

Percikan cahaya tuhan  adalah sumber energi yang membawa

potensi kehidupan

sedangkan otak adalah fisik yang bersifat material

dan jiwa adalah substansi kemanusiaan yang bersifat energial

 

Karena Jiwa adalah energi, maka ia akan menjadi daya dorong bagi munculnya “fungsi” sebagai karakter utama jiwa. Otak memiliki struktur yang khas, sehingga ia menyimpan energi yang khas pula. Energi listrik yang menjadi media bagi munculnya fungsi atau sifat sifat adalah gambaran tentang mekanisme kejiwaan itu.

Apa sajakah bagian dari jiwa ini : di workshop energi spiritual nusantara (workshop ini bisa anda ikuti pada : Program Pengembangan Diri Untuk Kesuksesan ) anda akan diajarkan bagaimana terhubung dan bisa memahami, sekaligus bisa membersihkan bagian-bagian jiwa dari energi negatif. Energi negatif ini muncul dari segala aktifitas yang negatif, yang dinyatakan negatif oleh keyakinan kita. Menurut sifatnya jiwa terbagi menjadi 7 bagian utama, sifat sifat jiwa ini bisa berpengaruh terhadap pola berpikir, pola pengambilan keputusan ataupun pola bertindak kita.

Apakah yang dimaksud dengan jiwa ?

di mana letaknya dan bagaimana wujudnya ? Jiwa itu adalah identitas diri sejati manusia, Raga hanyalah alat atau kendaraan jiwa. Jiwa bersemayam di hati – berlapis-lapis, Jiwa terdiri dari 7 lapis. Tiap-tiap lapis ada ratusan sub lapis dengan fungsi yang berbeda-beda, dan tiap sub lapis terdiri sub-sub lapis lagi yang  tak terhingga banyak fungsinya. Wujud dari Jiwa adalah Cahaya, Singkatnya jalan atau cara termudah agar semua tercakup untuk mencapai Tujuan Hakiki adalah dengan mengenali diri sendiri secara utuh.

Beberapa orang yang masuk ke jalan cahaya ini dengan mengikuti ilmu spiritual dari tradisi tradisi yang ada, seringkali bertemu dengan bagian jiwa kita ini dengan wujud yang berbagai macam tetapi walaupun macam macam tapi tetap menyerupai atau sama dengan wujud fisik kita, bila kita bertemu dengan jiwa bijaksana maka kita akan melihatnya sebagai perwujudan diri kita yang bijaksana, dan lain sebagainya.

Karena kita sudah mengalami banyak putaran kehidupan ( reinkarnasi ) maka ada banyak juga informasi yang ada di dalam jiwa kita. Beberapa orang yang bisa mengakses informasi tersebut bahkan bisa menggunakan informasi tersebut dan diolah menjadi skill yang bisa digunakan untuk kesuksesannya di kehidupan saat ini. Apakah itu termasuk pencerahan spiritual ? bisa saja, karena itulah salah satu tahapan yang harus dilalui, walaupun itu hanya tahapan, bukanlah hasil akhir yang kita harapkan.

Jika anda mencari pencerahan hidup, maka inilah sebuah jalan hakiki yang bisa anda tempuh, jalan yang membuat anda tercerahkan ( Mencari pencerahan hidup )

Tapi jangan sampai tercapainya sebuah tahapan itu menjebak kita, karena tujuan kita, pencerahan spiritual yang hakiki adalah mengenal diri kita yang sebenar benarnya, mengenal semua bagian dari diri kita, bukan hanya bagian fisik kita saja, melainkan bagian yang lebih penting, yaitu pikiran, jiwa dan percikan cahaya tuhan ( sering juga disebut sebagai ruhani, divine spark, cahaya suci, dll ). Karena banyak bagian yang ada di dalam tubuh etherik ( tubuh energi yang tida bisa dilihat mata ) maka perjalanan kita juga panjang. Jika tidak ada yang membimbing maka perjalanan itu bisa saja terhenti, terjebak di alam yang sesungguhnya bukan  alam yang kita tuju.

Perjalanan ke dalam diri kita ini, perjalanan cahaya yang dimulai dari terbukanya pintu cahaya dari pineal gland, masuk ke setiap neuron yang ada dalam otak, bertemu semua informasi baru yang sedang dan sudah diproses, kemudian terus masuk ke partikel yang lebih dalam lagi yang masih ada di bagian otak, bagian bagian yang lebih kecil dan halus lagi, yang “mulai” bisa diraba oleh fisika kuantum, yang berada di jaringan otak manusia. Jaringan halus dan kecil ini adalah bagian jiwa kita. Bagian bagian jiwa yang diisi informasi kehidupan kita, baik saat ini ataupun saat yang lalu, yang tentunya akan sangat banyak. Inilah jebakan yang menghambat bila kita tidak paham. Tidak berusaha terus maju. Apalagi yang masuk ke ranah pencerahan spiritual yang berlatar belakang teori dan filsafat. Pembahasan demi pembahasan tanpa mengalami sendiri perjalanan spiritual yang memunculkan pencerahan. Teori,  filsafat dan sastra yang akan membuat kita hanya masuk di ranah “seolah-olah” paham saja. Padahal belum mengalami sendiri. Saya bersyukur ilmu energi spiritual nusantara yang saya miliki bisa membawa saya masuk dan mengalami sendiri, mengenali sehingga bisa mulai memahami bagian bagian dari diri saya ini.

Bersambung ke bagian 3 : Pencerahan Spiritual, Perjalanan menuju Percikan Cahaya Tuhan di Dalam Diri

Pencerahan Spiritual : Sebuah perjalanan kedalam diri manusia 1

Erlangga Asvi

Tentunya anda sering mendengar mengenai ilmu spiritual bukan? Ilmu spiritual adalah ilmu yang mempelajari mengenai spirit, atau dikenal juga dengan nama, percikan cahaya tuhan di dalam diri. Jika kita bisa terkoneksi dengan percikan cahaya Tuhan di dalam diri ini, maka pencerahan spiritual akan bisa terjadi.

Saya tidak akan membahas ini dari sudut pandang agama, walaupun dari sudut pandang agama ada berbagai macam referensi mengenai hal ini. Pencerahan spiritual yang akan saya bahas adalah dari sudut pandang energi. Karena ilmu dasar yang saya punyai adalah dari ilmu energi spiritual nusantara.

What you are, indeed, is a grand embodiment of electromagnetic energy. That is, every facet of you, your physical body, your consciousness, your thoughts and beliefs and you emotional beingness are all entwined to create a body of energy which is likened unto a magnet. This energy has a resonance, a vibrational frequency which draws to itself that which matches its own frequency.

Pencerahan ini juga bisa didapat bertahap, dimulai dari pencerahan jiwa, baru kemudian pencerahan spiritual. Anda bisa membaca ini di artikel saya sebelumnya : Pencerahan Hidup .

Ada beberapa metode spiritual untuk bisa menuju kepada sebuah kondisi dimana kita bisa terkoneksi dengan percikan cahaya tuhan di dalam diri ini. Saya sudah mencoba beberapa macam metode yang ada , baik ilmu spiritual dari tradisi ataupun agama. Tapi sebenarnya semuanya hanya merujuk kepada sebuah kondisi, yaitu kondisi dimana kita bisa terhubungnya, atau kita bisa masuk ke dalam frekuensi dimana percikan cahaya tuhan yang ada di dalam diri kita  berada.

Ini dimulai dari sebuah kondisi an-aerob ( atau kondisi hampa udara ) sebuah kondisi dimana diri kita tidka mendapatkan asupan oksigen, sama seperti kondisi ketika kita mati. ( Mati di dalam hidup ). Semua jalan masuk udara, yang mana itu ada di kepala kita ditutup. Ketika dalam kondisi tanpa udara inilah kelenjar pineal aktif, letak kelenjar pineal ini dibelakang daerah kening, kelenjar pineal adalah salah satu bagian yang menghubungkan bagian etherik ( referensi artikel : chakra ajna ) dan bagian fisik ( bagian tubuh manusia, bagian kepala tepatnya ).

Nah jika ini terjadi, kita melihat cahaya yang terang tapi tidak menyilaukan, inilah salah satu tanda bahwa kita sudah memulai perjalanan spiritual energi kita. Itulah jalur energi yang menghubungkan setiap bagian etherik ( pikiran – jiwa – ruhani ). Cahaya terang ini kadang kadang bisa kita dapati ketika kita sedang menyelam, ketika oksigen tidak bisa lagi masuk ke dalam diri kita melalui lubang di dalam diri ( telinga, mata, hidung, mulut, anus ). Jika saat itu kita beruntung maka kita melihat cahaya, kita tidak menyadari, bahwa cahaya itulah yang kita tuju.  Perjalanan cahaya masuk ke dalam diri  ini begitu panjang, dan tidak bisa dilalui sendiri. Akan membutuhkan waktu yang begitu panjang dan sangat lama, jika kita hanya meraba raba dan mencoba coba sendiri.

Pada awalnya metode tadi bisa digunakan, untuk memperpendek durasi perjalan tersebut, agar kita bisa cepat sampai ke titik tujuan, maka kita perlu tau, frekuensi mana yang dituju. Ini layaknya kita menelepon, jika kita tidak tau nomer telepon orang yang ingin kita tuju, maka kita tidak bisa menelponnya, kita tidak bisa berbicara dengannya, Kita tidak bisa bertukar pikiran atau mencari informasi, dan lain sebagainya. Kadang kadang pencerahan spiritual juga bisa pemantiknya dari orang lain kan. Nah bagaimana jika kita tidak bisa terhubung ke orang tersebut.

Kita perlu orang lain untuk mengenalkan, memberikan nomer telepon. Perlu orang yang tidak hanya menunjukkan tapi juga menyambungkan dan memberi aplikasi agar kita bisa selalu masuk ke frekuensi yang tepat. Frekuensi yang membawa kita ke titik tujuan akhir yang tepat, yang hakiki

Banyak orang yang menyenangi sastra, ulasan sastra ini banyak disenangi, digandrungi dan dibahas dimana mana. Ulasan sastra dari banyak tokoh yang menggambarkan seperti apa perjalanan spiritual ke dalam diri ini. Nah, saya sekarang sedang menikmati urusan tehnik dan aplikasinya. Tidak lagi sastranya. Perjalan spiritual yang menjadi sebuah cara untuk mendapatkan pencerahan spiritual ini berusaha saya buat menjadi lebih gamblang, tidak lagi hanya dari ulasan sastra, melainkan digambarkan dengan cara yang lebih bisa dimengerti. Harapan saya agar lebih banyak yang tau kemana kita harus menuju, kemana tujuan kahir yang hakiki, tidak terjebak lagi ke jalan yang tidak tepat. Sekaligus jika beruntung saya akan membagi aplikasinya langsung kepada anda.  Bersambung ke bagian berikutnya : perjalanan cahaya menuju bagian jiwa

Gudang Ilmu Hukum: Hukum Alam

A.  Pengertian

Pengertian hukum alam adalah ketentuan ALLAHQQ terhadap segala sesuatu yang ada di dalam semesta ini. Hukum alam ini sering disebut juga dengan SUNNATULLAH (Ketentuan ALLAH). Ðalam Hukum alam terjadi sebab akibat. Allah menciptakan alam dan isinya serta mengaturnya sedemikian rupa, sesuai ukurannya.

Semua Hal” yang terjadi di alam ini yang dapat disaksikan dengan panca indera, dpt di jelaskan serta dapat dinilai secara Ilmiah disebut FENOMENA ALAM. dari Fenomena alam yang terjadi dpt menimbulkan berbagai disiplin ilmu pengetahuan. Tetapi jika kita renungi lebih dalam maka fenomena alam yang terjadi akan dapat membuka kesadaran

Kemudian Hukum alam (Natural Law/ Lex Naturalis/ Law of Nature) juga dapat didefinisikan sebagai suatu sistem hukum yang konon ditentukan oleh alam, dan oleh karenanya bersifal universal.

 

B.  Aliran Hukum Alam

Aliran ini berpendapat bahwa hukum berlaku universal (umum). Menurut Friedman, aliran ini timbul karena kegagalan manusia dalam mencari keadilan yang absolut, sehingga hukum alam dipandang sebagai hukum yang berlaku secara universal dan abadi.

Gagasan mengenai hukum alam didasarkan pada asumsi bahwa melalui penalaran, hakikat mahkluk hidup akan dapat diketahui dan pengetahuan tersebut menjadi dasar bagi tertib sosial serta tertib hukum eksistensi manusia. Hukum alam dianggap lebih tinggi dari hukum yang sengaja dibentuk oleh manusia. Aliran hukum alam ini dibagi menjadi 2 (dua), yaitu:

 

1.  Irrasional

Aliran ini berpendapat bahwa hukum yang berlaku universal dan abadi bersumber dari Tuhan secara langsung. Pendukung aliran ini antara lain: Thomas Aquinas (Aquino), John Salisbury, Daante, Piere Dubois, Marsilius Padua, dan John Wyclife.

Thomas Aquinas membagi hukum ke dalam 4 golongan, yaitu:

  • Lex Aeterna, merupakan rasio Tuhan sendiri yang mengatur segala hal dan merupakan sumber dari segala hukum. Rasio ini tidak dapat ditangkap oleh pancaindera manusia.
  • Lex Divina, bagian dari rasio Tuhan yang dapat ditangkap oleh manusia berdasarkan waktu yang diterimanya.
  • Lex Naaturalis, inilah yang dikenal sebagai hukum alam dan merupakan penjelmaan dari rasio manusia.
  • Lex Posistivis, hukum yang berlaku merupakan pelaksanaan hukum alam oleh manusia berhubung dengan syarat khusus yang diperlukan oleh keadaan dunia. Hukum ini diwujudkan ke dalam kitab-kitab suci dan hukum positif buatan manusia.

Penulis lain, William Occam dari Inggris mengemukakn adanya hirarkis hukum, dengan penjelasan sebagai berikut:

  • Hukum Universal, yaitu hukum yang mengatur tingkah laku manusia yang bersumber dari rasio alam.
  • Apa yang disebut sebagai hukum yang mengikat masyarakat berasal dari alam.
  • Hukum yang juga bersumber dari prinsip-prinsip alam tetapi dapat diubah oleh penguasa.

Occam juga berpendapat bahwa hukum identik dengan kehendak mutlak Tuhan Sementara itu Fransisco Suarez dari Spanyol berpendapat demikian, manusia yang bersusila dalam pergaulan hidupnya diatur oleh suatu peraturan umum yang harus memuat unsusr-unsur kemauan dan akal. Tuhan adalah pencipta hukum alam yang berlaku di semua tempat dan waktu. Berdasarkan akalnya manusia dapat menerima hukum alam tersebut, sehingga manusia dapat membedakan antara yang adil dan tidak adil, buruk atau jahat dan baik atau jujur. Hukum alam yang dapat diterima oleh manusia adalah sebagian saja, sedang selebihnya adalah hasil dari akal (rasio) manusia.

2.    Rasional:

Sebaliknya, aliran ini mengatakan bahwa sumber dari hukum yang universal dan abadi adalah rasio manusia. Pandangan ini muncul setelah zaman Renaissance (pada saat rasio manusia dipandang terlepas dari tertib ketuhanan/ lepas dari rasio Tuhan) yang berpendapat bahwa hukum alam muncul dari pikiran (rasio) manusia tentang apa yang baik dan buruk penilaiannya diserahkan kepada kesusilaan (moral) alam. Tokoh-tokohnya, antara lain: Hugo de Groot (Grotius), Christian Thomasius, Immanuel Kant, dan Samuel Pufendorf.

Pendasar hukum alam yang rasional adalah Hugo de Groot (Grotius), ia menekankan adanya peranan rasio manusia dalam garis depan, sehingga rasio manusia sama sekali terlepas dari Tuhan. Oleh karena itu rasio manusialah sebagai satu-satunya sumber hukum.

Tokoh penting lainnya dalam aliran ini ialah Immanuel Kant. Filsafat dari Kant dikenal sebagai filsafat kritis, lawan dari filsafat dogmatis. Ajaran Kant dimuat dalam tiga buah karya besar, yaitu: Kritik Akal Budi Manusia (kritik der reinen Vernunft yang terkait dengan persepsi), Kritik Akal Budi Praktis (kritik der praktischen Vernunft yang terkait dengan moralitas), Kritik Daya Adirasa (kritik der Urteilskraft yang terkait dengan estetika dan harmoni). Ajaran Kant tersebut ada korelasinya dengan tiga macam aspek jiwa manusia, yaitu cipta, rasa, dan karsa (thinking, volition, and feeling).

Metode kritis tidak skeptis, tidak dogmatis (trancendental). Hakekat manusia (homo noumenon) tidak terletak pada akalnya, beserta corak berfikir yang bersifat teoritis keilmuan alamiah (natuurweten schappelijke denkwijze), tetapi pada kebebasan jiwa susila manusia yang mampu secara mandiri menciptakan hukum kesusilaan bagi dirinya sendiri dan juga orang lain. Yang penting bukan manusia ideal berilmu atau ilmuwan, tetapi justru pada manusia ideala berkepribadian humanistis.

Salah satu karya Kant yang berjudul Metaphysische Anfangsgruende der Rechtslehre (Dasar Permulaan Metafisika Ajaran Hukum merupakan bagian dari karyanya yang berjudul Metaphysik der Sitten) pokok pikirannya ialah bahwa manusia menurut darma kesusilaannya mempunyai hak untuk berjuang bagi kebebasan lahiriahnya untuk menghadirkan dan melaksanakan kesusilaan. Dan hukum berfungsi untuk menciptakan situasi kondisi guna mendukung perjuangan tersebut. Hakekat hukum bagi Kant adalah bahwa hukum itu merupakan keseluruhan kondisi-kondisi di mana kehendak sendiri dari seseorang dapat digabungkan dengan kehendak orang lain di bawah hukum kebebasan umum yang meliputi kesemuanya.

Katagori imperatif Kant mewajibkan semua anggota masyarakat tetap mentaati hukum positif negara sekalipun di dalam hukum terebut terdapat unsur-unsur yang bertentangan dengan dasar-dasar kemanusiaan. Jadi, di sini sudah terdapat larangan mutlak bagi perilaku yang tergolong melawan penguasa negara, sehingga dengan katagori imperatif ini ajaran dari Immanuel Kant juga dapat digolongkan ke dalam aliran positivisme. Pendapat Kant ini diikuti oleh Fichte yang mengatakan bahwa hukum alam itu bersumber dari rasio manusia.

Penulis lain yang tidak kalah pentingnya ialah Hegel dari Jerman. Yang dijadikan motto oleh Hegel ialah: Apa yang nyata menurut nalar adalah nyata, dan apa yang nyata adalah menurut nalar (Was vernunftig ist, das ist wirklich ist, das ist vernunftig. What is reasonable is real, and what is real is reasonable). Tidak ada antimoni antara nalar/akal dengan kenyataan atau realitas. Bagi Hegel, seluruh kenyataan kodrat alam dan kejiwaan merupakan proses perkembangan sejarah secara dialektis dari roh/cita/spirit mutlak yang senantiasa maju dan berkembang. Jiwa mutlak mengandung dan mencakup seluruh tahap-tahap perkembangan sebelumnya jadi merupakan permulaan dan kelahiran segala sesuatu. Pertumbuhan dan perkembangan dialektis melalui tesa, antitesa, san sintesa yang berlangsung secara berulang-ulang dan terus-menerus. Filsafat hukum dalam bentuk maupun isinya, penampilan dan esensinya juga dikuasai oleh hukum dialektika. Negara merupakan perwujudan jiwa mutlak, demikan juga dengan hukum.

 

C.  Teori Hukum Alam

  1. Teori Hukum Alam ( tokoh : aristoteles, Thomas aquino dan hugo de groot/ grotius)

Kenapa orang tunduk dan taat pada hokum ?

Menurut aristoteles :

– hokum berlaku karena penetapan Negara

– hokum tidak tergantung pada pandangan manusia tentang baik buruknya

– hokum alam sebagai hokum yang asli berlaku dimana saja tidak tergantung waktu dan tempat , orang-orang yang berfikiran sehat merasakan hokum alam selaras dengan kodrat manusia.

 

2. Menurut Thomas Aquino: segala kejadian dalam ini di perintah dan dikendalikan oleh suatu UU abadi ( lex eterna) yang menjadi dasar kekuasaan dari semua peraturan lainnya . lex aterna = kehendak pikiran tuhan yang menciptakan dunia ini.

 

Menurut Thomas Aquino pula hokum alam memuat dua azas yaitu:

  1. azas umum ( principia prima) : azas yang dengan sendirinya dimiliki manusia sejak lahir dan mutlak diterima ( contoh : berbuat baik) .
  2. azas diturunkan dari azas umum ( principia secundaria) : azas yang merupakan tapsiran dari principia prima yang dilakukan manusia
  3. Teori Sejarah ( fried cral vo savigny 1779-1861) hokum itu penjelmaan jiwa / rohani manusia , hokum bukan disusun / diciptakan manusia tetapi tumbuh sendiri ditengah rakyat dan akan mati bila suatu bangsa kehilangan kepribadiannya
  4. Teori Teokrasi : teori ini mendasarkan kekuatan hokum itu atas kepercayaan pada tuhan , manusia di perintahkan tuhan harus tunduk pada hokum . Tujuan dan legitimasi hokum dikaitkan dengan kepercayaan agama
  5. Teori Kedaulatan Rakyat : ( Rousseau) : akal dan rasio manusia , sebagaimana aliran rasionalisme , raja atau penguasa Negara memperoleh kekuasaan bukan dari tuhan tetapi dari rakyatnya melalui suatu perjanjian masyarakat ( kontrak social ) yang diadakan antara anggota masyarakat untuk mendirikan Negara
  6. Teori Kedaulatan Negara ( Hans kelsen) ; hukum ditaati karena Negara menghendakinya , hukum adalah kehendak Negara dan Negara punya kekuasaan tak terbatas
  7. Teori Kedaulatan Hukum ( prof. Mr. Crabe , Hugo De Groot, Imanuel Kant & Leon Duguit ) : sumber hukum itu rasa keadialan hukum hanyalah apa yang memenuhi rasa keadilan dari jumlah terbanyak orang, tidak dapat mengikat peraturan demikian bukanlah hukum , walaupun masih ditaati atau pun dipaksakan.
  8. Teori Keseimbangan ( prof. Mr. R. Kranenburg) : kesadaran hukum orang menjadi sumber hukum , hukum itu berfungsi menurut suatu dalil yang nyata

 

D.  Fungsi Hukum Alam

Menurut Soedjono Dirdjosisworo dalam Ishaq, fungsi hukum alam terhadap hukum positif adalah sebagai berikut:

1 Hukum alam sebagai sarana koreksi bagi hukum positif.

2 Hukum alam menjadi inti hukum positif seperti hukum internasional.

3 Hukum alam sebagai pembenaran hak asasi manusia.

 

Menurut Friedman dalam Satjipto Rahardjo, fungsi hukum alam adalah sebagai berikut:

1 Instrumen utama pada saat hukum perdata Romawi kuno ditransformasikan menjadi suatu sistem internasional yang luas.

2 Menjadi senjata yang dipakai oleh kedua pihak (pihak gereja dan pihak kerajaan) dalam pergaulan mereka.

3 Keabsahan hukum internasional ditegakkan atas nama hukum alam.

4 Menjadi tumpuan pada saat orang melancarkan perjuangan bagi kebebasan individu berhadapan dengan absolutisme.

5 Dijadikan senjata para hakim di Amerika, pada saat memberikan tafsiran terhadap konstitusi mereka, dengan menolak campur tangan negara melalui perundang-undangan yang ditujukan untuk melakukan pembatasan ekonomi.

 

E.  Kekuatan dan Kelemahan Hukum Alam

Prinsip utama hukum alam adalah hukum tersebut bersifat universal. Nilai-nilai yang diajarkan dalam hukum alam berlaku bagi semua pihak, tidak berubah karena kaitannya dengan alam. Unversalitas tersebut menjadi kekuatan hukum alam, karena ia menjadi ukuran validitas hukum positif.

Hukum alam dapat digunakan sebagai landasan dalam melakukan kritik terhadap keputusan-keputusan dan peraturan-peraturan, dan bahkan mengkritik hukum. Universalitas ini terlihat pada pemberlakuan nilai-nilai (values) dan moral, yakni dengan nilai-nilai yang diturunkan dari Tuhan, yang secara filosofis menjadi acuan bagi pembentukan hukum positif. Dengan kekuatan tersebut, hukum alam dapat memberikan jawaban atas persoalan-persoalan moral yang tidak dapat diselesaikan oleh hukum masa kini.

Namun demikian, universalitas tersebut juga menjadi kelemahan dari hukum alam sendiri. Karena sifatnya yang universal, maka perlu untuk dilakukan ‘positivisasi’ nilai-nilai dalam hukum alam tersebut, agar secara konkrit dapat diketahui bentuk hukumnya untuk dapat diterapkan dalam kehidupan sosial. Prinsip-prinsip dalam hukum alam bersifat abstrak, sehingga perlu di-‘breakdown’ atau diterjemahkan ke dalam peraturan yang lebih konkrit.

Mengacu pada Struktural-Fungsional (Talcott Parson), secara singkat dapat dikatakan bahwa kekuatan hukum alam adalah pada nilai-nilainya (the values) dan kelemahannya adalah pada kekuatan berlakunya (the energy).

Erlangga Asvi: 12 Hukum Alam Semesta

Erlangga Asvi 

Menarik untuk membahas mengenai 12 hukum alam semesta ini, karena hal ini juga sangat berkaitan dengan konsep energi dari keilmuan yang saya pelajari dan terapkan dalam keseharian dan semua program-rogram dalam semua proyek yang saya kembangkan.

Alam Semesta ini adalah sebuah sistem untuk mengakomodir setiap kehidupan yang ada di dalamnya, termasuk manusia. 12 hukum alam semesta merupakan hukum dasar yang melandasi segenap peristiwa yang terjadi. Dasar dari segala peristiwa ini coba dijelaskan baik dari sudut pandang agama/religion/spiritual dan science/ilmu pengetahuan.

Keilmuan yang  saya pelajari yaitu, energi spiritual nusantara mengembangkan sebuah metode untuk berusaha menjadikan manusia lebih bermakna ( manusia yang paham akan dirinya sendiri, paham akan pikiran dan jiwanya – ini yang akan bisa membuat hidup manusia tidak lagi dikendalikan oleh Asumsi Negatif, Ego, Amarah dan Keinginan ) dan bermanfaat ( jika sudah bisa menjadi bermakna tentunya bisa bermanfaat bagi sekitarnya.

12 hukum Alam Semesta

  1. Hukum Keesaan Ilahi (Onenes)
  2. Hukum Getaran
  3. Hukum Tindakan
  4. Hukum Penyesuaian
  5. Hukum Sebab dan Akibat
  6. Hukum Kompensasi
  7. Hukum Tarik Menarik
  8. Hukum Transmutasi Energi Abadi
  9. Hukum Relativitas
  10. Hukum Polaritas
  11. Hukum Irama
  12. Hukum Gender

 

Hukum Universal Kehidupan Manusia

13 Agustus 2009, oleh Sri Astuti – Jakarta

Akhirnya, salah satu bagian paling penting dari ilmu sukses di situs ini terselesaikan, yaitu pembahasan (selengkap, namun juga sesingkat dan sesederhana mungkin) tentang Hukum Universal Kehidupan atau the Universal Laws atau Hukum Alam/ Semesta serta bagaimana memanfaatkannya untuk menikmati kehidupan sukses kita.

Pemahaman akan adanya hukum yang mengatur semesta ini sangat penting untuk kehidupan kita karena segala yang terjadi dalam hidup kita ini terpengaruh olehnya. Hukum-hukum Alam ini bersifat mengikat semua ciptaan Tuhan yang ada di jagad raya ini tanpa ada pengecualian.

Tidak memahami adanya hukum gravitasi tidak kemudian menyebabkan Anda bisa terjun dari atas pencakar langit tanpa jatuh ke tanah, kan?

Semua orang, sekolah atau tidak sekolah, kaya atau miskin, beriman atau kafir, semua terikat oleh hukum ini walaupun mungkin mereka sama sekali belum pernah mendengar tentang hukum gravitasi ini seumur hidupnya.

Sama dengan hukum gravitasi ini, Hukum Universal Kehidupan ini mengenai orang miskin sama seperti mengenai orang kaya. Ya, Hukum Semesta ini mengenai semua orang.

Jadi bila ada orang yang bisa memahami Hukum Semesta tersebut sedemikian rupa, menerapkannya dengan sedemikian baik sehingga bisa menikmati anugerah hidup mereka dengan sempurna, maka tidak ada alasan bagi siapapun untuk tidak bisa melakukan hal yang sama, bukan?

Alam semesta diciptakan Tuhan dengan pengaturan yang sebaik-baiknya dan sudah dilengkapi dengan sebuah sistem operasi yang sesempurna mungkin mengatur segala yang ada di dalamnya.

Seiring dengan maju dan berkembangnya ilmu pengetahuan serta kemampuan akal dan nalar manusia, sistem operasi jagad raya tersebut makin lama makin lebar terkuak, makin luas dipahami serta makin mudah dijelaskan dengan bahasa yang gamblang agar semua orang bisa memanfaatkannya sebagai alat pemudah kehidupan mereka.

Jadi ANDA SEMUA MEMILIKI KESEMPATAN YANG SAMA DENGAN SIAPA SAJA untuk juga bisa hidup sukses, kaya dan bahagia di dunia ini.

NOTE: Memahami hukum semesta ini sangat penting bila kita ingin hidup harmonis dengan semua ketetapan Sang Rabb. Dengan mengikuti sistem operasi yang ada, kita bisa menghindari segala kesulitan dan penderitaan yang tidak perlu, dan mengantisipasinya sebelum terjadi.

Baik mari kita mulai pelajaran-pelajaran yang sangat exciting tentang Hukum Universal Kehidupan ini.

Apa itu Universal Laws?

Untuk kepentingan pemahaman istilah ini di negara kita tercinta, Indonesia, saya akan menerjemahkan istilah Universal Laws atau the Laws of the Universe ini menjadi Hukum-hukum Universal Kehidupan atau Hukum Semesta. (Kaum Muslim menyebutnya sebagai Sunnatullah atau Hukum-hukum Alam yang ditetapkan Allah SWT untuk mengatur segala sesuatu di jagad raya ciptaan-Nya ini.)

Tapi apa sebenarnya makna dari Hukum-hukum Semesta atau Universal Laws itu?

Kamus mendefinisikan Universal Laws sebagai hukum-hukum yang mengatur semua hal di alam semesta ini, yang berlaku umum di segala kondisi.

Harap dicatat, penjelasan tentang hukum-hukum alam di sini tidak secara ketat mengikuti hukum fisika sebagaimana yang telah diketahui para ilmuwan, tetapi lebih menonjolkan aspek spiritual dari hukum tersebut, aspek spiritual yang bisa membantu manusia memanfaatkan dan menerapkan hukum tersebut secara praktis dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Bahasa yang kami pakai juga adalah bahasa yang sangat sederhana, jauh dari formula atau rumus, karena fokus kami memang, sekali lagi, untuk pemahaman praktis bagi pembaca agar mudah menerapkannya dalam kehidupan mereka.

Dan lebih penting lagi, karena pembahasan ini difokuskan pada manfaat Hukum-hukum Semesta ini untuk kehidupan sukses semua umat manusia, maka saya juga akan sering menyebut Hukum Semesta ini sebagai Hukum Universal Kehidupan.

Prinsip/ Asumsi Dasar

Hukum Alam, Hukum Semesta, Hukum Universal Kehidupan ini tidak cuma satu tetapi banyak unsurnya. Dan semua prinsip atau unsur-unsurnya saling berhubungan satu sama lain. Unsur (hukum) yang satu menunjang cara kerja unsur (hukum) yang lain. Saling terkait dan saling menunjang.

Semua unsur Hukum Alam tersebut didasarkan pada asumsi dasar bahwa semua yang ada di alam raya ini pada dasarnya terbentuk dari energi, termasuk kita manusia, dan bahwa semua energi tersebut bergerak mengikuti suatu pola tertentu.

Pada level quantum, atau level materi terkecil yang membentuk kita semua di jagad raya ini, kita semua adalah sekumpulan masa elektron dan atom yang berputar dengan sangat cepat. Semua hal yang ada di dunia ini tersusun/terbentuk dari energi (quanta adalah partikel terkecil pembentuk segala sesuatu dan ia berbentuk energi) dan karena itu kita semua di alam semesta ini pada intinya terhubung dengan lautan energi semesta tersebut dan tidak pernah terlepas darinya.

Kita semua merupakan bagian dari lautan energi ini, lautan elektron-elektron yang berputar. (Satu guru saya, Tom Pauley dari Richdreams, menyebut lautan masa energi yang menyelubungi semua yang ada di planet ini sebagai “a giant plasma” atau selimut plasma raksasa.)

Kalau Anda penasaran dengan konsep bahwa kita semua adalah merupakan bagian dari satu plasma raksasa, silahkan research lebih lanjut tentang ini.

Yang jelas, perasaan-perasaan kita, pikiran kita dan semua tindakan kita, semua tersusun/terbentuk dari energi ini yang memiliki frekuensi tertentu.

Dan inilah satu lagi asumsi dasar lainnya yang sekarang kita juga mulai pahami bahwa segala sesuatu di dunia ini, termasuk pikiran kita, “bergetar” atau bervibrasi dengan frekuensi tertentu.

Yang mana getaran ini kemudian “menarik” hal lain yang memiliki frekuensi sama untuk bergabung.

Dan karenanya, apa yang kita pikirkan, apa yang kita rasakan dan lakukan di setiap saatnya akan memancarkan suatu “frekuensi” tertentu, yang kemudian karena pergerakan melingkar segala sesuatu pada level quantum, semua hal tersebut menarik kepada kita pikiran dan tindakan berfrekuensi sama.

Sehingga bisa dikatakan, semua yang kita pikirkan, kita rasakan, kita lakukan, kita percaya tadi akhirnya kembali lagi ke kita dan membentuk realitas hidup kita sesuai yang kita pikirkan sendiri.

Ini adalah karena energi bergerak dengan mengikuti pola putaran (melingkar). Maka apapun yang kita lakukan akan kembali ke kita (membentuk satu lingkaran).

Dan karena hal inilah, pikiran, perasaan dan tindakan semua orang di seluruh planet ini bergabung menjadi satu membentuk sebuah “collective consciousness” alias kesadaran atau buah pikiran kolektif segenap manusia di alam raya, yang kemudian bersama-sama menarik hal-hal yang berfrekuensi sama ke dalam kehidupan keseluruhan manusia di planet ini.

Kolam Renang Jagad Raya

Untuk membantu Anda membayangkan dan akhirnya memahami apa yang dimaksud dengan “semua hal di dunia ini adalah energi dan bahwa kita semua terhubung satu sama lain dalam lautan energi ini” saya akan pakai analogi sebuah kolam renang. Bayangkan dunia dan seluruh jagad raya ini sebagai sebuah kolam renang mega raksasa.

Dan, kita semua berenang di dalam sebuah kolam renang ini, sehingga apapun yang kita lakukan di dalamnya akan mempengaruhi semua orang (dan semua makhluk lain) yang berada di dalamnya. Semua yang terendam dalam air kolam ini akan terkena, katakan, air kencing kita kalau seandainya kita kencing di situ. Semua orang akan terkena, termasuk tentu saja kita sendiri.

Dan karena arus air dalam kolam tersebut terus berputar-putar di situ saja, semua yang di lakukan masing-masing orang, akan mengenai semua orang-orang yang lain sebelum akhirnya kembali kepada diri mereka sendiri.

Jadi terbayang kan, bila sesuatu yang buruk terjadi pada air dalam kolam tersebut, siapa yang bakal menderita?

Bila masing-masing perenang punya kebiasaan buruk buang air kecil di dalamnya, misalnya, maka semua yang ada di situ ibaratnya juga bermandi air kencing rame-rame yang berlipat-lipat jumlahnya.

Bila seseorang melakukan sesuatu yang menyebabkan suhu air di satu ujung kolam tersebut meningkat atau menurun, maka semua yang ada di situ, termasuk yang berada di ujung terjauh dari tempat terjadinya perubahan suhu, pada akhirnya juga akan ikut merasakan imbasnya.

Seperti inilah alam semesta kita. Semua terhubung oleh suatu lautan energi yang memang tidak kasat mata tetapi ada.

 

Semua Manusia Bersaudara

Implikasi dari pemahaman akan terhubungnya kita semua oleh lautan energi ini kemudian menciptakan suatu kesimpulan bahwa pada dasarnya semua manusia bersaudara.

Saya tahu, banyak agama mengajarkan bahwa semua pemeluk umat beragama sama adalah bersaudara. Misalnya, Muslim bersaudara dengan Muslim. Pemeluk Kristiani adalah saudara bagi pemeluk Kristiani lain, dan sebagainya.

Tetapi, demi kepentingan kehidupan kita sendiri, pandangan seperti ini sudah sepatutnya diperluas, bahwa SEMUA MANUSIA itu bersaudara, dalam arti apa yang terjadi pada satu manusia, siapapun dia, beragama sama dengan kita atau tidak, pada esensinya akan mempengaruhi semua manusia lain.

Hai, bukankan kita semua tinggal bersama di bawah satu selimut atmosfer bumi? Serta berpijak di atas daratan yang sama bernama planet bumi?

Oke, kalau memang tidak mau disebut bersaudara dengan manusia lain yang berbeda dari kita, paling tidak kita harus ingat bahwa kita semua adalah room-mates di satu rumah bernama bumi ini.

Kita semua adalah sama-sama anak kos di rumah kontrakan yang sama dan satu ini. Kita semua punya kewajiban dan hak yang sama untuk menjaga keselamatan, kedamaian dan keindahan rumah kita tersebut.

Karena kalau rumah kontrakan kita ini terbakar, meledak, roboh atau kebanjiran dengan kita semua masih didalamnya, si api, si air atau si puing-puing toh tidak memilih akan mengenai siapa, bukan? Siapa saja bisa menjadi korban, tidak peduli ras, suku, agama, asal muasal, pendidikan dan sebagainya.

Hukum alam pun seperti ini. Tidak memilih. Sunatullah mengikat semua manusia, semua makhluk-Nya, malah.

Jadi bagaimana kalau mengeksplorasi lebih jauh lagi, konsep bahwa semua ciptaan Tuhan itu bersaudara, termasuk binatangnya, tumbuhannya, dan seluruh isi jagad raya ini?

Satu kerusakan yang terjadi pada mereka, efeknya akan bisa dirasakan oleh semua.

Banyak istilah yang menggambarkan kondisi ini, antara lain: the ripple effect dan the butterfly effect.

(Efek kedua ini pernah dibuat filmnya yang sangat “mengerikan” karena di situ kita ditunjukkan bagaimana satu keputusan yang kita ambil walau sepertinya kecil, ternyata memiliki konsekuensi besar yang tidak hanya bisa dirasakan oleh kita sendiri imbasnya tetapi juga mempengaruhi begitu banyak manusia lain di sekitar kita, baik yang kita kenal maupun tidak).

Jadi, kalau menurut Anda kondisi dunia kita saat ini tidaklah menyenangkan, penuh permusuhan, musibah, bencana, peperangan, kebencian dan segala macam kekacauan lainnya, maka ini sebenarnya adalah juga akibat dari perbuatan kita sendiri, kita semua yang ada di dalamnya.

Kondisi yang tidak menyenangkan ini berarti bahwa lebih banyak manusia yang berpikir negatif daripada yang berpikir positif. Lebih banyak manusia yang lebih mempercayai sesuatu yang menakutkan daripada yang indah.

Ini berarti “Our collective consciousness” atau buah pikiran kolektif kita sebagai penghuni planet ini telah menarik hal-hal yang lebih banyak negatifnya dari pada positif.

Karena, sekali lagi, semua pikiran, perasaan, dan tindakan kita pada dasarnya adalah energi yang mempengaruhi lautan energi di sekitar kita. Dan ini semua membentuk sebuah dunia seperti yang kita lihat di sekitar kita ini.

 

Berita Baiknya

Di sisi lain, karena pikiran, perasaan dan tindakan kita membentuk realitas kita, maka ini berarti kita juga punya kekuatan untuk menciptakan dunia yang lebih baik, yang penuh dengan kedamaian dan keharmonisan, ketentraman serta kelimpahan.

Untuk bisa melakukan ini, penting bagi kita untuk bisa mengontrol pikiran, emosi dan tindakan kita, dan otomatis mengontrol jenis dan frekuensi dari energi kita agar hanya berjenis positif.

Pemahaman yang baik akan hukum-hukum semesta atau hukum-hukum universal kehidupan ini sangatlah penting untuk kita bisa menciptakan kehidupan yang kita inginkan. Karena, repotnya dengan hukum-hukum alam ini adalah, tidak penting manusia percaya akannya atau tidak, bahkan tidak penting seorang manusia tahu tentangnya atau tidak, mereka tetap terikat atau terpengaruh olehnya.

Seperti contoh dengan hukum gravitasi di atas. Ketidak-tahuan kita akannya, tidak membuatnya tidak berlaku pada kita.

Jadi jelas, dengan memahaminya, kita memiliki kesempatan proaktif untuk memanfaatkan hukum-hukum universal kehidupan tersebut agar bekerja mendukung kita, dan bukan reaktif dengan mengatasi masalah yang timbul akibat tidak mengikutinya.

Di halaman-halaman berikutnya kita akan belajar secara singkat penjabaran tentang masing-masing unsur beberapa jenis Hukum Universal Sukses yang mengatur kesuksesan hidup kita.

 

 

Salam Sukses Selalu,

7 Hukum Alam Semesta

1. Hukum Sebab Akibat

Hukum ini merupakan hukum kehidupan yang fundamental. Segala sesuatu yang terjadi pada diri kita memiliki sebab khusus. Pemikiran adalah sebab, dan kondisi adalah akibatnya. Maka apapun pemikiran yang Anda tebarkan akan berkulminasi pada suatu tindakan yang menimbulkan akibat. Inilah padanan mental dari hukum fisika Newton bahwa “setiap aksi akan menimbulkan reaksi yang sebanding dan berkebalikan”, dan hukum ini berlaku dengan prinsip yang sama.

Karena hukum alam tidak bisa dipastikan, maka penting bagi Anda untuk mengingat apa yang Anda inginkan dan bukan apa yang tidak Anda inginkan. Kualitas berbagai hubungan, misalnya, merupakan hasil dari apa yang telah Anda tebarkan dalam hubungan-hubungan tersebut.

2. Hukum Daya Tarik

Apa yang secara dominan Anda pikirkan akan menarik orang-orang dan lingkungan yang harmonis dengan pikiran-pikiran itu ke dalam kehidupan (seperti yang dikatakan dalam Law of Attraction). Secara metafisik, makin besar vibrasi yang Anda keluarkan, makin besar daya tariknya. Proses ini mirip dengan Hukum Resonansi.

Anda selalu menarik semua hal yang Anda pikirkan, baik itu positif maupun negatif. Akal sehat senantiasa mengatakan apa yang sebaiknya Anda kerjakan, meskipun seringkali terdapat kesepakatan yang mencegah Anda untuk melakukannya.

3. Hukum Kreativitas

Di luar dua energi interaktif, yin dan yang, jantan dan betina, muncul energi yang ketiga. Terdapat pasokan ide yang melimpah ruah, yang siap untuk Anda ubah, dan seluruhnya secara dramatis akan mengembangkan potensi, kebahagiaan, dan sukses Anda. Segala hal yang tercipta di dunia ini adalah hasil interaksi kedua energi yang saling bertentangan, tapi saling melengkapi.  Keduanya berada dalam diri kita, tapi hanya akan efektif jika dimanfaatkan dan diseimbangkan.

4. Hukum Substitusi

Anda tidak bisa sekadar berhenti melakukan sesuatu. Keinginan kuat atau ketetapan hati sebesar apapun tidak akan tahan dengan kekosongan atau kevakuman yang terjadi terus-menerus. Untuk menghentikan suatu kebiasaan atau sikap, Anda mesti mencari penggantinya. Gantikan pemikiran tentang apa yang tidak Anda inginkan dengan pemikiran tentang apa yang Anda inginkan. Tidak ada sesuatu yang bisa menghilang sama sekali: sesuatu tersebut harus digantikan atau disalurkan ulang dengan substitusi.

5. Hukum Pelayanan

Berhentilah melayani orang lain dengan cara yang sebenarnya tidak Anda inginkan, karena imbalan yang Anda peroleh akan selalu sama dengan pelayanan Anda. Memberi perlakuan kepada orang lain di balik meja dengan cara yang sama dengan di depan meja, pada akhirnya akan berlangsung dengan prinsip yang sama. Anda akan selalu diimbali dengan proporsi yang persis sama dengan nilai dari layanan Anda kepada orang lain.

6. Hukum Penggunaan

Kekuatan alami apapun, bakat atau talenta, akan mengalami kemandekan jika tidak digunakan. Sebaliknya, akan menjadi semakin kuat jika makin sering dimanfaatkan. Ilustrasi yang sangat baik digambarkan dalam kisah seorang tua yang memperlihatkan kepada Rossetti, si pelukis terkenal, beberapa lukisan yang baru saja dibuatnya pada masa pensiun. Rossetti dengan sopan menjawab bahwa lukisan-lukisan itu biasa-biasa saja. Si lelaki tua kemudian memperlihatkan beberapa lukisan lain yang dibuat oleh seseorang yang lebih muda. Rossetti langsung memuji dan mengatakan bahwa di pelukis ini tentu sangat berbakat. Melihat orang tua itu memperlihatkan gejolak emosi, Rossetti pun bertanya apakah yang melukis itu anaknya. “Bukan. Itu lukisan saya sendiri sewaktu muda. Tapi saya tergoda untuk melakukan hal yang lain dan melupakan bakat melukis saya”, jawab si lelaki tua. Bakat si lelaki tua telah melenyap. Manfaatkanlah, atau Anda akan kehilangan kekuatan alami itu.

7. Hukum Tujuh

Urut-urutan kejadian berjalan mengikuti Hukum Tujuh atau Hukum Oktaf. Saat not atau nada dasar dimainkan, setiap not diulang bunyinya beberapa kali dan kemudian menghilang intensitasnya. Hukum Tujuh berarti bahwa tidak ada kekuatan yang terus-menerus bekerja dengan arah yang sama. blogbelajarpintar.blogspot.com. Setiap kekuatan bekerja dalam kurun waktu tertentu, kemudian menghilang intensitasnya, lalu berubah arah atau mengalami perubahan internal.

Tidak satu pun di alam ini yang berkembang mengikuti garis yang lurus. Dan demikian pula dengan kehidupan Anda. Tapi setelah Anda bisa menyesuaikan diri dengan prinsip-prinsip itu, Anda mengalir mengikuti arusnya, bukannya berlawanan.

Hukum Tujuh memperlihatkan bahwa tak ada satu pun kekuatan yang cuma berkembang ke satu arah, dan bahwa energi terus berkembang bahkan di tengah rintangan dan interval. Sebagaimana oktaf, segala sesuatu dalam kehidupan ini berjalan dengan vibrasi. Tanpa vibrasi takkan ada gerakan, dan dengan demikian tak ada aktivitas yang bisa berjalan dengan cara apa pun juga.

Source http://blogbelajarpintar.blogspot.com/2012/07/7-hukum-alam-semesta.html?m=1

Kekuatan pikiran manusia – Hukum Keesaan Ilahi ( Onenes )

Erlangga Asvi

Ini adalah salah satu hukum yang ada di antara 12 hukum Alam Semesta, tanpa kita sadari hukum ini juga berhubungan dengan kekuatan pikiran manusia. 12 hukum alam semesta ini sangat erat berkaitan dengan energi.

Hukum ini Membantu kita memahami bahwa kita hidup di dunia di mana semuanya terhubung dengan yang lainnya. Segala sesuatu yang kita lakukan, katakan, pikirkan dan yakini mempengaruhi orang lain dan alam semesta di sekitar kita. Kekuatan pikiran manusia sangat erat dan berkaitan satu dengan yang lainnya, antara manusia yang satu dan yang lainnya.

Keesaan Ilahi adalah sebuah hal yang sangat mutlak. Dan hanya dari Tuhan Yang Maha Esa inilah kita bisa mendapatkan energi murni, bukan energi yang Berasal dari Mahluk ciptaan. Energi murni ini ada di dalam diri kita, Bagian yang paling utama yang ada di dalam diri kita, yaitu RUHANI/SPIRIT merupakan sebuah bagian yang berasal dari Tuhan ( Percikan Cahaya Tuhan ). Jika kita bisa terkoneksi dengan bagian ini maka kita akan bisa mendapatkan energi yang murni yangd apat dipergunakan untuk menata diri agar kualitas diri kita bertambah baik. Efek sampingnya adalah kita dapat terhubung dengan Alam Semesta secara langsung.
Semua yang kita pikirkan, kita lakukan, kita rasakan, serta kita percaya, mempengaruhi pihak lain dan lingkungan di sekitar kita.

Kita semua pada esensinya adalah SATU kesatuan dengan sesama manusia lainnya. Kita semua (umat manusia) adalah SATU badan yang besar, punya banyak anggota tubuh berbeda, tetapi kita tetaplah SATU.

Ada banyak hal yang beberapa saat ini saya pelajari. Kekuatan pikiran manusia. Dalam bulan ini saja saya belajar banyak sekali, baik dari sesi terapi dengan klien ataupun perjalanan kehidupan saya sendiri. Saya membuktika sendiri jika kekuatan pikiran ini bisa sangat mempengaruhi kehidupan saya sendiri.

Mulai dari klien yang terjebak dengan realita pikiran nya sendiri. Mungkin karena tidak dibiasakan untuk paham ya…. Pikiran kita ini, otak kita bekerja berdasarkan asupan informasi dari panca indera, kemudian asupan informasi ini diolah di dalam pikiran dan menghasilkan kesimpulan. Yang sering terjadi adalah kesimpulannya adalah negatif. Kesimpulan negatif tersebut dipercayai sepenuhnya, maka akan menjadi realita kehidupan. Kita berpikiran mengenai teman kita, sahabat kita, dan semuanya. Tanpa sadar kita menciptakan hubungan yang nyata dengan mereka. Kita berpikir positif maka teman kita tadi juga jadi positif, demikian juga sebaliknya. Kita semua saling terhubung dengan perantara energi.

Tidak hanya dengan klien, kehidupan sayapun sangat terpengaruh oleh kekuatan pikrian saya sendiri. Jika saya bisa berpikir positif, dan tau benar apa yang harus dilakukan maka sangat mungkin terjadi, dan ini memang sedang saya nikmati hasilnya. Tapi bila saya bingung, tidak menentukan apapun, hanya berdiri di tengah, tidak memilih, maka yng terjadi adalah saya tidak mendapatkan apapun. Nanggunglah istilahnya… Untuk tau benar maka saya berusaha membuat struktur rencana yang jelas. Visi kehidupan harus jelas, maka misi dan strategi akan didapat. Ini berlaku untuk segala macam hal. Terutama jalannya kehidupan. Saya berusaha menjadikan ini secara terstrukr dan saya jadikan bahan bagi program solusi super sukses. Klien saya dampingi selama 3 bulan, dalam mengaktifkan seluruh potensi energi dalam diri, membuat strutur rencana kehidupan, membuat strategi yang tepat untuk membuat Harapan/Rencana menjadi kenyataan.

Energi yang kita pancarkan akan membawa informasi yang berasal dari pikiran dan hati kita. Energi ini akan saling menghubungkan.

Ada beberapa klien yang mencoba kekuatan pikiran ini namun kurang mendapatkan hasil yang optimal, kenapa ini bisa terjadi? Boleh dicatat bahwa pikiran kita ini juga bekerja dan terkait dengan hati atau jiwa kita. Jika hati tidak terkondisi dengan tepat maka akan ketenangan dan kedamaian tidak akan bisa tercapai, kekuatan pikiran akan menjadi luar biasa jika hati bisa ditata sehingga tenang dan damai. Dalam hati kita ada bagian bagiannya, seperti ego amarah dan keinginan. Bagian bagian ini tidaklah bisa dihilangkan, hanya bisa ditata. Jika bisa ditata dengan baik maka energinya akan menjadi sangat luar biasa. Energi inilah yang akan bisa membackup kerja pikiran.

Kekuatan pikiran manusia akan bisa menjadi sangat optimal manakala energi yang membackupnya juga baik. Ini yang sering tidak disadari. Saya melihat ada banyak praktisi kemampuan pikiran yang hanya melatih dan mengoptimalkan pikiran saja. Tapi tidak dengan hatinya. Jadi energi yang dihasilkan dan dipancarkan menjadi kurang optimal juga.

Metode yang saya pelajari selama ini, adalah sebuah metode energi. Energi yang dihasilkan dari aktifnya bagian bagian terpenting dari tubuh. Yaitu pusat pusat energi, ataus ering disebut chakra.

Setelah chakra bisa diaktifkan dan dioptimalkan maka energi yang dihasilkan akan menjadi bisa dimanfaatkan untuk menata hati dan pikiran. Ini yang menyebabkan, kekuatan pikiran manusia menjadi bisa dioptimalkan dan membuat jalannya kehidupan semakin baik. Makin mudah untuk meraih keberhasilan. Hubungan yang baik akan bisa dirasakan antara kita dan sekitar kita. Jika kita baik, maka sekitar kitapun akan baik. Karena kita saling berhubungan satu dengan yang lain. Karena kita sebenarnya adalah satu kesatuan yang utuh dari sistem Alam Semesta.x

Alam Papua ialah Tumbuhan, Hewan, Benda Alam dan Makhluk Roh

Alam yang ada di Papua, dan alam di seluruh muka Bumi perlu kita pahami dan terima sebagai sebuah keutuhan interaksi dan saling ketergantungan antara (1) makhluk roh; (2) benda alam; (3) tumbuhan; dan (4) hewan di mana manusia adalah hewan pintar, hewan berakal dan hewan ber-roh, hewan bermoral dibandingkan dengan hewan lain.

Sahabat Alam Papua artinya sahabat dari semua aspek dan unsur kehidupan yang ada di semesta alam, terutama di Bumi Cenderawasih.

Sahabat Alam Papua bukan berarti mengunjungi, mendaki puncak, memanjat tebing-tebik, treking dan sejenis yang dilakukan wisatawan  yang menamakan diri pecinta alam. Sahabat Alam bukan pecinta alam. Sahabat Alam menjadi bagian dari alam, hidup sesuai dengan dan untuk menguntungkan kepentingan alam sekitar, bukan hanya dalam rangka manusia menghibur diri, mengembangkan hobi, mencari sensasi, dan sejenisnya.

Sahabat Alam Papua hadir untuk menyapa mdengar makhluk selain manusia dan makhluk manusia Papua dengan budayanya sehingga pada waktu-waktu akan datang kita hidup saling menghargai, saling mengenal, saling menopang, dan saling berkomunikasi.

Hello world! This is SAPA, The Papua’s Friends of the Nature

Please do not be confused with the FoE based in England. SAPA is a local foundation based in West Papua (Papua and Papua Barat Provinces of Indonesia).

Our name is The Papua Friends of the Nature, and not Friends of the Natute of Papuhea. We are not just the friends of any nature but we are just the friends of the nature of Papua, the Isle of New Guinea.

Our main goal is to maintain the Isle of New Guinea as habitable as possible and to leave thnis island as a habitable inheritance to our future generations.

“Sapa” in Indonesia language means “greet”. For example, “Sapa teman saya” means “greet a friend of mine”. Sapa tamu, “meaning greet the guests”

We are starting to greet the nature, because so far the nature is seen as resources to explore and then to exploit. Wee have exploited the nature so badly, and today, the nature is enforcing its own laws. This is what we humans call natural disaster. No, it is not natural disaster. It is the enforcement of the law of the nature, in balancing back the imbalances we have created in search for wealth and prosperity.

We are showing respect, we recognise and the existence of the other communities of beings, by “greeting” it. That is why we call this foundation “Sapa”, a short for Sahabat Alam and Papua.

We know that the nature will “greet back” to us human beings. This is what we call interaction. This interaction will then create and constructive communication, and the outcome of the communications will be the actions by human beings according to the laws of the nature.

Dilema Peran Dewan Adat Papua

Oleh: John NR Gobai, SP

Pengantar

Aspirasi tuntutan Papua Merdeka, yang mengemuka di Papua sejak tahun 1999, telah ikut memberikan sebuah energi baru bagi masyarakat adat papua, untuk menata diri dan menyatakan diri, untuk membentuk sebuah organisasi masyarakat adat yaitu Dewan Adat Papua. Kehadiran wadah ini dimaksudkan, untuk menata masyarakat adat papua dan menjadikan Dewan Adat Papua sebagai satu-satunya wadah masyarakat adat papua dan meniadakan wadah masyarakat adat lainnya.

Oleh karena itu, kadang kala ada pandangan yang miring dari oknum pengurus Dewan Adat Papua diwaktu  lalu terhadap wadah lain di luar Dewan Adat Papua, walaupun dibentuk oleh masyarakat adat sendiri, tetapi dipandang sebagai bentukan pemerintah tanpa mengetahui asal-usul serta kiprah organisasi tersebut.

 

Peranan DAP

Kehadiran Dewan Adat Papua telah melahirkan tujuh wilayah adat, yang kemudian dirujuk oleh semua pihak di papua serta adanya manifesto hak-hak dasar masyarakat adat papua yang telah menjadi dasar semua pihak untuk menata pengelolaan SDA di Tanah Papua. Yang hasilnya adalah telah muncul berbagai regulasi di Papua dan berbagai kegiatan, aksinya telah ikut memberikan warna dan alat tawar antara Papua dengan pemerintah pusat, terlebih ketika DAP mengakomodir masyarakat adat papua, pada tanggal 5 agustus 2005 dan mengembalikan UU OTSUS dalam aksi di halaman kantor DPR Papua.

Perlu diketahui bahwa aksi ikut mendorong hadirnya Majelis Rakyat Papua dan juga UU OTSUS, dana osus ditambah bagi papua, walaupun dewan adat tidak pernah merasakan dana itu.

Selama ini, Dewan Adat dalam pelaksanaan kegiatannya juga mengalami dua pandangan yang saling bertolak belakang, baik dari pihak luar masyarakat adat papua maupun dari dalam masyarakat adat papua. Jika DAP memperjuangkan Hak Masyarakat Adat, dan jika itu tidak sejalan dengan pemerintah atau pihak lain, kadang muncul  pandangan bahwa  Dewan Adat Papua pendukung “Gerakan Aspirasi Merdeka“ atau Dewan Adat disebut separatis.

Hal ini terjadi akibat stigmatisasi yang keliru ini dan kesalahan memahami bahwa DAP sebagai lembaga politik, adalah sesuatu yang keliru jika merujuk kepada Statuta Dewan Adat Papua, hal itu sama sekali tidak diatur, yang ada adalah DAP adalah pejuang Hak Masyarakat atas budaya, SDA, tanah dan hak hidup, bukan yang lain-lain

Disatu sisi, pengurus Dewan Adat, jika pemahamannya sejalan dengan pemerintah, kadang kala juga dimanfaatkan untuk tujuan tertentu oleh oknum pejabat pemerintah, karena itu kadang disebut alatnya pemerintah, kadang juga masyarakat adat juga menyebutkan bahwa Dewan Adat adalah anteknya pemerintah, pesuruhnya pemerintah. Ini yang saya maksudkan ada dua sudut pandang terhadap Dewan Adat.

Kedua pandangan ini jelas keliru yang benar selama ini tidak pernah ada koordinasi, komunikasi antara pemerintah dan Dewan Adat untuk membatasi peranan-peran kedua lembaga. Kewenangan adat dan kewenangan pemerintah tidak perlu campur aduk. Apa yang menjadi hak dan kewenangan pemerintah kembalikan kepada Pemerintah lalu apa yang menjadi hak dan kewenangan adat itulah yang diurus oleh Adat.

Dewan Adat sebagai mitra kerja pemerintah untuk membangun masyarakat oleh karena DAP muncul dalam situasi politik papua saat itu, dimana aspirasi merdeka sedang memanas, karena itu Dewan Adat mendapat stigma sarana untuk memperjuangkan kemerdekaan ‘M’, padahal Dewan Adat adalah PAGAR dan RUMAH tempat dimana membicarakan dan memperjuangkan, bergumul aneka hal dengan masyarakat adat. Karena itu mestinya Dewan Adat dipahami sebagai rumah dan pagar bagi masyarakat adat, pengurus DAP/LMA bukanya hidup dalam sebuah suasana egois, angkuh dan lain-lain, Adat tidak mengajarkan saling curiga, egois, angkuh dan sombong yang ada adalah rendah hati, terbuka, hargai, nilai kebenaran, sehingga perlu dipahami bahwa Dewan Adat berfungsi sebagai Rumah dan pagar bagi siapa saja mengolah berbagai persoalan dalam  masyarakat Adat dan juga pagar yang menjaga SDA alam dengan keputusan-keputusan dewan adatnya.

 

Kesimpulan

Wilayah adat ini kaya akan SDA karena itu masyarakat adat memerlukan pemimpin adat yang mau berfikir tentang suku dan daerahnya yang dalam kepalanya ada kepentingan sukunya, daerahnya bukan kepentingan akan dirinya, masyarakatnya juga harus menghargai pemimpin adat sukunya atau daerahnya.

JANGAN MAU MENDENGAR PROVOKOKATOR. INGAT ORANG LAIN DATANG HANYA INGIN MERAMPOK DAN MENCURI.

Semua pihak baik pemerintah dan swasta haruslah menghargai adanya kepemilikan tanah adat, peradilan adat, kepemimpinan adat di Papua, dengan memberikan stigma yang negative tetapi merangkul untuk kepentingan masyarakat pribumi.

 

Penulis adalah ketua DAD Paniai.